Pages

Showing posts with label TNI. Show all posts
Showing posts with label TNI. Show all posts

Bukan Perjalanan Biasa

14 October 2014

Joy Ride Tank Leopard http://img.surabayanews.co.id/2014/10/08/HUT-TNI-ke-69--TNI-AD-Gelar-Pawai-Alutsista-dan-Ajak-Masyarakat-Naik-Tank-Bersama_700x357.jpgPerjalanan Trans Java MBT Leopard 2 dan kawan-kawan dari Surabaya menuju Jakarta dan Bandung bukanlah perjalanan biasa. Dari perhelatan akbar HUT TNI di Surabaya tanggal 7 Oktober 2014 yang lalu konvoi alutsista paling populer itu mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat luas yang dilewatinya. Di Sragen, Solo, Yogya dan Semarang tempat dimana khafilah alutsista TNI AD itu “diberhentikan sejenak”, maka ribuan masyarakat mengelu-elukannya bak seorang artis pujaan. Ya, tak berlebihan kiranya sosok yang bernama Leopard 2 itu menjadi pusat kerumunan, pusat kebanggaan sekaligus pusat perdokumentasian berbagai posisi foto yang kemudian disiarluaskan melalui media sosial.

Perjalanan ini adalah sebuah pembuktian pertanggungjawaban dan sosialisasi, makanya disebut bukan perjalanan biasa. Rombongan 4 Leopard2, berikut Marder dan APC M114 sebagai bagian pertanggungjawaban dari pengadaan 103 tank gede banget made in Jerman itu. Untuk diperlihatkan kepada segala lapisan masyarakat sekaligus sosialisasi bahwa kehadiran alat tempur utama ini tidak merusak jalan, tidak mengalami ambles rute jalan yang dilewatinya sebagaimana yang ditiupkan oleh angin opini dengki selama ini.

Ketika melewati jalur jalan raya paling bergengsi di tanah air, pantura Jawa mulai dari Semarang sampai Cirebon, begitu banyak khalayak yang terkesima, kagum dan bangga dengan iringan kendaraan lapis baja yang diangkut dengan truk transporter beroda puluhan. Artinya kampanye tanpa orasi itu secara lahiriyah dan bathiniyah berhasil dikumandangkan sekaligus mematahkan argumentasi “jamaah amblesiyah” yang awalnya selalu gembar-gembor bahwa kucing hutan besi ini akan merusak jalan yang dilalui dan membuat kerusakan besar alias ambles.

Sekarang ini banyak opini yang menjadi sendok pembenaran untuk dipaksa disodorkan ke mulut masyarakat berdasarkan kepentingan bisnis, kepentingan politik dan kepentingan “bank saku” (jangan salah sebut, bukan bangsaku). Salah satunya ya tentang Main Battle Tank ini. Makanya jalan-jalan pulang ke home base-nya sengaja diperlihatkan kepada khalayak ini loh barang yang diopinikan akan membuat kerusakan besar di jalan, ternyata tak ada masalah kan.

Yang menarik perjalanan ini juga mendapatkan nilai lebih lainnya seperti kata pepatah, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Sambutan masyarakat yang luar biasa hebatnya memberikan apresiasi tersendiri bahwa sesungguhnya rakyat bangsa ini sangat membanggakan tentara dan alutsistanya. Ini tak bisa terbantahkan meski puluhan LSM oposisi memberikan opini tandingan dengan sejuta argumentasi. Kehadiran rombongan alutsista TNI AD maupun komentar sekitar perhelatan akbar HUT TNI kemarin di Surabaya memberikan spirit buat tentara pengawal republik bahwa kalian sesungguhnya dibanggakan dan dielu-elukan oleh rakyat bangsa ini sebagai benteng NKRI yang menjaga amanah kedaulatan dan harga diri bangsa.

