Pages

Showing posts with label Mobil. Show all posts
Showing posts with label Mobil. Show all posts

Lomba Mobil Irit

21 October 2014

Indonesia Energy Marathon Challenge 2014Lomba Mobil Irit  INSTITUT Teknologi 10 November Surabaya (ITS) menargetkan cetak "hattrick" dalam lomba mobil hemat energi bertajuk "Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2014" di Sirkuit Kenjeran, Surabaya, 16-19 Oktober 2014, setelah menjadi Juara Umum pada 2012 dan 2013.

"ITS dalam IEMC 2014 menurunkan delapan tim yang bermain dalam semua kelas dan kategori dengan target mempertahankan gelar Juara Umum seperti dua kali IEMC sebelumnya," kata dosen Teknik Mesin ITS, Dr Bambang Arip Dwiyantoro ST MEng, di sela-sela uji coba lapangan oleh 68 tim di Sirkuit Kenjeran, Surabaya, Kamis (16/10) seperti dilansir Antara.

Dosen ITS yang juga Ketua Panitia IEMC 2014 itu menjelaskan, 68 tim dari 48 universitas se-Indonesia sebenarnya sudah mengalami perkembangan cukup bagus, bahkan tim dari Universitas Brawijaya (UB) Malang sudah berlatih di Sirkuit Kenjeran, Surabaya.

"Saat panitia melakukan geladi bersih di Kenjeran, ternyata mereka (tim UB Malang) sudah berlatih di Sirkuit Kenjeran, tapi tim lain yang berlatih di daerah juga tidak boleh diremehkan, seperti tim UI, ITB, UGM, USU, UMM," katanya.

Namun, katanya pula, tim ITS juga sudah melakukan persiapan maksimal, bahkan tim ITS menargetkan pemecahan rekor tahun lalu oleh UI yakni 1.000 kilometer per-liter untuk kelas bensin pada kategori prototipe.

"Yang membanggakan kami adalah peserta juga sudah menyebar hampir pada semua pulau di Tanah Air, di antaranya ada pendatang baru seperti Universitas Tadulako di Sulawesi dan Politeknik Madura," katanya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melibatkan universitas lain dalam kepanitiaan pada tahun ini, seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Teknologi Medan (ITM).

"Juri juga bukan cuma dari ITS, tapi ada dari ITB dan UB," katanya.

Pada hari pertama, Kamis (16/10), peserta hanya melakukan tur sirkuit lebih dulu, serta scrutinering and practice untuk uji coba kendaraan di lapangan. Selain itu, juga dilakukan technical meeting untuk seluruh peserta.

"Baru pada hari ke-2 (17/10) hingga hari ke-4 (19/10) akan dilakukan race untuk semua kategori dan kelas. Pemenang lomba akan diumumkan pada hari terakhir, yakni Minggu (19/10) mendatang," katanya.

Setiap peserta akan melakukan pengecekan dan uji coba lapangan sesuai dengan standar internasional "Shell Eco Marathon (SEM) Asia".

"Misalnya, lebar ban harus 8 sentimeter, sabuk pengaman harus ada lima pasang, ukuran tinggi dan panjang juga sudah diatur, lalu mereka melakukan uji coba lapangan yang berjarak 12 kilometer," katanya.

Pada saat lomba, katanya, setiap peserta diberi kesempatan melakukan lima kali race pada kategori dan kelas yang diikuti. Panitia berharap semua tim sebanyak 68 mobil dapat memanfaatkan kesempatan race yang ada, meski tahun lalu ada 20 persen yang gagal.

"Pada hari terakhir, panitia akan menghitung hasil dari lima kali race, nanti panitia akan memakai hasil paling tinggi, lalu dibandingkan dengan tim lain, maka peserta dengan nilai tertinggi akan menjadi pemenang," katanya.

IEMC 2014 diikuti 68 tim dari 48 universitas se-Indonesia yang beradu hemat energi di Sirkuit Kenjeran, Surabaya, 16-19 Oktober 2014. Selain ITS, peserta berasal dari ITB, UGM, UI, UPI, UNJ, PNJ, UB, Unnes, Unesa, USU, Unram, Unej, UMM, dan lainnya.

Rekor tahun lalu terpecahkan pada kategori prototipe untuk kelas bensin dari UI dengan hemat bensin hingga 1.000 kilometer per-liter, sedangkan kategori urban concept untuk kelas solar/diesel dari ITS dengan hemat hingga 200 kilometer per-liter.

Selain rekor kelas bensin dan solar/diesel, rekor kategori urban concept untuk kelas listrik dipecahkan mobil "Nogogeni" dari D3 Teknik Mesin ITS dengan penghematan hingga 150 kilometer per-kwh.


  Jurnas  

Dahlan Iskan akan lanjutkan pengembangan mobil listrik

16 October 2014

Dahlan Iskan akan lanjutkan pengembangan mobil listrikMenteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan (kiri) saat mencoba mobil listrik buatan mahasiswa Universiyas Negeri Jember (Unej), Jawa Timur, Selasa (19/11). Mobil listrik itu diberi nama Sinosi (sing nomor siji) dan merupakan mobil listrik pertama dari delapan mobil listrik yang dibuat oleh mahasiswa Fakultas Teknik Unej. (ANTARA FOTO/Seno)

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan tetap akan melanjutkan pengembangan mobil listrik jika tidak masuk dalam kabinet pemerintahan yang baru.

