Pages

Showing posts with label Inovasi. Show all posts
Showing posts with label Inovasi. Show all posts

★ Mobil Anti Banjir

06 November 2014

Hasil kreativitas TNI ADMobil anti banjir. ©2014 Merdeka.com/Efendi

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tertarik pada mobil anti banjir di pameran senjata internasional 2014 (Indo Defence). Mobil ini dinilai cocok untuk kondisi banjir yang kerap menyerang Jakarta.

"Itu bagus tuh (mobil anti banjir). Harusnya ini dibanyakin persiapan banjir di Jakarta," kata Ryamizard di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11).

Ditemui terpisah, petugas jaga stan mobil anti banjir Kapten Infanteri Darmaji mengatakan, kendaraan ini merupakan bagian dari program Dislitbang TNI AD 2013. TNI AD lalu bekerja sama dengan beberapa perusahaan lokal seperti PT Tesko Maritim dan PT Graha untuk membangun kendaraan anti banjir.

"Jadi sampai saat ini hanya ada satu mobil. Tahapnya masih pembangunan, belum pengadaan," terang Darmaji.

Masih menurutnya, mobil ini hasil modifikasi truk Isuzu Colt Diesel. Mobil tersebut dilengkapi dengan dua mesin (mesin mobil dan mesin kapal).

"Ini sudah diujicoba melewati sungai dan berhasil. Kendaraan ini bisa mengangkut sekitar 25-30 orang sekali angkut," ujar dia.

Selain itu, mobil anti banjir tersebut dapat menembus banjir di berbagai daerah di ibu kota. Namun, kendaraan dapat maksimal kalau ketinggian banjir mencapai 2 meter.

"Ini memang disiapkan untuk banjir di Jakarta. Kalau ketinggian sampai 2 meter dapat langsung mengapung," pungkas dia.[ian]

   Merdeka  

★ Evolusi Panser Canon Pindad

29 October 2014

Evolusi Panser Canon Kaliber 90 mm Pindad akhirnya memberitakan ke media akan meluncurkan panser barunya yang mengusung canon kaliber 90 mm bulan november ini pada acara Indodefence 2014 di Jakarta. Beberapa tahun lalu Pindad pernah meluncurkan panser canon pada acara yang sama pameran militer Indonesia tahun 2008 dengan menampilkan panser yang bukan lagi mengangkut personil tapi mengusung canon kaliber 90 mm. Pada penampilan pertama Pindad mengusung turet senjata canon tank Scorpion buatan Inggris. Penampilan pertama ini memukau publik maupun jajaran TNI.

Berselang beberapa tahun, kembali PT Pindad selaku salah satu tulang punggung industri pertahanan dalam negeri telah berhasil membuat prototype panser dengan dilengkapi Canon Cockerill 90 mm serta sistem kubah senjata CSE-90 Mk III buatan CMI Defense, Belgia, yang menjadikan panser ini lebih garang dan mempunyai efek penghancur.

Canon yang memiliki panjang laras 3,248 m ini juga mampu menembakkan beragam jenis amunisi mulai dari HET, HEAT-T hingga HESH-T. Tidak hanya sampai disitu Panser ini juga dilengkapi senapan mesin kaliber 7,62 mm yang terpasang dalam posisi segaris dengan senjata utama pada kubah utama, yang berfungsi untuk menghajar pasukan infantri musuh. Tak ketinggalan juga sebagai perlengkapan tambahan terdapat tabung pelontar granat asap kaliber 66 mm. Adapun sebagai special equipment untuk mendukung panser di medan pertempuran diantaranya piranti penglihatan malam (night vision gogle / NVG), dengan adanya perangkat ini, membuat panser canon mampu diajak berduel di medan tempur pada malam hari.
Racikan dari Negeri Ginseng Prototype Panser Canon Pindad [Audrey]

Setelah ada pembelian panser dari Korea Selatan sebanyak 22 unit, yang sebagian di rakit PT Pindad, kembali Perusahaaan asal Bandung ini membuat terobosan baru berupa inovasi panser canon dengan bentuk sedikit ada perubahan pada turet canonnya. Bila sebelumnya panser mengadopsi konsep turet/kubah senjata tank Scorpion, kini dengan ilmu tambahan merubah penampilannya dengan turet panser Tarantula, Korea Selatan.

Dari gambar terlihat bentuk yang lebih kokoh dibadingkan sebelumnya. Karena Belum ada berita resmi, maka belum diketahui perubahan apa saja yang diusung panser Pindad yang baru ini.
Penampakan Panser Canon terbaru Pindad Biarkan Gambar yang berbicara, Berikut penampakan Panser Pindad Canon terbaru dari sumber Windu Paramarta dan tweet militer yang diposkan kaskuser.


  ★ Garuda Militer  

★ Tim IPB Temukan Teknologi Antiradar dari Tulang Ikan dan Cangkang Udang

22 October 2014

Panglima TNI Langsung Minta Uji di Tank CANGGIH DAN MURAH: Dari kiri, Akhiruddin Maddu, Bambang Riyanto, dan Esa Ghanim Fadhallah di Laboratorium Karakterisasi Bahan Fakultas MIPA IPB. Foto: Bayu Putra/Jawa PosCANGGIH DAN MURAH: Dari kiri, Akhiruddin Maddu, Bambang Riyanto, dan Esa Ghanim Fadhallah di Laboratorium Karakterisasi Bahan Fakultas MIPA IPB. Foto: Bayu Putra/Jawa Pos

SEPULUH peraih penghargaan HUT Ke-69 TNI berdiri di panggung kehormatan Mabes TNI Cilangkap, 12 Oktober lalu. Mereka merupakan bagian dari upaya TNI mencari anak bangsa yang mampu menciptakan teknologi canggih untuk kepentingan militer.