Perkuatan alutsista adalah keniscayaan yang harus terus menerus dilakukan, meski pemerintahan berganti figur. Kita tidak boleh lengah apalagi sampai mengurangi atau bahkan menghentikan program perkuatan tentara dan senjatanya. Karena ini adalah “fardhu kifayah” bagi pemerintahan selanjutnya. Jika tidak dilaksanakan maka boleh jadi ibu pertiwi akan menangis dan berucap lantang: “memang kalian ini anak tak tahu diuntung, jangan sampai kalian kualat sama merah putih”.
****
Jagvane / 13 Okt 2014


http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2014/10/image243.jpg
[Reso/JKGR]
http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2014/10/image242.jpg
[Reso/JKGR]

  analisisalutsista  

Rapor Kemhan Kabinet Indonesia Bersatu II 2009-2014

13 October 2014

Masa tugas Kabinet Indonesia Bersatu jilid II tinggal seminggu lagi. Kementrian Pertahanan selaku salah satu lembaga di Kabinet Indonesia Bersatu, boleh dibilang cukup berhasil dalam program kerjanya selama 5 tahun terakhir. Bagaimana tidak, dalam 5 tahun terakhir terjadi perkembangan sangat signifikan di bidang Alutsista dan Anggaran. Dan artikel disini kali ini kami batasi hanya dalam bidang perkembangan alutsista saja. Dalam bidang pengembangan postur pertahanan, Kemenhan telah mencanangkan Program Minumum Essensial Forces yang dibagi dalam 3 tahap hingga 2024. Di tahap pertama ini, program MEF Kemenhan bisa dibilang melebihi target. Dari data yang ARC dapatkan, terlihat dari 24 kegiatan prioritas dengan pendanaan luar negeri, sebanyak 5 kegiatan selesai, 8 dalam proses produksi, 9 kegiatan tahap pengiriman, dan dalam proses ada 2 kegiatan. 8 kegiatan diantaranya selesai usai oktober 2014. Selengkapnya lihat tabel dibawah. Namun demikian, ada pula beberapa alutsista yang hingga kini masih dicarikan pinjaman. Diantaranya soal pengadaan Panser BTR-4, satu baterai MLRS 122mm, Kapal layar latih serta heli AKS.

Dalam beberapa kegiatan pengadaan, Kemenhan justru melebihi target yang dicanangkan dalam MEF 1. Diantaranya adalah pengadaan MBT dimana awalnya hanya menargetkan 44 unit, namun bisa didapat hingga 164 unit (Leopard dan Marder), lalu pengadaan heli serang Fennec dimana awalnya dianggarkan hanya 8 unit, namun ternyata bisa terbeli hingga 12 unit. Dan pengadaan lainnya seperti dalam tabel dibawah ini. 
Selain itu ada pula program dengan pembiayaan On Top, seperti pengadaan heli Serang Apache, 24 Unit F-16, serta pengadaan pesawat angkut Hercules eks Australia. Pengadaan dengan skema On top ini guna mengakselerasi kekuatan pertahanan TNI.

Selain pembelian dari luar, Kemenhan juga memberdayakan perindustrian pertahanan nasional melalui Pendanaan dalam negeri. Diantara alutsista itu adalah Panser Anoa, Platform KCR-40 dan 60, kapal angkut tank hingga CN-235 MPA.
Meski belum sempurna, prestasi ini memang layak kita acungi jempol. Dalam tahap pertama saja, sudah demikian majunya persenjataan TNI.

Semoga saja program ini dilanjutkan pada kabinet pemerintahan berikutnya. Terima kasih pak Purnomo dan pak Sjafrie.



  ARC  

★ Alutsista TNI Akan Gunakan Teknologi Anti Radar

Beautifully Deadly - Begitulah namanya jika dipadu dengan penemuan anti radar

Sebuah teknologi anti radar dikembangkan oleh TNI dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Teknologi ini diharapkan mampu memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI.

Wakil Ketua Dewan Juri Lomba Inovasi TNI 2014, Avanti Fontana menjelaskan, teknologi ini diciptakan dengan menggunakan bahan dasar cangkang udang (chitosan) dan tulang ikan (hidroksiapatit). Adapun pengembangan teknologi ini telah dilakukan sejak 2011 lalu.