"Saya akan lanjutkan kembali. Itu kan pekerjaan saya di luar tugas BUMN, jadi pastinya saya kembangkan lagi," kata Dahlan usai Rapat Pimpinan Kementerian BUMN di Kantor Pusat PT Kimia Farma Tbk, Jakarta, Kamis.

Rapat Pimpinan tersebut merupakan rapat terakhir menjelang berakhirnya masa tugas Dahlan sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II.

Dahlan mengatakan selanjutnya dia bisa lebih fokus mengembangkan mobil listrik karena akan memiliki waktu lebih banyak setelah tidak menjadi menteri.

Sejak awal 2012 Dahlan getol mengembangkan mobil listrik dengan target Indonesia bisa memiliki Mobil Nasional. Usaha itu langsung mendapat dukungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dahlan mengumpulkan lima orang putra terbaik bangsa yang dia sebut "Pendawa Putra Petir" untuk menggarap mobil listrik dengan berbagai tipe, mulai city car, mobil penumpang sekelas Avanza, hingga mobil mewah sekelas Ferrari.

Namun belakangan program tersebut nyaris tidak terdengar karena kesibukan Dahlan mengurus 138 BUMN.

"Itu pengembangan mobil listrik sudah menunggu. Selain juga saya siap menjadi sociopreneur," ujarnya.

Dahlan menambahkan sociopreneur adalah pengusaha yang menjalankan bisnis tidak hanya demi keuntungan pribadi tapi juga untuk membangun dan mengembangkan komunitas agar lebih berdaya.


  Antara  

Ekonom UGM: Pak Jokowi, Setop Bicara Esemka

11 October 2014

//images.detik.com/content/2014/10/10/1036/esemka.jpgJoko Widodo (Jokowi) sudah resmi menjadi presiden terpilih periode 2014-2019. Dunia usaha dan investor pasar modal optimistis dengan prospek pemerintahan di bawah kepemimpinan mantan wali kota Surakarta/Solo ini.

Namun, bukan berarti Jokowi lepas dari kritik. Tony Prasetiantono, pengamat ekonomi Universitas Gadjah Mada, mengkritik Jokowi soal mobil Esemka.

"Pak Jokowi, ini saya berikan kritikan juga. Setop bicara soal Esemka, karena membuat prototype itu sangat berbeda dengan membuat mobil industri," ujar Tony saat acara BCA Indonesia Knowledge Forum III 2014 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat (10/10/2014).

Dia menjelaskan, untuk bisa mengembangkan konsep mobil nasional dan masuk pasar otomotif setidaknya sebuah perusahaan harus mampu memproduksi 12.000 unit atau 1% dari total pasar otomotif di Indonesia yang setiap tahunnya mencapai 1,2 juta unit.

"Untuk bisa masuk pasar, setidaknya harus bisa memproduksi 12.000 unit. Dengan begitu new entrier bisa bertahan. Kalau tidak, lupakan. Pertanyannya, bisa tidak Esemka memproduksi sampai 12.000 setahun? Saya kira masih jauh," jelas dia.

Selain soal Esemka, Tony juga mengkritik soal rancangan pembangunan monorel yang juga belum jelas kelanjutannya.

"Itu (monorel) kan belum jelas juga," ujarnya.(drk/hds)

  ★ detik  

Indonesia Harus Serius Garap Mobil Berenergi Terbarukan

24 September 2014

Pengisian baterai mobil listrik (ilustrasi)

Indonesia harus lebih serius mengembangkan kendaraan dengan energi baru dan terbarukan, bila tidak ingin kalah bersaing dan tertinggal dibandingkan dengan negara lain.

Hal ini diungkapkan Direktur Corporate & External Affair PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Made Dana Tangkas di sela-sela Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014 di Jakarta, Selasa (23/9). "Cina kelihatannya sangat agresif mengembangkan kendaraan dengan energi listrik (electric vehicle)," kata I Made.

Made yang baru kembali dari Dialog Otomotif APEC di Shanghai, Cina, pekan lalu mengatakan pada forum yang dihadiri banyak negara yang menjadi produsen otomotif tersebut dibahas mengenai new energy vehicle (NEV). "Cina akan memulai kendaraan listrik tahun depan, melalui bus yang menjadi transportasi publik," ujarnya.

Semua negara sepakat tentang pentingnya pengembangan kendaraan dengan energi baru dan terbarukan, mengingat energi fosil (BBM) akan habis, disamping dampak lingkungan. Made yang menjadi pemimpin delegasi Indonesia pada forum tersebut mengatakan Amerika Serikat melalui ford presentasi tentang mobil masa depan dengan energi baru.

Sayangnya, lanjut dia, Indonesia belum memiliki peta jalan yang jelas tentang pengembangan NEV tersebut, apakah menggunakan gas, biofuel, atau bahan bakar jenis lainnya. "Kita belum jelas apakah akan menggunakan gas atau biofuel. Padahal Indonesia sangat membutuhkan pengganti BBM untuk kendaraan," katanya.