Sebagai penghargaan atas jerih payah penciptaan karya itu, TNI berjanji mengembangkan dan menggunakan teknologi karya anak bangsa tersebut.

Salah seorang peraih penghargaan itu adalah Bambang Riyanto. Dia mewakili tim IPB yang memenangi kategori inovasi partisipasi publik. Saat naik ke panggung, dia tampak gugup berada di antara ribuan personel TNI yang hari itu mengikuti upacara tersebut.

Apalagi penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Selain kalangan akademis, penghargaan diberikan kepada para inovator dari masyarakat umum, kepala daerah, serta kalangan militer.

’’Sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan militer pasti akan kami kembangkan. Apalagi (karya) itu tidak mahal dan bisa mengurangi ketergantungan kita pada pihak luar,’’ ujar Moeldoko dalam sambutannya.

Selain IPB, sembilan inovator lain peraih penghargaan adalah Litbang TNI-AD yang merancang bangun senjata Dopper, Litbang TNI-AL yang membuat prototipe swamp boat, serta Litbang TNI-AU yang membikin bom tajam BT-500 untuk pesawat standar NATO.

Di bidang non-alutsista, TNI-AD menyumbangkan pendekatan indeks vegetasi citra satelit pengindraan jarak jauh. Inovasi itu berguna untuk mendeteksi samaran pasukan musuh di medan tertutup.

Lalu, TNI-AL merancang pos AL mandiri energi untuk kawasan terpencil. Sementara itu, TNI-AU membuat jaring komunikasi terintegrasi untuk mewadahi jaringan C4ISR (command, control, communications, computers, intelligence, surveillance, and reconnaissance).

Tiga sisanya diberikan kepada pemerintah daerah dan organisasi publik terkait dengan kebijakan. Di antaranya, RRI yang mengembangkan siaran di kawasan perbatasan; Pemkab Belu, NTT, yang mendukung TNI di perbatasan dengan Timor Leste; serta Pemprov Kaltim yang membuat kawasan ketahanan pangan.

Tim IPB beranggota Bambang bersama dua rekannya. Yakni, Akhiruddin Maddu dan Esa Ghanim Fadhallah. Bambang merupakan dosen di Departemen Teknologi Hasil Perairan, Akhiruddin adalah kepala Departemen Fisika, dan Esa Ghanim merupakan mahasiswa S-2 Teknologi Pascapanen IPB.

Mereka berhasil menciptakan teknologi tinggi antiradar dari bahan-bahan organik sederhana. Yaitu, tulang ikan dan cangkang udang. Bagi kebanyakan orang, dua bahan tersebut justru disisihkan dan dibuang ke tempat sampah.

Tapi, di tangan Bambang, Akhir, dan Esa, tulang ikan dan cangkang udang justru sangat berguna untuk menciptakan karya inovasi yang murah serta canggih.

Menurut Bambang, dua jenis bahan tersebut mengandung komposit chitosan dan hidroksiapatit yang mampu menyerap gelombang radar. Karena gelombang radar tidak memantul, kendaraan tempur yang menggunakan teknologi tersebut akan sulit dideteksi radar musuh.

Ditemui di kampus IPB, Selasa (14/10), Bambang mengakui bahwa temuan timnya bukanlah teknologi antiradar pertama yang berbahan organik. Sebelumnya, pada 2011, Tiongkok merilis penggunaan teknologi antiradar berbahan dasar gelatin.

’’Tapi, ketika kami teliti lebih lanjut, kemampuan gelatin yang berbahan dasar protein itu terbatas. Kami lalu mengganti bahannya dengan karbohidrat,’’ tuturnya.

Teknologi yang dikembangkan Bambang cs kini bakal memperkuat kemampuan persenjataan TNI. Bersama tim peneliti dari internal TNI, mereka akan mengembangkan teknologi tersebut agar kemampuannya makin tinggi dan penggunaannya semakin praktis.

Tim ITB tersebut awalnya tidak menyangka panglima TNI akan memberikan perhatian serius terhadap hasil penelitian mereka.

Mereka memang sengaja mengembangkan teknologi militer, namun sebatas untuk kepentingan penelitian. Tidak disangka, penelitian tersebut diketahui pihak militer dan mereka ditantang untuk mengaplikasikannya dalam sistem persenjataan TNI.

Inovasi tersebut semula merupakan bahan skripsi Esa saat masih menempuh S-1 di Jurusan Teknologi Hasil Perairan IPB pada 2011. Kala itu, Bambang dan Akhir menantang Esa untuk membuat penelitian skripsi yang terkait dengan militer, khususnya antiradar.

Di bawah bimbingan dua dosen tersebut, Esa mulai merancang penelitian yang sayangnya hasilnya kurang baik. Dia lalu mencoba lagi pada 2012 dengan bahan yang berbeda. Kali ini hasilnya dinilai cukup sukses, meski ada kekurangan di sana-sini.

Belum puas, mahasiswa 23 tahun itu pun mengajak Bambang dan Akhir berdiskusi untuk menyempurnakan karya tersebut. Ketiganya lalu memutuskan untuk mengembangkan lagi penelitian itu dengan bahan yang mengandung chitosan dan hidroksiapatit yang terdapat dalam tulang ikan serta cangkang udang.

Di luar dugaan, hasilnya cukup memuaskan. Dua bahan tersebut dianggap paling baik jika dibandingkan dengan bahan-bahan penelitian sebelumnya.

Di tengah rasa syukur itu, kendala muncul lagi. Esa tidak menemukan laboratorium yang cocok untuk menguji penelitian tersebut. Lagi-lagi, kendala infrastruktur menjadi problem. Hal itu diakui Akhiruddin.

Dosen 48 tahun tersebut menuturkan, infrastruktur penelitian di Indonesia masih sangat terbatas. Akibatnya, penelitian sering mandek di tengah jalan karena ketiadaan sarana-prasarana tersebut.