Menurut Ketua Umum Yayasan Planet Inovasi itu, sistem kerja utama alat itu yakni dengan menyerap pantulan gelombang frekwensi radar musuh yang dilayangkan ke alutsista milik TNI. Dengan diserapnya gelombang tersebut, maka musuh tak dapat mendeteksi kendaraan yang digunakan TNI dalam menjalankan operasinya.

“Inovasi ini jelas membantu meningkatkan peran dan tugas TNI,” kata Avanti disela-sela pemberian penghargaan Inovasi Panglimat TNI 2014 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (12/10/2014).

Pengembangan teknologi ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa IPB, yang terdiri dari Bambang Riyanto, Akhiruddin Maddu, dan Esa Ghanim Fadhallah.

Ketiga orang itu akhirnya didapuk menjadi salah satu tim pemenang dalam ajang Inovasi Panglima TNI 2014. Panglima TNI Jenderal Moeldoko pun, mengapresiasi pengembangan teknologi tersebut. Ia meminta agar penelitian dan pengembangan teknologi itu dapat dipercepat sehingga dapat segera diaplikasikan di alutsista TNI.

Terpisah, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan, TNI akan menggandeng PT Pindad dalam pengaplikasian teknologi ini. Di samping itu, TNI juga berencana agar teknologi ini dapat diproduksi secara masal. Meski demikian, ia mengatakan uji coba atas alat anti radar itu harus diuji coba terlebih dahulu di Badan Litbang TNI.


  Kompas  

Dorong Ekosistem Inovasi di Lingkungan TNI

Dorong Ekosistem Inovasi di Lingkungan TNI  Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko memberikan apresiasi kepada individu, tim, satuan militer dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan TNI serta individu, tim, organisasi non militer, yang menciptakan dan atau mengembangkan produk-produk inovatif. Panglima TNI juga mendorong tumbuh kembangnya ekosistem inovasi di lingkungan TNI dengan memperkuat kerja sama inter-sektoral, antar aktor inovasi serta memonitor implementasi kebijakan pimpinan TNI tentang inovasi.

“Pemberian penghargaan Panglima TNI Award 2014 kepada prajurit TNI dan lembaga publik di luar TNI ini merupakan upaya meningkatkan peran strategis Research and Development (R&D) di lingkungan TNI pada khususnya dan nasional pada umumnya,” kata Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko dalam keterangan pers sesaat sebelum acara pemberian penghargaan Inovasi Panglima TNI Award 2014 di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (12/10) malam.

Panglima TNI mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu ajang pemberian penghargaan kreatifitas dan inovasi di lingkungan TNI. Penghargaan inovasi Panglima TNI (Panglima TNI Innovation Award) mengidentifikasi, mengenali, mengakui, dan mendiseminasi karya inovasi militer dan terkait yang berasal dari lingkungan TNI/luar lingkungan TNI, yang mencakup jenis inovasi teknologi dan inovasi pendekatan kemanusiaan serta inovasi sumber daya manusia (human-approach innovation, low-end innovation).

Jenderal Moeldono menegaskan bahwa acara tersebut dimaksudkan untuk mencari sumber-sumber inovasi baik di lingkungan TNI maupun di luar TNI, utamanya inovasi yang berkaitan dengan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI.

“Saya mau membangun tradisi baru di lingkungan TNI. Acara di Mabes TNI malam ini adalag berkumpul tiga marwah yakni marwah disiplin, teknologi serta seni dan budaya,” tegas Panglima TNI.

Moeldoko menjelaskan marwah disiplin menjadi kekuatan TNI, sedangkan marwah teknologi untuk semantiasa menghadirkan teknologi dan produk alutsista dalam negeri. Sementara itu, marwah seni dan budaya dihadirkan agar prajurit TNI memiliki cita rasa.

