Pages

Showing posts with label Aplikasi. Show all posts
Showing posts with label Aplikasi. Show all posts

Mahasiswi Darmajaya ciptakan software pendeteksi flu burung

14 October 2014

Inovasi menciptakan software pendeteksi penyakit flu burung Mahasiswi Darmajaya ciptakan software pendeteksi flu burungMahasiswi Darmajaya Lampung, Bunga Vania, berhasil melakukan inovasi dengan menciptakan software pendeteksi penyakit flu burung.

Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika ini, di Bandarlampung, Senin, menjelaskan, perangkat lunak pendiagnosa flu burung yang dia ciptakan ini dibuat dengan menggunakan Program MATLAB R2008a.

Menurut Vania, melalui software buatannya ini, sistem secara otomatis mendeteksi kerusakan pankreas pada gambar yang diambil dari mikroskop digital.

"Virus H5N1 umumnya menyerang beberapa bagian organ utama pada unggas, terutama di bagian pankreas. Salah satu indikator unggas terinfeksi flu burung adalah adanya nekrosis atau kematian sel pada organ, dalam hal ini adalah pankreas. Software ini mampu membaca keberadaan nekrosis pada citra atau gambar di jaringan pankreas," jelasnya.

Mahasiswi yang lahir di Liwa Kabupaten Lampung Barat 22 tahun silam ini menambahkan, software itu bekerja dengan menerapkan operasi morfologi citra digital yang dapat mendeskripsikan bentuk suatu objek di dalam citra.

Ia menjelaskan lagi, untuk proses pendeteksian, pengguna terlebih dahulu menyimpan beberapa citra dari pengamatan jaringan pankreas ayam dengan mikroskop digital ke dalam komputer.

Kemudian citra-citra tersebut diinputkan ke dalam sistem untuk diproses menggunakan operasi morfologi citra digital. Operasi morfologi citra digital ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk suatu objek di dalam citra. Dalam hal ini bentuk yang dimaksud adalah daerah nekrosis pada citra jaringan pankreas.

Menurut dia, jika daerah nekrosis terdeteksi pada citra jaringan pankreas, maka sistem akan otomatis memberikan outline untuk memperjelas daerah nekrosisnya.

Selanjutnya hasil pendeteksian ini dapat dijadikan dasar untuk diagnosa flu burung.

Upaya untuk menghasilkan inovasi ini, putri pasangan dari Supoyo dan Tri Lestari ini mengaku menghabiskan waktu selama tiga bulan, dan mendapatkan banyak arahan dari Dr Ir Suhendro Yusuf Irianto MKom selaku dosen pembimbing.

Dia berharap software ini bisa menjadi alternatif bagi peneliti untuk mengamati kerusakan jaringan dalam rangka pengembangan ilmu patologi, khususnya penyakit flu burung.

"Kasus flu burung sempat menjadi momok bagi masyarakat Indonesia, karenanya dibutuhkan penanganan serius dalam mengantisipasi penyebaran virus yang ditularkan melalui unggas ini. Mudah-mudahan inovasi yang saya ciptakan dapat memberikan sumbangsih dalam penerapan pengolahan citra digital untuk memudahkan pengamatan kerusakan jaringan hewan, terutama pada unggas," ujar Bunga.

Kendati demikian, diakui Bunga, penelitian ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut, karena sampel yang dilakukan masih dalam skala kecil.

Menurutnya, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, dibutuhkan uji sampel yang lebih besar. Di samping itu, dapat pula disempurnakan dengan pendeteksian yang dibuat secara realtime dari sampel gambar mikroskop digital, ujarnya lagi.

Rektor IBI Darmajaya, Dr Andi Desfiandi SE MA, menyatakan, penelitian merupakan salah satu implementasi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menurutnya, budaya penelitian terus dikembangkan di IBI Darmajaya dengan tujuan untuk menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik.

"Dengan penelitian ilmiah akan lahir temuan-temuan baru yang menarik perhatian kalangan civitas akademik ataupun publik. Lebih dari itu, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan bidang keilmuan yang diteliti. Karenanya, di sini kami senantiasa mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian dan menulis karya ilmiah," katanya.

Kasus flu burung atau Avian Influenza yang menghebohkan Indonesia disebabkan oleh Virus H5N1 dan diketahui sangat berbahaya karena bisa berakibat kematian pada unggas maupun manusia.(B014/F003)

  ★ Antara  

Aplikasi bencana mahasiswa UGM raih Global Winner

03 July 2014

Aplikasi bencana mahasiswa UGM raih Global WinnerPendiri Google Sergey Brin berpose menggunakan kacamata Google Glass sebelum peragaan busana Diane von Furstenberg untuk koleksi Musim Semi/Panas 2013 dalam New York Fashion Week, Minggu (9/9). Peragaan tersebut juga menjadi ajang peluncuran produk Google terbaru "Glass by Google".(REUTERS/Carlo Allegri)
Aplikasi bencana karya mahasiswa Universitas Gadjah Mada meraih penghargaan Global Winner dalam kompetisi aplikasi yang diadakan Bank Dunia di London, Inggris.

"Aplikasi Quick Disaster itu dikembangkan lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM)," kata Project Manager "Quick Disaster" Daniel Oscar Baskoro di Yogyakarta, Rabu.

Selain Daniel Oscar Baskoro, mahasiswa pengembang aplikasi "Quick Disaster" itu adalah Zamahsyari, Bahrunnur, Sabrina Woro Anggraini, dan Maulana Rizki Aditama.

Menurut Oscar, aplikasi "Quick Disaster" merupakan aplikasi untuk mengantisipasi bencana alam yang dikembangkan pada "wearable devices" Google Glass dan kini sudah pada tahap pengembangan versi 2.0.

"Dengan menggunakan aplikasi Quick Disaster, pengguna akan mendapatkan tiga bagian informasi penting tentang bencana," katanya.

Ia mengatakan bagian pertama adalah sebelum bencana yang menampilkan informasi riwayat bencana suatu daerah. Bagian kedua adalah saat bencana yang menampilkan informasi solusi ketika terjadi bencana.

Bagian ketiga adalah pascabencana yang menampilkan informasi rehabilitasi dengan fitur integrasi foto pengguna pada daerah bencana dengan media sosial.

Menurut dia, peserta kompetisi aplikasi berasal dari seluruh negara di dunia. Tim "Quick Disaster" berhasil melewati proses kompetisi setelah diseleksi awal terpilih sepuluh besar, dan kemudian terpilih menjadi Global Winner.

"Dewan juri pada kompetisi itu terdiri atas sembilan orang yang merupakan kalangan profesional dari berbagai bidang ilmu pengetahuan," katanya.

Ia mengatakan terpilihnya "Quick Disaster" meraih Global Winner merupakan hal yang luar biasa dan membanggakan.

"Proses riset yang kami lakukan di kampus ternyata dapat membuahkan hasil dan menunjukkan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di tingkat dunia," katanya.(*)

  Antara  
 

Populer