’’Kami selaku dosen hanya bisa membantu lewat networking,’’ tuturnya.

Tiga bulan lamanya mereka menjelajahi laboratorium sejumlah universitas di Indonesia. Termasuk di ITS dan ITB. Mereka tidak mendapatkan alat uji yang cocok untuk penelitian itu. Bila akhirnya tidak menemukannya juga, mereka berencana membawanya ke laboratorium di luar negeri.

Namun, akhirnya mereka menemukan yang dicari di laboratorium Universitas Indonesia (UI). ’’Awalnya kami tidak sampai kepikiran bahwa UI punya alat uji itu,’’ timpal Esa.

Dia amat girang penelitiannya bisa diuji di lab UI. Hasilnya pun langsung keluar dalam waktu sehari.

Penelitian tersebut menghasilkan prototipe teknologi antiradar. Berkat karya itu, Bambang cs lalu diminta mendaftar untuk melakukan presentasi di TNI. Rupanya, selain tim IPB, sudah ada 266 peneliti lain yang ikut kompetisi yang digagas TNI tersebut.

Tim Bambang mendapat jadwal terakhir untuk presentasi. ’’Karya-karya yang dipresentasikan luar biasa. Kami sempat minder melihatnya,’’ tutur Bambang.

Beberapa hari kemudian, telepon yang mengagetkan itu datang juga. Tim IPB diminta mempresentasikan teknologi antiradar tersebut di hadapan panglima TNI secepatnya.

Antara kaget dan tidak percaya, Bambang tidak langsung mengiyakan permintaan itu. Sebab, timnya butuh persiapan. Akhirnya, setelah mengebut selama seminggu untuk mempersiapkan diri, mereka tampil dengan peralatan plus bahan presentasi karya.

Kerja keras mereka tidak sia-sia. Panglima TNI mengapresiasi penelitian tersebut. ’’Beliau minta langsung uji coba di tank. Kami kaget lagi,’’ kenangnya.

Mereka kembali harus bekerja keras untuk merampungkan peralatan antiradar tersebut. Hasilnya cukup memuaskan.

Kini setelah karya mereka dinyatakan berhak meraih penghargaan, Bambang dkk tidak bisa berleha-leha. Pasalnya, mereka harus segera bekerja sama dengan tim Litbang TNI untuk mengembangkan teknologi tersebut agar lebih simpel dan praktis.

Salah satu faktor TNI mau menggunakan teknologi karya Bambang cs adalah biayanya yang terjangkau serta bahannya yang mudah didapatkan. Sebagai negara maritim, Indonesia tidak akan kekurangan bahan organik chitosan dan hidroksiapatit. TNI berencana memproduksi teknologi tinggi itu di PT Pindad (Perindustrian Angkatan Darat).

’’Kami tentu saja bangga penelitian kami dihargai setinggi itu,’’ tandas Bambang.(Bayu Putra/*/c5/ari)

  ★ JPNN  

Mahasiswa Ubaya rancang lampu berbahan benang jahit

Mahasiswa Ubaya rancang lampu berbahan benang jahitilustrasi Lampu dipancarkan ke langit dari Lapangan Trafalgar untuk memperingati 100 tahun pecahnya Perang Dunia I di London, Inggris, Senin (4/8). (ANTARA FOTO/REUTERS/Paul Hackett/ox/14.)

Mahasiswa Program Studi Desain Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya Juvens Urjel merancang lampu belajar, lampu meja, dan lampu dinding berbahan dasar benang jahit.

"Idenya dari Light Craff yang merupakan UKM di dekat Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya Barat yang menggeluti hiasan lampu berbentuk bola yang terbuat dari benang jahit," katanya di kampus setempat, Selasa.

Menurut dia, UKM itu juga sudah melakukan ekspor produk lampu benang itu. "Jadi, hal itu menandakan pasar/market produk ini sudah jelas dan diterima masyarakat luar negeri," katanya.

Oleh karena itu, alumni SMAK Carolus Surabaya itu pun berkreasi dengan bentuk yang berbeda dan ada sentuhan kayu sebagai pemanis untuk memberi "sentuhan lebih" pada "Light Craff" agar lebih berkembang.

"S-Tube Lamp adalah nama produk kreasi kami yang tetap mempertahankan konsep bahan dasar benang jahit. S-Tube Lamp terdiri dari tiga bentuk, yakni lampu belajar, lampu meja, dan lampu dinding," katanya.

Cara pembuatan diawali dengan membuat barisan benang jahit yang diletakkan di atas akrilik. Setelah jumlah barisan benang mencukupi kemudian diberi lem.

"Ditunggu sampai lem mengering, kemudian ditarik menjadi lembaran benang. Lembaran benang ini dibentuk sesuai dengan pola atau bentuk yang diinginkan," katanya.

Selanjutnya, pola yang ada dikaitkan dengan ornamen tambahan berupa penyangga lampu yang terbuat dari kayu. Kayu yang digunakan adalah kayu sisa peti kemas supaya biaya prosuksi minimal.

Kayu dibentuk dengan dipahat, lalu dilekatkan lampu benang yang sudah dibentuk dan akhirnya diberi instalasi lampu sekitar 5-10 what, sekaligus listriknya.

Dengan biaya produksi Rp 100 ribu per produk, ia optimistis produknya mampu bersaing di tengah maraknya handy craff lainnya. Juvens pun memasarkan produknya melalui social media.

Hampir sama dengan Juvens, Brian Wijaya dari jurusan yang sama dengannya, membuat kreasi tas dari bahan kulit. Mahasiswa asal Kota Malang ini memilih UKM Dewi Bralin dengan produknya olahan kulit sapi dan kerbau menjadi aksesoris bermotif Indian.