“Terpadunya disiplin, teknologi serta seni dan budaya menjadi kekuatan baru bagi TNI dan prajurit TNI,” tegas Panglima TNI.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro usai menyerahkan penghargaan kepada finalis inovasi Panglima TNI, menilai acara penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014 ini sangat baik dalam upaya mendorong inovasi Alutsista TNI dan alutsista non TNI. Menhan juga menilai acara tersebut sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Selain Menhan dan Panglima TNI, acara penghargaan inovasi Panglima TNI 2014 ini juga dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Marsetio, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI ida Bagus Putu Dunia, Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) Prof. Dr. Zuhal, dan para petinggi TNI. Pada kesempatan ini, menampilkan konser musik Iwan Fals, Fitri Carlina, Youbi Sister serta prajurit TNI dengan membawakan lagu berjudul Joged Komando.

Kepala Dinas Penerangan Umum (Kadispenum) Pusat Penerangan TNI, Kolonel Inf. Bernardus Robert, menambahkan peserta lomba terdiri dari 120 finalis lomba kreatifitas karya cipta teknologi (KCT) dan karya tulis ilmiah dalam lima tahun terakhir (2010-2014); 30 peserta produk Litbang unggulan TNI (2010-2014); peserta yang berasal dari lingkungan TNI di luar kategori tersebut yakni individu/tim dari organisasi/unit kerja/satuan kerja TNI yang telah berhasil menerjemahkan ide atau inisiatif inovasi hingga menjadi produk-produk inovasi sosial atau inovasi komunitas selama lima tahun terakhir (2010-2014). Selain itu, peserta individu/tim/organisasi di luar TNI yang telah berhasil menerjemahkan ide atau inisiatif menjadi produk-produk inovasi dalam lima tahun terakhir (2010-2014) yang bermanfaat bagi TNI.

Seleksi tahap I, tanggal 18 Agustus sampai 20 September 2014, dengan kegiatan pendaftaran peserta, koleksi naskah/dokumen, dan verifikasi dokumen. Seleksi tahap II, tanggal 1 sampai 3 Oktober 2014 dilaksanakan di Pusdiklat PNS Mabes TNI, Jati Makmur. Pada tahap ini sudah terseleksi menjadi 38 karya, dengan perincian 13 karya dari TNI AD, 7 karya dari TNI AL, dan 18 karya dari TNI AU. Kemudian dilanjutkan seleksi oleh Dewan Juri pada tanggal 6-7 Oktober 2014.

Bernardus Robert menjelaskan jenis penghargaan inovasi Panglima TNI yaitu tiga penghargaan inovasi TNI Alutsista TNI, tiga penghargaan inovasi TNI Non Alutsista, dua penghargaan inovasi (Ko-Inovasi) TNI dan Pemerintah Daerah, dua penghargaan inovasi (Ko-Inovasi) TNI dan individu/tim/organisasi/lembaga publik di luar TNI.


  jurnas  



10 Penerima Penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014

Panglima Inovatioan Award 2014 Percobaan Bom BT 500

Sebanyak sepuluh peserta menerima penghargaan inovasi Panglima TNI 2014 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (12/10) malam. Penghargaan diberikan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia.

 Penerima penghargaan inovasi Panglima TNI tahun 2014 meliputi: 

♞ Pertama, kategori Inovasi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI Angkatan Darat diberikan kepada Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Darat, dengan inovasi tentang Rancang Bangun Senjata Dopper.

♞ Kedua, penghargaan untuk Kategori Inovasi Alutta TNI Angkatan Laut diberikan kepada Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut, dengan mata inovasi tentang Pembuatan Prototipe Swamp Boat.

♞ Ketiga, penghargaan untuk Kategori Inovasi Alutsista TNI Angkatan Udara diberikan kepada Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Udara, dengan inovasi tentang Pembuatan Bom Tajam BT-500 untuk Pesawat Standar NATO.

♞ Keempat, penghargaan untuk Kategori Inovasi Non-Alutta TNI Angkatan Darat diberikan kepada Kapten Ctp. Edi Nursantosa, S.Si., M.Sc dengan Inovasi tentang Pendekatan Indeks Vegetasi Citra Satelit Penginderaan Jarak Jauh untuk Mendeteksi Samaran Pasukan di Medan Tertutup.