Menurut dia, sejumlah negara telah mempersiapkan pengembangan kendaraan dengan energi baru seperti gas, biofuel, listrik, atau hidrogen.

Untuk itu, kata Made, pemerintah harus membuat jadwal kapan pengaplikasian NEV tersebut, bagaimana dilaksanakan, dan dukungan kebijakannya.

Hal itu juga dinilainya penting mengingat adanya desakan berupa usulan dari Amerika Serikat untuk melakukan perdagangan bebas di bidang otomotif di kawasan Trans-Pasifik. Selain itu, juga ada usulan perdagangan bebas regional ASEAN +6.

"Pemerintah harus hati-hati dengan usulan perdagangan bebas tersebut. Kaji dulu lebih dalam," ujar Made yang juga Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Kebijakan Industri, mengingatkan.

Menurut dia, pemerintah harus terus meningkatkan daya saing industri otomotif nasional, sebelum melakukan perdagangan bebas yang lebih luas cakupannya.

Ia menilai untuk membuka perdagangan bebas yang lebih besar di luar ASEAN, industri otomotif masih butuh lebih dari lima tahun agar bisa bersaing lebih kuat dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat.

  republika  

Dahlan Jajal Mobil Listrik Pertama yang Punya STNK di Surabaya

13 September 2014

//images.detik.com/content/2014/09/13/1036/174029_dahlandepan.jpgMengisi akhir pekannya hari ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjajal mobil listrik di Surabaya, Jawa Timur. Bedanya, mobil listrik ini telah mengantongi surat izin berupa Surat Tanda Nomer Kendaraan (STNK).

"Siang ini dari Manado langsung ke Surabaya mencoba mobil listrik pertama yang memiliki STNK," kata Staf Khusus Menteri BUMN, Abdul Aziz kepada detikFinance Sabtu (13/9/2014).

Menurut Aziz, mobil listrik yang dijajal Dahlan bertipe MPV, yang diproduksi oleh GRAIN Electric Vehicle Industry. "Yang produksi GRAIN Electric Vehicle Insudtry dengan type ELVI LEVI dengan segmen MPV," sebutnya.

Aziz yang ikut langsung mendampingi, menyebut Dahlan terlihat puas dengan kinerja mobil listrik tersebut. "Pak Dahlan sangat puas, suspensi luar biasa, tarikannya bagus, dan AC-nya dingin," jelasnya.

Kemudian Azis menyebut, pengembangan mobil listrik ini juga didukung oleh salah satu BUMN yaitu PT PLN (Persero). Ke depan, PLN akan terlibat langsung di dalam pengembangan alat charger mobil listrik.

"PLN pasti diharapkan bersama-sama membantu membuat charger dan mobil STNK pertama ini yang beli PJB-PLN," katanya.

Dahlan hari ini datang ke Surabaya setelah meninjau beberapa BUMN di Sulawesi. Salah satunya, Dahlan menengok lokasi BUMN perikanan yang baru bangkit dari kesulitan keuangan yakni PT Perikanan Nusantara (Persero). Selain mengunjungi PT Perikanan Nusantara (Persero), Dahlan juga mengunjungi PT IKI, PT Perikanan Nusantara, dan PT Peti Kemas Pelindo IV.

  ★ detik  

Setneg Batalkan Mobil Mewah

12 September 2014

Tolak Mercedes, Menteri Era Jokowi Disarankan Pakai EsemkaTolak Mercedes, Menteri Era Jokowi Disarankan Pakai EsemkaPameran yang berlangsung mulai Sabtu (10/11) ini merupakan ajang pameran sekaligus peluncuran mobil Esemka Rajawali, Esemka Bima, dan Bus Panggung Esemka, (SINDOphoto)

Joko Widodo (Jokowi) bisa gunakan mobil Esemka terkait penolakannya terhadap mobil dinas menteri jenis Mercedes Benz.

"Kalau mau, Jokowi pakai Esemka saja secara nasional. Tapi kalau hanya Mercy dan mobil lama, bukan substansi yang dipertimbangkan sebagai penyelamatan uang negara," kata Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Demokrat Max Sopacua saat dihubungi wartawan, Rabu (10/9/2014).

Menurutnya presiden terpilih Jokowi melakukan pencitraan terkait penolakan menggunakan mobil dinas Mercedes Benz untuk menterinya.

"Saya kira ini era pencitraan, kalau pengin pencitraan yang nyata dong, kalau urusan mobil itu hanya berapa menteri, apakah artinya pencitraan," ucapnya.

Terakhir kata Max, sesuai dengan peraturan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyiapkan mobil dinas untuk pemerintahan ke depan.

"Sesuai peraturan, Pak SBY menyiapkan mobil-mobil untuk pemerintah ke depan itu suatu keharusan, sekarang lebih membanggakan," pungkasnya.(maf)
Setneg Batalkan Mobil Mewah Menteri JokowiSetneg Batalkan Mobil Mewah Menteri JokowiJoko Widodo, (SINDOphoto)

Kantor Sekretariat Negara (Setneg) akhirnya tak melanjutkan pengadaan mobil mewah menteri untuk kabinet Jokowi.