"Produk UKM Dewi Bralin yang berada di kawasan Buduran Sidoarjo itu berupa dompet, hand back, serta tas selempang," kata anak sulung dari pasangan Endy Wiyono dan Rinny Ratnawatie itu.

Brian pun mulai mengamati produk UKM Dewi Bralin yang hanya "segmented" kepada wanita, sehingga Brian menambahkan produk olahan kulit sapi dan kerbau dengan back pack (tas punggung) yang dapat dipakai kaum pria.

"MACOLE singkatan dari Masculine Cow Leather adalah nama produk buatan saya. Selain desain Indian bisa dikonsumsi pria dan wanita, saat ini pria sudah mulai banyak yang memperhatikan detail penampilan. Apa salahnya saya membuat tas ini untuk kaum saya," ulasnya.

Cara pengerjaan bahan kulit didapat dari UKM Dewi Bralin kemudian dibuat pola diatas kulit, digunting kemudian direkatkan dengan latex untuk menggabungkan bagian satu dengan yang lain. Setelah itu dilubangi pada bagian samping sebagai pemanis. Sedangkan untuk tali direkatkan menggunakan latex kemudian disambung dengan bagian lain dengan bantuan kancing mata itik. Setelah itu disulam.

"Karena ini produk kolaborasi antara UKM Dewi Bralin dan MACOLE, m Maka logo yang dipakai MACOLE sama seperti Dewi Bralin hanya saja bagian tengah ada penambahan," katanya.

  ★ antara  

Lomba Mobil Irit

21 October 2014

Indonesia Energy Marathon Challenge 2014Lomba Mobil Irit  INSTITUT Teknologi 10 November Surabaya (ITS) menargetkan cetak "hattrick" dalam lomba mobil hemat energi bertajuk "Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2014" di Sirkuit Kenjeran, Surabaya, 16-19 Oktober 2014, setelah menjadi Juara Umum pada 2012 dan 2013.

"ITS dalam IEMC 2014 menurunkan delapan tim yang bermain dalam semua kelas dan kategori dengan target mempertahankan gelar Juara Umum seperti dua kali IEMC sebelumnya," kata dosen Teknik Mesin ITS, Dr Bambang Arip Dwiyantoro ST MEng, di sela-sela uji coba lapangan oleh 68 tim di Sirkuit Kenjeran, Surabaya, Kamis (16/10) seperti dilansir Antara.

Dosen ITS yang juga Ketua Panitia IEMC 2014 itu menjelaskan, 68 tim dari 48 universitas se-Indonesia sebenarnya sudah mengalami perkembangan cukup bagus, bahkan tim dari Universitas Brawijaya (UB) Malang sudah berlatih di Sirkuit Kenjeran, Surabaya.

"Saat panitia melakukan geladi bersih di Kenjeran, ternyata mereka (tim UB Malang) sudah berlatih di Sirkuit Kenjeran, tapi tim lain yang berlatih di daerah juga tidak boleh diremehkan, seperti tim UI, ITB, UGM, USU, UMM," katanya.

Namun, katanya pula, tim ITS juga sudah melakukan persiapan maksimal, bahkan tim ITS menargetkan pemecahan rekor tahun lalu oleh UI yakni 1.000 kilometer per-liter untuk kelas bensin pada kategori prototipe.

"Yang membanggakan kami adalah peserta juga sudah menyebar hampir pada semua pulau di Tanah Air, di antaranya ada pendatang baru seperti Universitas Tadulako di Sulawesi dan Politeknik Madura," katanya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melibatkan universitas lain dalam kepanitiaan pada tahun ini, seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Teknologi Medan (ITM).

"Juri juga bukan cuma dari ITS, tapi ada dari ITB dan UB," katanya.

Pada hari pertama, Kamis (16/10), peserta hanya melakukan tur sirkuit lebih dulu, serta scrutinering and practice untuk uji coba kendaraan di lapangan. Selain itu, juga dilakukan technical meeting untuk seluruh peserta.

"Baru pada hari ke-2 (17/10) hingga hari ke-4 (19/10) akan dilakukan race untuk semua kategori dan kelas. Pemenang lomba akan diumumkan pada hari terakhir, yakni Minggu (19/10) mendatang," katanya.

Setiap peserta akan melakukan pengecekan dan uji coba lapangan sesuai dengan standar internasional "Shell Eco Marathon (SEM) Asia".

"Misalnya, lebar ban harus 8 sentimeter, sabuk pengaman harus ada lima pasang, ukuran tinggi dan panjang juga sudah diatur, lalu mereka melakukan uji coba lapangan yang berjarak 12 kilometer," katanya.

Pada saat lomba, katanya, setiap peserta diberi kesempatan melakukan lima kali race pada kategori dan kelas yang diikuti. Panitia berharap semua tim sebanyak 68 mobil dapat memanfaatkan kesempatan race yang ada, meski tahun lalu ada 20 persen yang gagal.

"Pada hari terakhir, panitia akan menghitung hasil dari lima kali race, nanti panitia akan memakai hasil paling tinggi, lalu dibandingkan dengan tim lain, maka peserta dengan nilai tertinggi akan menjadi pemenang," katanya.

IEMC 2014 diikuti 68 tim dari 48 universitas se-Indonesia yang beradu hemat energi di Sirkuit Kenjeran, Surabaya, 16-19 Oktober 2014. Selain ITS, peserta berasal dari ITB, UGM, UI, UPI, UNJ, PNJ, UB, Unnes, Unesa, USU, Unram, Unej, UMM, dan lainnya.

Rekor tahun lalu terpecahkan pada kategori prototipe untuk kelas bensin dari UI dengan hemat bensin hingga 1.000 kilometer per-liter, sedangkan kategori urban concept untuk kelas solar/diesel dari ITS dengan hemat hingga 200 kilometer per-liter.