♞ Kelima, penghargaan untuk Kategori Inovasi Non-Alutsista TNI Angkatan LautPenghargaan diberikan kepada Kolonel Laut (T) Abdul Rahman, S.T., M.T., dan Tim dengan inovasi tentang Rancang Bangun Pos Angkatan Laut Mandiri Energi Guna Meningkatkan Fasilitas Pangkalan di Lokasi Terpencil.

♞ Keenam, penghargaan untuk Kategori Inovasi Non-Alutta TNI Angkatan Udara diberikan kepada Kapten Lek Ramayuda Rahmad, S.T., dan Tim dengan inovasi tentang Server DEPOHAR 40 sebagai Integrator Jaring Komunikasi dalam Mewadahi Jaringan C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance). Penerima Penghargaan adalah DANSATHAR 42 DEPOHAR 40 Lanud Sulaiman.

♞ Ketujuh, penghargaan untuk Kategori Inovasi Partisipasi Masyarakat diberikan kepada Bambang Riyanto, S.Pi., M.Si., Dr. Akhiruddin Maddu, S.Si., M.Si., dan Esa Ghanim Fadhallah dengan Inovasi tentang Material Organik Penyerap Gelombang Radar dari Komposit Penyerap Chitosan-Hidroksiapatit untuk Aplikasi Militer Modern. Penerima Penghargaan adalah Bambang Riyanto, S.Pi., M.Si.

♞ Kedelapan adalah penghargaan untuk Kategori Inovasi Partisipasi Organisasi Publik diberikan kepada Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia dengan inovasi Siaran Suara Perbatasan RRI.

♞ Kesembilan, penghargaan untuk Kategori Inovasi Partisipasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota diberikan kepada Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah pendukung tugas pokok dan fungsi TNI di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tentangga Republik Demokratik Timor Leste di daerah Atambua, Nusa Tenggara Timur. Penerima Penghargaan adalah Penjabat Bupati Belu, Drs. Wellem Foni, M.Si.

♞ Terakhir, penghargaan untuk Kategori Inovasi Partisipasi Pemerintah Daerah Provinsi diberikan kepada Provinsi Kalimantan Timur sebagai Kontribusi dan partisipasi Pemerintah Daerah untuk mendukung tugas pokok dan fungsi TNI sekaligus sebagai daerah ketahanan pangan di wilayah Kalimantan Timur. Penerima Penghargaan adalah Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Awang Faroek Ishak.

Sementara itu, Dewan Juri Penghargaan Inovasi Panglima TNI 2014 terdiri dari Ketua Dewan Juri, Dr. Ninok Leksono, MA (Anggota Komite Inovasi Nasional, Rektor Universitas Multimedia Nusantara dan Redaktur Senior Kompas); Wakil Ketua, Avanti Fontana, Ph.D., C.F., C.C. (Dosen Strategi dan Manajemen Inovasi Universitas Indonesia, Tim Pendiri dan Ketua Umum Yayasan Planet Inovasi) serta delapan anggota tim juri yakni Dr. H. Dadang Solihin, SE, MA (Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Bappenas); Prof. Dr. Idzam Fautanu (Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Tim Pendiri Yayasan Planet Inovasi); Prof. Dr. Ir. Indratmo Soekarno, M.Sc. (Guru Besar Bidang Rekayasa Air, Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung, Tim Pendiri Yayasan Planet Inovasi); Dr. Ir. Iwan Sudrajat, MSEE (Direktur Pusat Pengkajian Kebijakan Difusi Teknologi/PPKDT, BPPT); Dr. Lily Sudhartio (Dosen Strategi dan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia); Luky A Yusgiantoro, Ph.D. (SKK Migas, Tim Pendiri Yayasan Planet Inovasi); Prof. Dr. Mohammad Nasikin (Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Pakar Rekayasa Reaksi Kimia dan Katalis untuk Sintesis Produk Baru, Ketua Laboratorium Rekayasa Produk Kimia dan Bahan Alam); dan Sandiaga Salahuddin Uno, MBA (Pendiri dan Pengusaha, Saratoga Investama Sedaya).

