Pages

Showing posts with label Telkom. Show all posts
Showing posts with label Telkom. Show all posts

Rapor Kemhan Kabinet Indonesia Bersatu II 2009-2014

13 October 2014

Masa tugas Kabinet Indonesia Bersatu jilid II tinggal seminggu lagi. Kementrian Pertahanan selaku salah satu lembaga di Kabinet Indonesia Bersatu, boleh dibilang cukup berhasil dalam program kerjanya selama 5 tahun terakhir. Bagaimana tidak, dalam 5 tahun terakhir terjadi perkembangan sangat signifikan di bidang Alutsista dan Anggaran. Dan artikel disini kali ini kami batasi hanya dalam bidang perkembangan alutsista saja. Dalam bidang pengembangan postur pertahanan, Kemenhan telah mencanangkan Program Minumum Essensial Forces yang dibagi dalam 3 tahap hingga 2024. Di tahap pertama ini, program MEF Kemenhan bisa dibilang melebihi target. Dari data yang ARC dapatkan, terlihat dari 24 kegiatan prioritas dengan pendanaan luar negeri, sebanyak 5 kegiatan selesai, 8 dalam proses produksi, 9 kegiatan tahap pengiriman, dan dalam proses ada 2 kegiatan. 8 kegiatan diantaranya selesai usai oktober 2014. Selengkapnya lihat tabel dibawah. Namun demikian, ada pula beberapa alutsista yang hingga kini masih dicarikan pinjaman. Diantaranya soal pengadaan Panser BTR-4, satu baterai MLRS 122mm, Kapal layar latih serta heli AKS.

Dalam beberapa kegiatan pengadaan, Kemenhan justru melebihi target yang dicanangkan dalam MEF 1. Diantaranya adalah pengadaan MBT dimana awalnya hanya menargetkan 44 unit, namun bisa didapat hingga 164 unit (Leopard dan Marder), lalu pengadaan heli serang Fennec dimana awalnya dianggarkan hanya 8 unit, namun ternyata bisa terbeli hingga 12 unit. Dan pengadaan lainnya seperti dalam tabel dibawah ini. 
Selain itu ada pula program dengan pembiayaan On Top, seperti pengadaan heli Serang Apache, 24 Unit F-16, serta pengadaan pesawat angkut Hercules eks Australia. Pengadaan dengan skema On top ini guna mengakselerasi kekuatan pertahanan TNI.

Selain pembelian dari luar, Kemenhan juga memberdayakan perindustrian pertahanan nasional melalui Pendanaan dalam negeri. Diantara alutsista itu adalah Panser Anoa, Platform KCR-40 dan 60, kapal angkut tank hingga CN-235 MPA.
Meski belum sempurna, prestasi ini memang layak kita acungi jempol. Dalam tahap pertama saja, sudah demikian majunya persenjataan TNI.

Semoga saja program ini dilanjutkan pada kabinet pemerintahan berikutnya. Terima kasih pak Purnomo dan pak Sjafrie.



  ARC  

Telkom ekspansi ke Australia dan Selandia Baru

27 August 2014

Telkom ekspansi ke Australia dan Selandia BaruPT Telekomunikasi Indonesia Tbk melalui anak usahanya PT Telkom Internasional (Telin) jajaki pengembangan bisnis ke Australia dan Selandia Baru yang diharapkan terealisasi pada tahun 2014.

"Ekspansi Telkom ke Australia dan Asia Pasifik ini bagian dari upaya memperbesar portofolio perseroan di luar negeri," kata Presiden Direktur Telin Syarif Syarial Ahmad, di Jakarta, Selasa.

Menurut Syarif, dana investasi untuk ekspansi tersebut akan dibiayai dari belanja modal (capital expenditure/capex) Telin tahun 2014 sebesar Rp1,5 triliun.

Di Australia, Telin menjajaki pembelian 75 persen kepemilikan saham perusahaan Business Process Outsourcing (BPO) dengan biaya sekitar 8 juta dolar AS.

Selanjutnya di Selandia baru, Telin juga berencana menjadi pemegang 27 persen saham oprator telekomunikasi yang menguasai pangsa pasar 60 persen di negara itu.

"Tim Telkom dan Telin sedang melakukan proses negosiasi," ujarnya.

Syarif menambahkan, tujuan ekspansi ke luar negeri tersebut untuk mencari kesempatan berkembang yang pada akhirnya mendorong peningkatan kompetisi perusahaan.

Selain itu, Australia dan Selandia baru Telin juga mengincar saham dua perusahaan di kawasan itu.

"Saya tidak menyebut namanya dulu. Yang pasti kita mencari perusahaan yang berprospek bagus namun harga murah, dibanding ekspansi ke Singapura," ujar Syarif.

Menurut catatan, saat ini Telkom telah masuk ke tujuh negara dan sedang dalam proses kerjasama co-branding dengan operator di Makau, Hong Kong.(*)

  ★ Antara  
 

Populer