Selain rekor kelas bensin dan solar/diesel, rekor kategori urban concept untuk kelas listrik dipecahkan mobil "Nogogeni" dari D3 Teknik Mesin ITS dengan penghematan hingga 150 kilometer per-kwh.


  Jurnas  

Mahasiswi Darmajaya ciptakan software pendeteksi flu burung

14 October 2014

Inovasi menciptakan software pendeteksi penyakit flu burung Mahasiswi Darmajaya ciptakan software pendeteksi flu burungMahasiswi Darmajaya Lampung, Bunga Vania, berhasil melakukan inovasi dengan menciptakan software pendeteksi penyakit flu burung.

Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika ini, di Bandarlampung, Senin, menjelaskan, perangkat lunak pendiagnosa flu burung yang dia ciptakan ini dibuat dengan menggunakan Program MATLAB R2008a.

Menurut Vania, melalui software buatannya ini, sistem secara otomatis mendeteksi kerusakan pankreas pada gambar yang diambil dari mikroskop digital.

"Virus H5N1 umumnya menyerang beberapa bagian organ utama pada unggas, terutama di bagian pankreas. Salah satu indikator unggas terinfeksi flu burung adalah adanya nekrosis atau kematian sel pada organ, dalam hal ini adalah pankreas. Software ini mampu membaca keberadaan nekrosis pada citra atau gambar di jaringan pankreas," jelasnya.

Mahasiswi yang lahir di Liwa Kabupaten Lampung Barat 22 tahun silam ini menambahkan, software itu bekerja dengan menerapkan operasi morfologi citra digital yang dapat mendeskripsikan bentuk suatu objek di dalam citra.

Ia menjelaskan lagi, untuk proses pendeteksian, pengguna terlebih dahulu menyimpan beberapa citra dari pengamatan jaringan pankreas ayam dengan mikroskop digital ke dalam komputer.

Kemudian citra-citra tersebut diinputkan ke dalam sistem untuk diproses menggunakan operasi morfologi citra digital. Operasi morfologi citra digital ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk suatu objek di dalam citra. Dalam hal ini bentuk yang dimaksud adalah daerah nekrosis pada citra jaringan pankreas.

Menurut dia, jika daerah nekrosis terdeteksi pada citra jaringan pankreas, maka sistem akan otomatis memberikan outline untuk memperjelas daerah nekrosisnya.

Selanjutnya hasil pendeteksian ini dapat dijadikan dasar untuk diagnosa flu burung.

Upaya untuk menghasilkan inovasi ini, putri pasangan dari Supoyo dan Tri Lestari ini mengaku menghabiskan waktu selama tiga bulan, dan mendapatkan banyak arahan dari Dr Ir Suhendro Yusuf Irianto MKom selaku dosen pembimbing.

Dia berharap software ini bisa menjadi alternatif bagi peneliti untuk mengamati kerusakan jaringan dalam rangka pengembangan ilmu patologi, khususnya penyakit flu burung.

"Kasus flu burung sempat menjadi momok bagi masyarakat Indonesia, karenanya dibutuhkan penanganan serius dalam mengantisipasi penyebaran virus yang ditularkan melalui unggas ini. Mudah-mudahan inovasi yang saya ciptakan dapat memberikan sumbangsih dalam penerapan pengolahan citra digital untuk memudahkan pengamatan kerusakan jaringan hewan, terutama pada unggas," ujar Bunga.

Kendati demikian, diakui Bunga, penelitian ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut, karena sampel yang dilakukan masih dalam skala kecil.

Menurutnya, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, dibutuhkan uji sampel yang lebih besar. Di samping itu, dapat pula disempurnakan dengan pendeteksian yang dibuat secara realtime dari sampel gambar mikroskop digital, ujarnya lagi.

Rektor IBI Darmajaya, Dr Andi Desfiandi SE MA, menyatakan, penelitian merupakan salah satu implementasi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, budaya penelitian terus dikembangkan di IBI Darmajaya dengan tujuan untuk menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik.

"Dengan penelitian ilmiah akan lahir temuan-temuan baru yang menarik perhatian kalangan civitas akademik ataupun publik. Lebih dari itu, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan bidang keilmuan yang diteliti. Karenanya, di sini kami senantiasa mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian dan menulis karya ilmiah," katanya.

Kasus flu burung atau Avian Influenza yang menghebohkan Indonesia disebabkan oleh Virus H5N1 dan diketahui sangat berbahaya karena bisa berakibat kematian pada unggas maupun manusia.(B014/F003)

  ★ Antara  

★ Alutsista TNI Akan Gunakan Teknologi Anti Radar

13 October 2014

Beautifully Deadly - Begitulah namanya jika dipadu dengan penemuan anti radar

Sebuah teknologi anti radar dikembangkan oleh TNI dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Teknologi ini diharapkan mampu memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.

Wakil Ketua Dewan Juri Lomba Inovasi TNI 2014, Avanti Fontana menjelaskan, teknologi ini diciptakan dengan menggunakan bahan dasar cangkang udang (chitosan) dan tulang ikan (hidroksiapatit). Adapun pengembangan teknologi ini telah dilakukan sejak 2011 lalu.

Menurut Ketua Umum Yayasan Planet Inovasi itu, sistem kerja utama alat itu yakni dengan menyerap pantulan gelombang frekwensi radar musuh yang dilayangkan ke alutsista milik TNI. Dengan diserapnya gelombang tersebut, maka musuh tak dapat mendeteksi kendaraan yang digunakan TNI dalam menjalankan operasinya.

“Inovasi ini jelas membantu meningkatkan peran dan tugas TNI,” kata Avanti disela-sela pemberian penghargaan Inovasi Panglimat TNI 2014 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (12/10/2014).