  jurnas  

Ketika Sang Jendral Dihadapkan Dengan Uang oleh Makelar

10 October 2014

Ketika Sang Jendral Dihadapkan Dengan Uang Sogokan Rp 20 MPengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI jadi incaran para makelar untuk ikut masuk. Mereka berniat menggelembungkan harga senjata untuk keuntungan pribadi. Para makelar juga menawarkan uang miliaran rupiah agar para jenderal mau bekerja sama.

Salah satu sepak terjang para makelar senjata ini dikisahkan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (TNI AD) Jenderal Purn Pramono Edhie Wibowo. Saat itu TNI AD berniat memesan teropong atau alat bidik untuk senapan serbu SS2 produksi PT Pindad.

Pramono terkejut saat salah satu agen menawarkan teropong dengan harga Rp 30 juta per unit. Padahal harga satu unit senjata SS2 kala itu cuma Rp 9 juta.

"Aneh, harga teropong kok lebih mahal dari harga senjata," kata Pramono Edhie.

Kisah itu ditulis dalam buku 'Pramono Edhie Wibowo dan Cetak Biru Indonesia ke Depan' karya Rajab Ritonga dan diterbitkan QailQita tahun 2014.

Terdorong rasa penasaran, Pramono mengutus anak buahnya menanyakan langsung pada pabrikan di Amerika Serikat. Ternyata harganya cuma Rp 9 juta. Namun pabrik tak mau menjual langsung ke pemerintah Indonesia karena sudah mempunyai kesepakatan dengan si makelar senjata yang telah ditunjuk di Singapura.

Tak hilang akal, si broker kemudian membujuk Jenderal Pramono agar bersedia membeli teropong itu dengan harga Rp 24 juta.

Saat itu TNI AD akan membeli 500 teropong untuk 1 batalyon. Padahal ada 100 batalyon yang memerlukan alat bidik tersebut. Jadi total TNI AD membutuhkan 50.000 teropong. Pramono pun dijanjikan akan dapat komisi lebih dari Rp 20 M.

Namun Pramono mengaku tak tergiur dengan tawaran broker senjata itu. Dia juga mengaku ingin mengikis korupsi alutsista TNI yang merugikan negara.

Pramono Edhie adalah putra komandan legendaris RPKAD Sarwo Edhie Wibowo. Sarwo dulu pernah berpesan pada anak dan menantunya.

"Pergi membawa satu kopor, pulang juga tetap satu kopor," kata Sarwo. Artinya jelas, jangan pernah mengambil apapun dari pangkat dan jabatan. Hal itu dibuktikan Sarwo, hingga akhir hayatnya dia tak punya rumah pribadi.


  ★ merdeka  

[Foto] Pengarahan Panglima Tertinggi TNI

08 October 2014

Dihadapan 23.600 Prajurit TNI Semua Foto dari Fb Bapak Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono & Ibu Negara Ani Yudhoyono

Selamat datang pahlawan muda!” suara lantang nyanyian 23.600 prajurit dan pegawai negeri TNI menyambut kehadiran Presiden SBY saat turun dari KRI Bung Tomo, usai melakukan peninjauan, Senin (6/10) sore di dermaga Madura, Mako Armatim Surabaya.

Dermaga Madura tampak berwarna-warni dengan ribuan prajurit mengenakan baret sesuai dengan warna satuannya. Terik matahari yang membara tampak tidak menggoyahkan semangat dan antusiasme ribuan prajurit, yang duduk mengelilingi Presiden SBY untuk mendapatkan pengarahan langsung dari Panglima Tertinggi Republik Indonesia, tersebut. “TNI haruslah, disamping ditakuti lawan, disegani kawan,juga dicintai rakyat. Dan kalian semua harus lebih mencintai rakyat Indonesia,” ungkap Presiden SBY mengawali arahannya.