Sekretaris Setneg Taufik Sukasah mengatakan, pembatalan rencana pengadaan kendaraan dinas menteri untuk era presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi), karena memperhatikan aspirasi publik.

"Seiring perkembangan aspirasi publik, Kementerian Sekretariat Negara memutuskan bahwa pengadaan kendaraan dinas menteri atau pejabat setingkat menteri tidak dilanjutkan," kata Taufik Sukasah saat jumpa pers di Gedung Utama Setneg, Jakarta, Rabu (10/9/2014) malam.

Pemilihan kendaraan dinas bagi para menteri atau pejabat setingkat menteri utamanya terkait dengan jenis, harga dan spesifikasinya, lanjut Sukasah, akan diserahkan sepenuhnya kepada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).

Dia mengatakan, pengadaan kendaraan dinas bagi para menteri dan para pejabat setingkat menteri pada pemerintahan mendatang, sesungguhnya adalah bagian dari pelaksanaan tugas yang harus diselesaikan.

Akan tetapi, kata dia, Setneg memahami dengan seksama dinamika yang berkembang di publik, terkait pengadaan kendaraan dinas bagi para menteri atau pejabat setingkat menteri itu.

Proses lelang yang telah dilaksanakan dan dilakukan secara terbuka, transparan, akuntabel dan sesuai peraturan perundangan. Antara lain memanfaatkan sistem e-procurement itu telah selesai dilaksanakan.

"Namun sampai saat ini belum ada anggaran negara yang dikeluarkan untuk pengadaan kendaraan dinas bagi para menteri atau pejabat setingkat menteri tersebut," tuturnya.

Dia membantah dihentikannya pengadaan kendaraan dinas menteri itu karena adanya saran dari pihak presiden terpilih Jokowi.

"Sesuai dengan perkembangan dinamika di masyarakat, supaya tidak ada kesalahpahaman, maka kebijakannya diserahkan ke pemerintahan mendatang," pungkasnya.(maf)
Sudah Tradisi Menteri Pakai Mobil Mewahhttp://www.suarapembaruan.com/media/images/medium2/20120116123158005.jpgIlustrasi mobil menteri

Para menteri menggunakan mobil mewah dalam kegiatan operasional, dinilai sudah merupakan tradisi dan sulit diubah.

Pengamat politik LIPI Siti Zuhro mengatakan, setiap ganti pemerintahan ganti mobil baru. Menurutnya, jika tradisi ini diubah di era Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), tentu bagus dan perlu diapresiasi.

"Kalau tradisi itu hendak disudahi oleh Jokowi di pemerintahannya akan sangat bagus," kata Siti Zuhro kepada Sindonews, Rabu 10 September 2014.

Dia mengatakan, asalkan Jokowi tulus dan bukan melakukan politik pencitraan terhadap rakyat Indonesia. Menurutnya, pemimpin yang sederhana dan merakyat sudah saatnya dibuktikan di level kepemimpinan nasional agar kepercayaan rakyat segera pulih.

"Asalkan itu dilakukan tulus karena pertimbangan kondisi APBN yang cenderung defisit, bukan karena politik pencitraan," imbuhnya.

Penolakan mobil mewah oleh Jokowi akan berdampak positif ketika diikuti oleh perbuatan yang konsisten para pembantunya dan jajaran birokrasi di bawahnya.

"Konsistensi ini yang akan disoroti publik secara kritis ke depan," tukasnya.(maf)
Pemerintahan Baru Diminta Gunakan Mobil Dalam NegeriPemerintahan Baru Diminta Gunakan Mobil Dalam NegeriMenteri Perindustrian MS Hidayat (Dok Okezone)

Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat meminta agar mobil dinas pemerintahan baru produksi dalam negeri.

"Saya sebagai Menperin minta, agar mobil dinas dibuat di dalam negeri, mulai dari Kijang Avanza, sampai Mercedez, itu assembling Indonesia. Mesti diutamakan," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (12/9/2014).

Menurutnya, pemerintahan saat ini menggunakan mobil impor dan dibiarkan begitu saja. Seharusnya mengutamakan mobil yang dibuat di Indonesia.

"Kemarin itu impor, tapi saya baru masuk kabinet, jadi gunakan mobil impor. Seharusnya diutamakan yang diproduksi dalam negeri. Mulai dari Mercy, BMW, Kijang, Inova, Avanza, silakan pilih," jelasnya.

Sementara, mengenai mobil yang cocok untuk kementerian periode mendatang, bahwa lebih baik menggunakan mobil kecil, mengikuti cara negara luar.

"Dulu saya pernah ikut rombongan presiden ke India, pada waktu ada pertemuan bilateral, saya lihat perdana menterinya pakai mobil kecil/lokal. Mungkin mobil LCGC, boleh juga," ujarnya.(kri)
Demokrat Minta Kabinet Jokowi Pakai Mobil EsemkaDemokrat Minta Kabinet Jokowi Pakai Mobil EsemkaMobil Esemka yang menjadi mobil dinas Jokowi ketika menjadi Wali Kota Solo (Dok SINDOphoto)

Polemik mobil mewah kabinet pemerintahan Jokowi masih terus berlanjut. Jokowi akhirnya menolak pembelian mobil Mercedes-Benz karena dianggap pemborosan.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua menyarankan, supaya Jokowi dan kabinetnya memakai mobil Esemka. Mobil ini pernah populer saat Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.