Pengembangan teknologi ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa IPB, yang terdiri dari Bambang Riyanto, Akhiruddin Maddu, dan Esa Ghanim Fadhallah.

Ketiga orang itu akhirnya didapuk menjadi salah satu tim pemenang dalam ajang Inovasi Panglima TNI 2014. Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun, mengapresiasi pengembangan teknologi tersebut. Ia meminta agar penelitian dan pengembangan teknologi itu dapat dipercepat sehingga dapat segera diaplikasikan di alutsista TNI.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan, TNI akan menggandeng PT Pindad dalam pengaplikasian teknologi ini. Di samping itu, TNI juga berencana agar teknologi ini dapat diproduksi secara masal. Meski demikian, ia mengatakan uji coba atas alat anti radar itu harus diuji coba terlebih dahulu di Badan Litbang TNI.


  Kompas  

Dorong Ekosistem Inovasi di Lingkungan TNI

Dorong Ekosistem Inovasi di Lingkungan TNI  Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko memberikan apresiasi kepada individu, tim, satuan militer dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan TNI serta individu, tim, organisasi non militer, yang menciptakan dan atau mengembangkan produk-produk inovatif. Panglima TNI juga mendorong tumbuh kembangnya ekosistem inovasi di lingkungan TNI dengan memperkuat kerja sama inter-sektoral, antar aktor inovasi serta memonitor implementasi kebijakan pimpinan TNI tentang inovasi.

“Pemberian penghargaan Panglima TNI Award 2014 kepada prajurit TNI dan lembaga publik di luar TNI ini merupakan upaya meningkatkan peran strategis Research and Development (R&D) di lingkungan TNI pada khususnya dan nasional pada umumnya,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko dalam keterangan pers sesaat sebelum acara pemberian penghargaan Inovasi Panglima TNI Award 2014 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (12/10) malam.

Panglima TNI mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu ajang pemberian penghargaan kreatifitas dan inovasi di lingkungan TNI. Penghargaan inovasi Panglima TNI (Panglima TNI Innovation Award) mengidentifikasi, mengenali, mengakui, dan mendiseminasi karya inovasi militer dan terkait yang berasal dari lingkungan TNI/luar lingkungan TNI, yang mencakup jenis inovasi teknologi dan inovasi pendekatan kemanusiaan serta inovasi sumber daya manusia (human-approach innovation, low-end innovation).

Jenderal Moeldono menegaskan bahwa acara tersebut dimaksudkan untuk mencari sumber-sumber inovasi baik di lingkungan TNI maupun di luar TNI, utamanya inovasi yang berkaitan dengan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI.

“Saya mau membangun tradisi baru di lingkungan TNI. Acara di Mabes TNI malam ini adalag berkumpul tiga marwah yakni marwah disiplin, teknologi serta seni dan budaya,” tegas Panglima TNI.

Moeldoko menjelaskan marwah disiplin menjadi kekuatan TNI, sedangkan marwah teknologi untuk semantiasa menghadirkan teknologi dan produk alutsista dalam negeri. Sementara itu, marwah seni dan budaya dihadirkan agar prajurit TNI memiliki cita rasa.

“Terpadunya disiplin, teknologi serta seni dan budaya menjadi kekuatan baru bagi TNI dan prajurit TNI,” tegas Panglima TNI.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai menyerahkan penghargaan kepada finalis inovasi Panglima TNI, menilai acara penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014 ini sangat baik dalam upaya mendorong inovasi Alutsista TNI dan alutsista non TNI. Menhan juga menilai acara tersebut sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Selain Menhan dan Panglima TNI, acara penghargaan inovasi Panglima TNI 2014 ini juga dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Marsetio, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI ida Bagus Putu Dunia, Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) Prof. Dr. Zuhal, dan para petinggi TNI. Pada kesempatan ini, menampilkan konser musik Iwan Fals, Fitri Carlina, Youbi Sister serta prajurit TNI dengan membawakan lagu berjudul Joged Komando.

Kepala Dinas Penerangan Umum (Kadispenum) Pusat Penerangan TNI, Kolonel Inf. Bernardus Robert, menambahkan peserta lomba terdiri dari 120 finalis lomba kreatifitas karya cipta teknologi (KCT) dan karya tulis ilmiah dalam lima tahun terakhir (2010-2014); 30 peserta produk Litbang unggulan TNI (2010-2014); peserta yang berasal dari lingkungan TNI di luar kategori tersebut yakni individu/tim dari organisasi/unit kerja/satuan kerja TNI yang telah berhasil menerjemahkan ide atau inisiatif inovasi hingga menjadi produk-produk inovasi sosial atau inovasi komunitas selama lima tahun terakhir (2010-2014). Selain itu, peserta individu/tim/organisasi di luar TNI yang telah berhasil menerjemahkan ide atau inisiatif menjadi produk-produk inovasi dalam lima tahun terakhir (2010-2014) yang bermanfaat bagi TNI.

Seleksi tahap I, tanggal 18 Agustus sampai 20 September 2014, dengan kegiatan pendaftaran peserta, koleksi naskah/dokumen, dan verifikasi dokumen. Seleksi tahap II, tanggal 1 sampai 3 Oktober 2014 dilaksanakan di Pusdiklat PNS Mabes TNI, Jati Makmur. Pada tahap ini sudah terseleksi menjadi 38 karya, dengan perincian 13 karya dari TNI AD, 7 karya dari TNI AL, dan 18 karya dari TNI AU. Kemudian dilanjutkan seleksi oleh Dewan Juri pada tanggal 6-7 Oktober 2014.