Selama 10 tahun terakhir, utamanya lima tahun terakhir, di bawah kepemimpinan Presiden SBY, Indonesia telah lakukan modernisasi dan penambahan alutsista darat, laut dan udara. Modernisasi dan penambahan alutsista itu bernilai lebih dari 100 triliun. Presiden SBY sampaikan bahwa modernisasi dan penambahan alutsista akan terus dilanjutkan hingga Indonesia menjadi Macan Asia.

Terhadap Operasi Tanggap Darurat, Panglima tertinggi RI berpesan bahwa TNI harus siaga 24 jam dalam menghadapi tugas tanggap darurat bencana. “Menghadapi terorisme juga tugas TNI,” tambah Presiden SBY. TNI pun harus memberikan bantuan apabila ada ancaman dalam negeri. Namun, disamping tugas dalam negeri, Presiden SBY berharap agar para taruna memperluas wawasan melalui berbagai pengalaman internasional. “Itu sebabnya tingkatkan kontribusi pada tugas internasional,” tambah Presiden SBY.

“Saya, sebagai mantan prajurit yang mendapat amanat rakyat untuk memimpin negara, Insya Allah selama 10 tahun bangga kepada TNI. Terima kasih dan penghargaan tinggi saya berikan atas apa yang dilakukan untuk Indonesia,” apresiasi Presiden SBY sebelum mengakhiri pengarahannya. Jayalah TNI! Jayalah NKRI!


  FB Susilo  Bambang Yudhoyono  

[Foto] Parade Alutsista Gladi Bersih HUT TNI

07 October 2014

TNI AD Foto Defile Alutsista dari Dicky Asmoro diposkan by Samuel Tirta


TNI AL


TNI AU


Rangkaian Acara TV HUT ke-69 TNI Tahun 2014
7 OKTOBER 2014

08.00 - 11.00 : Siaran Langsung Upacara HUT TNI dari kawasan Armada Timur Surabaya (TV ONE, SCTV, TVRI, Metro)

09.00 (Seluruh stasiun TV) : Upacara Parade & Defile.

18.00 : AN TV : Kuis Superdeal 2 milyar.

21.00 :TVRI : Kamera Ria.

  Garuda Militer  

[Video] Alutsista TNI di Surabaya

06 October 2014

Hari sibuk mempersiapkan untuk terbaik
[pelisaurus edit by supermarine]
Berikut ini kembali video dan foto mewarnai blog Garuda Militer menampilkan video geladi resik alutsista TNI persiapan HUT TNI ke 69 di Surabaya.

Video dari Youtube ini dipersembahkan oleh Agus Haryanto

 Sailing Pass KRI dan Flying Pass pesawat tempur TNI 



 Demonstrasi Militer 


 Defile Senjata dan Kendaraan Tempur 



  Garuda Militer  

Pemberian Brevet TNI

Tiba di Markas TNI, 29 Gubernur Langsung Ikut Perang Gubernur dari seluruh Indonesia melakukan latihan menembak di lapangan menembak Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/10/2014). Foto: VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Para Gubernur seluruh Indonesia mendapatkan penyematan Baret dan Brevet kehormatan dari TNI, Senin 6 Oktober 2014. Penyematan Baret itu dilakukan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

Sebelum menerima baret dan brevet kehormatan, para kepala daerah mengikuti simulai operasi militer. Seolah-olah mereka ikut terlibat dalam perang dan melakukan serangan terhadap musuh di Markas Komando Armada Timur, Dermaga Ujung, Surabaya.

"Para kepala daerah tidak begitu saja mendapatkan baret dan brevet kehormatan. Mereka harus mengikuti simulasi perang dan serangan terhadap musuh," kata Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Pertama Agus di Markas Koarmatim.

Ia menjelaskan, operasi dimulai saat para kepala daerah tiba di Lapangan Udara Angkatan Laut Juanda, Surabaya. Kemudian mereka langsung melakukan operasi lintas udara menggunakan helikopter dan mendarat di Markas Koarmatim.