"Pak Jokowi tidak mau pakai Mercy kan alasannya pengiritan dan pemborosan. Jadi dicari saja mobil yang tidak boros, saran saya dia dan kabinetnya pakai mobil Esemka," kata Max di kediaman Akbar Tanjung, Jakarta Selasan, Rabu (10/9/2014) malam.

Max menilai, jika Jokowi memakai mobil Esemka tentu akan mengangkat produk dalam negeri. "Jadi kalau mobil itu yang digunakan, itu bisa mengangkat produk nasional juga," tukasnya.

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, jika Jokowi konsisten maka akan menggunakan mobil Esemka. Fadli sempat mempertanyakan kelanjutan mobil yang sempat menjadi sorotan publik itu.

"Seharusnya pemerintah yang datang pake mobil Esemka aja, Masih ada enggak tuh mobil Esemka. Kalau mobil Esemka baru itu konsisten," tegas Fadli.(kri)


  Sindonews  

Bisakah Esemka Jadi Mobil Dinas Menteri, Ini Tanggapan Jokowi

11 September 2014

Mobil Esemka diusulkan sebagai mobil dinas menteri JokowiMobil Esemka yang digunakan Jokowi saat menjadi Wali Kota Solo

Presiden terpilih Joko Widodo mengapresiasi keputusan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Sudi Silalahi, yang tidak melanjutkan pengadaan mobil dinas baru untuk menteri dan pejabat pada masa jabatan 2014 - 2019.

"Tidak jadi beli ya bagus, kan mobil yang lamanya masih ada. Masih bisa dipakai," kata Jokowi di Balai Kota, Kamis 11 September 2014.

Padahal untuk pengadaan tersebut Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) sudah memutuskan pabrikan asal Jerman, Mercedez Benz sebagai pemenang untuk pengadaan sebanyak 72 mobil Mercedez Benz tipe E - Class 400.

Karena pengadaan mobil dinas baru itu tidak dilanjutkan, maka menteri dan pejabat pada masa pemerintahan Jokowi - JK nantinya akan menggunakan kendaraan dinas lama yakni, Toyota Crown Royal Saloon yang berkapasitas mesin 3.000cc hingga 4.500cc.

Ketika ditanya usulan agar mobil Esemka dijadikan sebagai mobil dinas menteri kabinetnya nanti, Jokowi enggan menanggapinya dengan gamblang. Jokowi mengaku akan berbicara banyak terkait dengan mobil dinas menteri dan pejabat dilantik 20 Oktober 2014 mendatang.

"Nanti lah, nanti setelah 20 Oktober (dilantik jadi presiden) saya bicara," tuturnya.

Seperti diketahui, mobil Esemka sendiri mulai diperkenalkan Jokowi pada tanggal 25 Februari 2012. Pada saat itu Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Mobil tersebut telah lulus uji emisi setelah sebelumnya sempat beberapa kali gagal lulus uji emisi di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BMTP) Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Selengkapnya di tautan ini. (ren)


  Vivanews  

Mobil Ekspor Dari Indonesia

01 September 2014

Ekspor Mobil RI Bakal Tembus Rp 117 TriliunEkspor Mobil RI Bakal Tembus Rp 117 TriliunPekerja sedang melakukan pemeriksaan mobil niaga yang akan di ekspor di pelabuhan tanjung Priok Car Terminal di Jakarta. TEMPO/Dasril Roszandi

Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi, mengatakan ekspor mobil Indonesia akan naik dua kali lipat hingga US$ 10 miliar (Rp 117 triliun) dalam tiga tahun mendatang.

Ekspor produk otomotif, kata Lutfi, bakal mengubah posisi Indonesia dari penjual barang mentah dan barang setengah jadi menjadi produsen barang berteknologi tinggi. "Industri otomotif akan menjadi produk utama ekspor Indonesia," kata Lutfi kepada Tempo, di sela-sela ASEAN Economic Ministers’ Meetings di Myanmar.

Ekspor otomotif pun ditunjang kenaikan kapasitas produksi pabrikan di Indonesia. Lutfi mengatakan, pertumbuhan produksi mobil di Indonesia sangat pesat. Dulu, kata dia, untuk mencapai produksi 1 juta unit perlu waktu 40 tahun. Namun saat ini realisasi produksi 2 juta unit diperkirakan bisa tercapai sebelum 2020. "Pada 2025-2027, produksi mobil kita akan mencapai 3 juta unit," katanya. Dengan pencapaian tersebut, Lutfi yakin Indonesia akan menjadi regional champion untuk sektor otomotif. (Baca juga: Indonesia Lirik 4 Negara Pemasok Komponen Mobil.

Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) mencatat, ekspor kendaraan utuh (completely built up/ CBU) mencapai 105.251 unit pada Januari-Juli lalu. Angka tersebut tumbuh 7,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ekspor tertinggi terjadi pada Maret, sebanyak 20.256 unit. Sedangkan posisi terendah ada di bulan Juli yang mencapai 12.667 unit. Untuk ekspor kendaraan dalam bentuk terurai (completely knock down/ CKD), terjadi kenaikan sebesar 3,86 persen. Pada Januari-Juli lalu, ekspor kendaraan dalam bentuk CKD mencapai 63.750 unit.
Mobil Buatan Indonesia Laris Diekspor, Apa Saja ?Mobil Buatan Indonesia Laris Diekspor, Apa Saja ?Seorang pekerja mengontrol ratusan mobil Honda Freed siap ekpor di Pabrik Honda Prospect Motor(HPM), Ciampel, Karawang, Senin(14/12). (TEMPO/Andika Pradipta)

Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi, mengatakan ekspor produk otomotif mengubah posisi Indonesia dari penjual barang mentah dan barang setengah jadi menjadi produsen barang berteknologi tinggi.

Menurut Lutfi, kendaraan berkapasitas tujuh penumpang (7-seater) buatan Indonesia laris di pasaran global karena banyak negara berkembang yang membutuhkan kendaraan berkapasitas luas. "Mobil Toyota Kijang Innova sangat laku di beberapa negara Afrika, Timur Tengah, hingga Pakistan," ujarnya kepada Tempo, di sela-sela ASEAN Economic Ministers’ Meetings di Myanmar.

Ekspor otomotif pun ditunjang kenaikan kapasitas produksi pabrikan di Indonesia. Lutfi mengatakan, pertumbuhan produksi mobil di Indonesia sangat pesat. Dulu, kata dia, untuk mencapai produksi 1 juta unit perlu waktu 40 tahun. Namun saat ini realisasi produksi 2 juta unit diperkirakan bisa tercapai sebelum 2020. "Pada 2025-2027, produksi mobil kita akan mencapai 3 juta unit," katanya. Dengan pencapaian tersebut, Lutfi yakin Indonesia akan menjadi regional champion untuk sektor otomotif.

Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo) mencatat, ekspor kendaraan utuh (completely built up/ CBU) mencapai 105.251 unit pada Januari-Juli lalu. Angka tersebut tumbuh 7,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Salah satu penyumbang terbesar ekspor mobil adalah PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Pada semester I, Toyota mengekspor 78.872 unit mobil utuh. Jika dijumlahkan dengan penjualan komponen dan CKD, nilai ekspor merk Toyota mencapai US$ 1,01 miliar (Rp 11,82 triliun).

Direktur TMMIN, I Made Dana Tangkas, mengatakan ekspor terbanyak berupa sport utility vehicle (SUV) Toyota Fortuner, dengan kuantitas 27,886 unit. Varian multi purpose vehicle (MPV) Toyota Avanza menempati posisi kedua setelah terjual 21.668 unit di luar negeri. Merk lain yang diekspor TMMIN adalah MPV Toyota Kijang Innova dan Lite Ace, sedan Toyota Vios, SUV Toyota Rush, mobil murah Toyota Agya, dan hatchback Toyota Yaris. "Mobil-mobil itu diekspor ke 70 negara," kata Made.


  dw.de  

Mahasiswa IBI Darmajaya ciptakan alat pemanas mesin kendaraan otomatis

28 August 2014

Kreasi di Bidang Otomotifhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieiTu_F1W1YYCONEURW8wil8b2Xgs_OeA5QHJpxyakjhfUUoOvt1vDluKdLSF4HOP4S21SAZCyFzq3uU3dF6r6WPh4SxvwywjzBSq50VvStVRLF3V_PMMQscsx7RAsPqtNKZyIthEprQkR/s400/dj1.gifMahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya Bandarlampung, Harun Yahya, menciptakan alat pemanas mesin kendaraan otomatis.

Menurut Harun, di Bandarlampung, Rabu, alat ini dapat digunakan untuk memanaskan mesin kendaraan tanpa harus repot menyalakan mesin secara manual.

Kreasi di bidang otomotif ini memanfaatkan rangkaian IC RTC DS1307 yang berfungsi sebagai settingan jam, yang dapat mengatur waktu pemanasan kendaraan sesuai keinginan.

Dia menyatakan, alat pengaturan waktu pemanasan mesin ini cukup diset sekali.

"Misal kita set waktu pemanasan mesin sepeda motor pukul 06.30 WIB, maka mesin kendaraan akan menyala pada pukul tersebut dengan sendirinya. Jika suhu mesin sudah panas atau mencapai lebih dari 80 derajat Celsius, maka kendaraan akan mati secara otomatis. Hanya diperlukan sekali setting untuk seterusnya," katanya pula.

Dia menambahkan, alat pemanas mesin motor otomatis ini bekerja dengan menggunakan beberapa perangkat keras, seperti mikrokontroler atmega 8 yang berfungsi sebagai kendali utama, dan sensor suhu LM35 yang berfungsi untuk mengukur suhu mesin sepeda motor. Untuk penampil waktu dan suhu mesin motor digunakan LCD.

"Sebagai kontak dan starter motor, kami menggunakan rangkaian relay. Sedangkan perangkat lunak yang digunakan pada alat ini adalah software arduino SDK yang ditanamkan pada mikrokontroler Atmega 8," kata mahasiswa pencinta futsal tersebut.