Bernardus Robert menjelaskan jenis penghargaan inovasi Panglima TNI yaitu tiga penghargaan inovasi TNI Alutsista TNI, tiga penghargaan inovasi TNI Non Alutsista, dua penghargaan inovasi (Ko-Inovasi) TNI dan Pemerintah Daerah, dua penghargaan inovasi (Ko-Inovasi) TNI dan individu/tim/organisasi/lembaga publik di luar TNI.


  jurnas  



10 Penerima Penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014

Panglima Inovatioan Award 2014 Percobaan Bom BT 500

Sebanyak sepuluh peserta menerima penghargaan inovasi Panglima TNI 2014 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (12/10) malam. Penghargaan diberikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia.

 Penerima penghargaan inovasi Panglima TNI tahun 2014 meliputi: 

♞ Pertama, kategori Inovasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI Angkatan Darat diberikan kepada Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat, dengan inovasi tentang Rancang Bangun Senjata Dopper.

♞ Kedua, penghargaan untuk Kategori Inovasi Alutta TNI Angkatan Laut diberikan kepada Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut, dengan mata inovasi tentang Pembuatan Prototipe Swamp Boat.

♞ Ketiga, penghargaan untuk Kategori Inovasi Alutsista TNI Angkatan Udara diberikan kepada Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara, dengan inovasi tentang Pembuatan Bom Tajam BT-500 untuk Pesawat Standar NATO.

♞ Keempat, penghargaan untuk Kategori Inovasi Non-Alutta TNI Angkatan Darat diberikan kepada Kapten Ctp. Edi Nursantosa, S.Si., M.Sc dengan Inovasi tentang Pendekatan Indeks Vegetasi Citra Satelit Penginderaan Jarak Jauh untuk Mendeteksi Samaran Pasukan di Medan Tertutup.

♞ Kelima, penghargaan untuk Kategori Inovasi Non-Alutsista TNI Angkatan LautPenghargaan diberikan kepada Kolonel Laut (T) Abdul Rahman, S.T., M.T., dan Tim dengan inovasi tentang Rancang Bangun Pos Angkatan Laut Mandiri Energi Guna Meningkatkan Fasilitas Pangkalan di Lokasi Terpencil.

♞ Keenam, penghargaan untuk Kategori Inovasi Non-Alutta TNI Angkatan Udara diberikan kepada Kapten Lek Ramayuda Rahmad, S.T., dan Tim dengan inovasi tentang Server DEPOHAR 40 sebagai Integrator Jaring Komunikasi dalam Mewadahi Jaringan C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance). Penerima Penghargaan adalah DANSATHAR 42 DEPOHAR 40 Lanud Sulaiman.

♞ Ketujuh, penghargaan untuk Kategori Inovasi Partisipasi Masyarakat diberikan kepada Bambang Riyanto, S.Pi., M.Si., Dr. Akhiruddin Maddu, S.Si., M.Si., dan Esa Ghanim Fadhallah dengan Inovasi tentang Material Organik Penyerap Gelombang Radar dari Komposit Penyerap Chitosan-Hidroksiapatit untuk Aplikasi Militer Modern. Penerima Penghargaan adalah Bambang Riyanto, S.Pi., M.Si.

♞ Kedelapan adalah penghargaan untuk Kategori Inovasi Partisipasi Organisasi Publik diberikan kepada Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia dengan inovasi Siaran Suara Perbatasan RRI.

♞ Kesembilan, penghargaan untuk Kategori Inovasi Partisipasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota diberikan kepada Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah pendukung tugas pokok dan fungsi TNI di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tentangga Republik Demokratik Timor Leste di daerah Atambua, Nusa Tenggara Timur. Penerima Penghargaan adalah Penjabat Bupati Belu, Drs. Wellem Foni, M.Si.

♞ Terakhir, penghargaan untuk Kategori Inovasi Partisipasi Pemerintah Daerah Provinsi diberikan kepada Provinsi Kalimantan Timur sebagai Kontribusi dan partisipasi Pemerintah Daerah untuk mendukung tugas pokok dan fungsi TNI sekaligus sebagai daerah ketahanan pangan di wilayah Kalimantan Timur. Penerima Penghargaan adalah Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Awang Faroek Ishak.

Sementara itu, Dewan Juri Penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014 terdiri dari Ketua Dewan Juri, Dr. Ninok Leksono, MA (Anggota Komite Inovasi Nasional, Rektor Universitas Multimedia Nusantara dan Redaktur Senior Kompas); Wakil Ketua, Avanti Fontana, Ph.D., C.F., C.C. (Dosen Strategi dan Manajemen Inovasi Universitas Indonesia, Tim Pendiri dan Ketua Umum Yayasan Planet Inovasi) serta delapan anggota tim juri yakni Dr. H. Dadang Solihin, SE, MA (Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Bappenas); Prof. Dr. Idzam Fautanu (Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Tim Pendiri Yayasan Planet Inovasi); Prof. Dr. Ir. Indratmo Soekarno, M.Sc. (Guru Besar Bidang Rekayasa Air, Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung, Tim Pendiri Yayasan Planet Inovasi); Dr. Ir. Iwan Sudrajat, MSEE (Direktur Pusat Pengkajian Kebijakan Difusi Teknologi/PPKDT, BPPT); Dr. Lily Sudhartio (Dosen Strategi dan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia); Luky A Yusgiantoro, Ph.D. (SKK Migas, Tim Pendiri Yayasan Planet Inovasi); Prof. Dr. Mohammad Nasikin (Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Pakar Rekayasa Reaksi Kimia dan Katalis untuk Sintesis Produk Baru, Ketua Laboratorium Rekayasa Produk Kimia dan Bahan Alam); dan Sandiaga Salahuddin Uno, MBA (Pendiri dan Pengusaha, Saratoga Investama Sedaya).

  jurnas  

Pakai Motor Listrik, Jarak Tempuh 200 Km Paling Mahal Cuma Rp 9.000

11 October 2014

//images.detik.com/content/2014/10/10/1034/153352_betrix.jpgBanyak eksperimen yang menunjukkan menggunakan kendaraan bermotor roda dua bertenaga listrik sangat hemat. Menurut pihak PT PLN (Persero), dengan motor listrik, jarak 200 km hanya butuh biaya Rp 9.000.