"Setelah mendarat, mereka langsung melakukan serangan dan menembak berjarak 15 meter," ujar Agus.

Usai menembak, para Gubernur itu langsung menuju dermaga naik ke perahu karet untuk melakukan operasi senyap, Raid Ampibhi. Setelah tiba di dermaga Ujung, mereka menuju lapangan upacara untuk melakukan pembaretan dan penyematan brevet.

Dari 34 Kepala Daerah yang diundang, yang hadir tercatat 29 orang. Salah satu yang tak bisa hadir adalah Gubernur DKI Jakarta.

"Gubernur DKI tidak hadir, karena Pak Jokowi sudah meletakkan jabatan, sehingga DKI tidak terwakili. Pak Ahok sedang keluar negeri. Yang lainnya ada yang sakit, ada yang sedang naik haji, macam-macam," kata Agus.(ren)
Pemberian Brevet TNI Bukan Upaya Militerisasi Kepala Daerah Panglima TNI Moeldoko melakukan penyematan baret dan brevet kehormatan kepada gubernur seluruh Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/10/2014). Foto: VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyematkan baret hitam dan brevet kehormatan TNI kepada 29 Gubernur di Dermaga Ujung, Markas Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya, Senin 6 Oktober 2014.

Pemberian baret dan brevet TNI itu sempat dipertanyakan, karena dianggap TNI terkesan melakukan upaya militerisasi terhadap pemerintahan sipil. Namun, tudingan itu dibantah Moeldoko. Menurutnya, pemberian brevet itu bukanlah upaya TNI membangun sistem militer di pemerintahan daerah.

"Ini bukan upaya militerisasi, tetapi membangun main military, membangun pemikiran militer, agar semua kepala daerah menitik beratkan aspek pembangunan," kata Moeldoko.

Panglima TNI menegaskan, kerja sama antara TNI dan pemerintah daerah ini merupakan bagian untuk memperkuat sistem pertahanan negara. Sebab, gubernur memiliki kewenangan dalam menggerakkan kekuatan di daerahnya masing-masing.

"Sistem pertahanan kita, selain fisik hard power, namun juga deterrent (alat penangkal), sehingga negara mana pun takut," jelasnya.

Sebelum mendapat baret dan brevet kehormatan dari TNI, para gubernur itu mengikuti simulai operasi militer di tiga matra, darat, laut, dan udara. Mereka seolah-olah ikut terlibat dalam perang dan melakukan serangan terhadap musuh di Markas Komando Armada Timur, Dermaga Ujung, Surabaya.

"Para kepala daerah tidak begitu saja mendapatkan baret dan brevet kehormatan. Mereka harus mengikuti simulasi perang dan serangan terhadap musuh," kata Wakil Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Pertama Agus di Markas Koarmatim.

Ia menjelaskan, operasi dimulai saat para kepala daerah tiba di Lapangan Udara Angkatan Laut Juanda, Surabaya. Kemudian mereka langsung melakukan operasi lintas udara menggunakan helikopter dan mendarat di Markas Koarmatim.

"Setelah mendarat, mereka langsung melakukan serangan dan menembak berjarak 15 meter," ujar Agus.

Sejumlah kepala daerah hadir mengikuti kegiatan ini, di antaranya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Plt Gubernur Banten Rano Karno, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Papua Lukas Enembe, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Zaini Abdullah, dan lain-lain.(asp)

  Vivanews  

Galeri Suasana Latihan Ulang Tahun TNI (Hari ke-2)

05 October 2014

Episode Parade Kendaraan Militer
Semakin banyak aksi yang dipertontonkan pada latihan Ulang Tahun TNI pada hari ke-2, Sabtu 4 Oktober 2014. Aksi Apache dan Sukhoi memberikan kesan tersendiri, nikmati dalam galeri sebanyak 68 foto.

Berikut ini episode defile kendaraan militer TNI


















43ffd04b55b0402d5c9b0edfa804b301.jpg


  ★ ARC  
 

Populer