Harun mengakui, ide membuat pemanas mesin otomatis ini lahir dari pengalamannya selama memiliki kendaraan sepeda motor, yang sering mengalami kerusakan aki dan harus diganti.

"Setelah ditelusuri ternyata penyebabnya adalah faktor kebiasaan saya yang sering lupa memanaskan mesin kendaraan. Untuk itu, dengan alat ini diharapkan bisa memberikan kemudahan bagi para pengendara yang ingin memanaskan mesin kendaraannya," ujar Harun yang mengaku banyak mendapatkan arahan dari Dodi Yudo Setiawan SI MTI selaku dosen pembimbing.

Guna memaksimalkan pemanfaatan alat ini, Harun menegaskan dirinya akan terus melakukan pengembangan dan kreasi agar lebih baik.

"Alat pemanas mesin kendaraan otomatis ini masih terlalu mahal jika dikomersialkan. Untuk satu alat yang saya buat, saya sudah menghabiskan Rp700 ribu namun saya akan mengupayakan kemasan yang simpel dan harga yang lebih murah. Sedangkan untuk settingan waktu, saya juga berencana mengubahnya dengan SMS. Mudah-mudahan alat ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya pula.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Riset IBI Darmajaya, Envermy Vem MSc, mewakili Rektor IBI Darmajaya, Dr Andi Desfiandi SE MA mengatakan, sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lulusan yang berkompeten di bidangnya dan berwawasan technopreneurship, IBI Darmajaya terus memotivasi mahasiswanya untuk melahirkan karya ilmiah yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.

"Kami bangga pada mahasiswa yang aktif dan kreatif menghasilkan penelitian maupun karya ilmiah, sehingga diharapkan penelitian-penelitian tersebut dapat memberikan sumbangsih tidak hanya bagi perguruan tinggi tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya.(B014/KWR)


  Antara 

ITS luncurkan "sapu angin speed" pada HUT RI

17 August 2014

Dirgahayu Indonesia ... Merdeka ITS luncurkan ilustrasi - foto tanggal 6 Mei ketika uji coba (dari depan ke belakang) Mobil Listrik Nasional (Molina) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, EZZY ITS 1, EZZY ITS 1.1, Mobil Sapu Angin Surya, dan mobil hemat energi Lowo Ireng di Kawasan Embong Malang, Surabaya, Jawa Timur (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) kembali meluncurkan satu mobil karya mahasiswa bernama "Sapu Angin Speed (SAS) II" pada 17-8-2014 atau tepat HUT ke-69 Proklamasi Kemerdekaan RI.

"SAS II dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi Student Formula Japan (SFJ) 2014 pada 2-7 September," kata manajer tim, Akhmad Ittang Anwarsyah, di lapangan Perpustakaan ITS Surabaya, Minggu.

SFJ merupakan satu kompetisi yang digelar oleh "Society of Automotive Engineers" (SAE).

ITS menjadi satu dari tiga wakil Indonesia yang mengikuti kompetisi ini.

"SAS II ini merupakan hasil penyempurnaan dari SAS I, generasi pertama yang sukses meraih Best Rookie Award (penghargaan pendatang baru terbaik) pada kompetisi serupa," katanya.

Ia menjelaskan sukses perdana pada tahun lalu mendorong diinya untuk melakukan pengembangan pada mobil generasi kedua.

"Kami optimistis mendapatkan lebih banyak gelar lagi tahun ini," katanya.

Pada kompetisi 2014, pihaknya menargetkan untuk meraih "Best Performance" (performa terbaik), karena itu sejumlah persiapan telah dilakukan.

"Selama enam bulan kami terus mempersiapkan diri. Kami telah melakukan sepuluh kali test run yang dilakukan dengan berbagai kondisi dan cuaca," katanya.

Jika dibandingkan dengan SAS I, maka generasi kedua ini jauh lebih siap untuk ikut kompetisi, sebab SAS I pada tahun lalu hanya sempat dilakukan satu kali test run.

Mobil formula SAS II itu menggunakan mesin Husaberg 450 cc dengan tipe silinder tunggal.

"Mesin itu diimpor langsung dari Austria," katanya.

Dibandingkan dengan SAS I, mobil ini memiliki bobot 30 persen lebih ringan, sedangkan "bodi" mobil dibuat dari bahan "Carbon Fiber with Joneycomb Frame".

Sementara itu, dosen pembimbing Ir Witantyo M.Eng Sc mengatakan seluruh tim sudah siap berlaga.

"Ada 19 orang yang akan berangkat ke Jepang tangga 31 Agustus nanti," ujarnya.

Didampingi dosen pembimbing lainnya, Alief Wikarta ST MSc.Eng, ia berharap SAS II mendapat lebih banyak lagi penghargaan pada ajang yang akan dihelat selama lima hari mulai Selasa (2/9) mendatang.

Setelah acara, Rektor ITS Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono DEA mengaku bangga atas kerja keras dari seluruh anggota tim.

"Itulah hasil nyata dari proses pendidikan," ujarnya.

Meski turut menargetkan meraih predikat "Best Performance", tetapi hal itu bukan yang utama.