"Motor atau mobil listrik itu bahan bakarnya sangat-sangat murah, sekali isi baterai, kendaraan bisa menempuh jarak ratusan kilo meter," kata Manajer Senior Komunikasi Korporat PT PLN Bambang Dwiyanto ditemui detikFinance di acara Pameran Inovasi PLN di Kantor PLN Pusat, Jumat (10/10/2014).

Bambang mencontohkan, seperti sepeda motor buatan Mario Rivaldi dengan merek Betrix, sekali charger (isi baterai) selama 2 jam, sudah dapat menumpuh jarak 200 Km.

"Listrik yang dibutuhkan hanya 7-8 kWh saja, dengan harga listrik keekonomian atau tanpa disubsidi sekalipun hanya habis Rp 9.000," ungkapnya.

Bambang menambahkan, bila kendaraan listrik makin banyak di jalan tentunya akan sangat membantu pemerintah khususnya dalam mengurangi subsidi BBM.

"Bayangkan hanya Rp 9.000 sekali charger, sudah bisa tempuh 200 km, tanpa subsidi lagi, kalau pakai BBM? 1 liter bisa tempuh misalnya 20 km artinya sama dengan 10 liter BBM kali sekarang harga BBM subsudi Rp 6.500 sudah menghabiskan Rp 65.000 apalagi kalau non subsidi Rp 12.000/ liter habis Rp 120.000 untuk 200 km pakai motor listrik hanya Rp 9.000 saja," ungkapnya.

Bambang menambahkan untuk masalah pasokan listrik PLN sangat siap, sementara industri yang menyediakan SPBU-nya sudah ada pihak swasta yang siap menyediakan.

"PLN siap sama penyediaan listriknya, kendaraanya seperti ini (motor listrik Betrix) sudah ada, mobil listrik juga sudah ada bahkan PLN sudah menggunakan di beberapa tempat untuk operasional," tutupnya.(rrd/hen)


  detik  

Juara Pameran Inovasi PLN

//images.detik.com/content/2014/10/10/1034/184007_bydadandalam.jpgPerwakilan dari PT Indonesia Power menjadi juara Pameran Inovasi PLN. Produk yang berhasil jadi juara adalah governor control generator.

Manajer Teknologi dan Litbang Indonesia Power Mohammad Soleh mengatakan, alat ini digunakan untuk mengendalikan beban pembangkit listrik dan mengatur aliran air serta mengatur daya listrik yang dikeluarkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

"Alat ini sudah diterapkan di tiga unit PLTA kecil-kecil di Jateng," katanya ditemui detikFinance di Kantor PLN Pusat, Jumat (10/10/2014).

Pihaknya akan kembali memasang alat ini sebanyak tiga unit lagi tahun depan. Menurut Soleh, keuntungan dari alat ini adalah penghematan biaya.

Produk yang sejenis sudah tidak diproduksi, kalaupun tersedia harganya mahal. Indonesia Power membuat sendiri alat ini sekitar kebutuhan biayanya jauh lebih murah.

Namun sayang ia tidak merinci berapa penghematan yang bisa diambil dari membangun alat ini. "Biayanya ini jauh lebih murah, sekitar puluhan juta (rupiah). Ini untuk kemandirian, jadi tidak memakai perangkat komersial," ujarnya.

Hari ini PLN menggelar Pameran Inovasi di kantor pusatnya. Banyak produk kelistrikan unik hadir di cara ini, seperti drone hingga motor listrik.(ang/ang)


  detik  

Motor Listrik Hingga Robot Buatan Karyawan PLN

08 October 2014

Inovasi Anak BangsaPT PLN (Persero) menggelar pameran dan beberapa seminar kelistrikan. Acara ini sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional ke-69, yang jatuh pada 27 Oktober 2014 mendatang.

Acara yang dinamakan KNIFE (Knowledge, Norm Discussion Form, Inovation Contest, Festival, and Exhibition) ini digelar selama 3 hari, 8-11 Oktober 2014 di Kantor Pusat PLN, Jl Trunojoyo, Blok M, Jakarta.

"Hari pertama ada knowledge sharing, diskusi panel soal CNG, dan smart greeting yang akan dibawakan dari tamu kita dari Amerika Serikat, ITB dan juga teman kita dari PLN," kata Ketua Panitia KNIFE, Satri Palanu di kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (8/10/2014).

Dia juga menyebut, pameran dihadiri oleh 29 peserta, yang memamerkan semua karya inovasi PLN dan anak usaha PLN yang telah melewati beberapa proses penjurian dan pengujian.

"Semua karya-karya terbaik dari teman-teman PLN," tuturnya.

Di hari kedua, lanjut Satri, juga diadakan perlombaan inovasi yang diikuti oleh karyawan PLN dari Sabang sampai Merauke. Peserta lomba menurut Satri terdiri dari 45 karya inovasi dari para pegawai PLN yang berpotensi.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta. Dia mengatakan, apa yang sudah dihasilkan dari inovasi-inovasi ini bisa dibuat secara massal. Karena menurutnya, apa artinya inovasi jika tak diproduksi secara massal.

"Saya harap ini bisa diproduksi massal. Apakah nanti akan digunakan untuk PLN atau di luar PLN," kata Gusti.

Dari pengamatan detikFinance, dipamerkan hasil karya inovasi PLN seperti helikopter untuk mengontrol jaringan transmisi yang dinamai quadkopter, lalu motor listrik, robot, meteran listrik, dan beberapa karya inovasi lainnya.


Foto: Quadkopter (Zulfi-detikFinance)


  detik  


 

Populer