"Pada kompetisi ini tidak semua peserta yang dapat ikut race karena seleksinya sangat sulit. Tahun lalu, walaupun pertama berlaga ITS sudah berhasil ikut, walaupun hasilnya belum maksimal," katanya.

Selain meluncurkan SAS II, ITS turut melepas Tim Robot yang akan berlaga di India pada Sabtu (23/8) dan 58 tim ITS yang berlaga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas 2014) 27 di Semarang pada Senin (25/8).

Pada Juni 2013, tim robot ITS berhasil menjadi juara I di ajang Kontes Robot Abu Indonesia 2014.

  ★ Antara  

Kemristek-UI-Pemkot Bandung uji coba bus listrik

11 August 2014

Kemristek-UI-Pemkot Bandung uji coba bus listrikSebuah bus listrik yang ditumpangi Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta dan sejumlah anggota Komisi VII DPR melaju di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada foto Juni 2013 (ANTARA/Andika Wahyu)

Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) dengan Universitas Indonesia (UI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sepakat bekerja sama menguji coba purwarupa bus listrik.

"Komunitas Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), UI dan Kota Bandung sepakat kerja sama lakukan pengujian penggunaan bus listrik. Kapasitas bus ini 20 penumpang," kata Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta dalam puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Jakarta, Senin.

Kesepakatan kerja sama tersebut tertuang melalui MoU yang ditandatangani oleh Sekretaris Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia Hari Purwanto dengan Rektor UI Muhammad Anis dan Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam puncak perayaan Hakteknas ke-19 yang di Gedung II BPPT Jakarta.

MoU pengujian purwarupa kendaraan bus listrik antara Kemristek dengan UI sebagai upaya meningkatkan kesiapan teknologi dan pengembangan kendaraan bus listrik.

Sedangkan tujuan MoU Kemristek dengan Pemkot Bandung untuk mengetahui kehandalan teknis melalui uji coba di lingkungan sebenarnya dari purwarupa bus listrik tersebut.
Turung

  Antara  

Merintis industri mobil listrik "made in" Indonesia

30 July 2014

Merintis industri mobil listrik Foto arsip - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menaiki bus listrik seusai rapat koordinasi membahas program mobil listrik nasional di Jakarta. (arsip/ANTARA/Prasetyo Utomo)

Indonesia sudah mampu membuat mobil listrik,meski belum 100 persen komponennya buatan dalam negeri.

Meski belum dapat diproduksi massal, mobil listrik buatan anak bangsa sudah mendapat perhatian di dalam negeri dan luar negeri.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta mengatakan terdapat sembilan tahapan atau level yang harus dilalui dalam proses penelitian dan pengembangan sebuah mobil listrik hingga akhirnya dapat diproduksi massal.

Hingga saat ini, level 1--3 yakni tahap eksplorasi, level 4--6 yakni tahap pengembangan yang artinya sampai pembuatan prototipe, dicoba, dan diuji telah dilalui.

Masih ada level 7--9 yakni masa pengujian di laboratorium dan pengujian lapangan untuk selanjutnya masuk ke manufacturing atau produksi massal.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Gusti Muhammad Hatta menyatakan saat ini penelitian dan pengembangan mobil listrik di Tanah Air masih berada di level tujuh.

"Mobil listrik sekarang yang coba dikembangkan masuk level 7, kalau tidak ada masalah besar, minor-minor saja masalahnya bisa masuk ke level 8. Yang bisa diproduksi massal itu yang sudah level 9," ujar dia.

Beberapa hal yang harus diujicobakan dari sebuah mobil listrik antara lain kekuatan listrik, motor penggerak listrik, baterai, motor listrik, dan sistem transmisi.

Staf ahli Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) bidang transportasi Wayan Budiastra mengatakan hingga saat ini Indonesia belum memiliki fasilitas peralatan pengujian mobil listrik, meski telah memiliki laboratorium pengujian di Puspiptek BPPT Serpong, Tangerang Selatan.

Pemerintah, menurut dia, sedang menyiapkan semua fasilitas pengujian termasuk alat pengukuran yang diperkirakan tersedia pada Agustus atau September 2014. Sehingga diharapkan pada 2015, ditargetkan semua mobil listrik dari dalam dan luar negeri sudah dapat diuji.

 Kesiapan rangkaian suplai 

Menristek mengatakan untuk dapat memproduksi massal mobil listrik masih memerlukan lebih banyak persiapan termasuk dalam mengembangkan rangkaian suplainya.

"Harus lebih banyak persiapan untuk membuat alatnya dulu, kan kalau mau banyak (produksi massal) kan harus buat alat cetaknya kan, sekarang masih manual," ujar dia.

Menurut Menristek, sudah ada industri di Surabaya yang mampu membuat mesin blok untuk mobil. Motor listrik, platform, sistem kontrol, propulsi pun sudah dapat dikuasai, tinggal baterai lithium yang masih harus dikembangkan.

"LIPI sudah lama bikin bus listrik, tapi kan baterainya basah tuh, jadi besar sekali memakan ruang. Nah sekarang kita coba kembangkan lithium, baterai kering dengan ukuran yang semakin kecil tapi energinya besar," ujar dia.

Karena itu, ia mengatakan salah satu yang dipersiapkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek) untuk mendukung industri mobil listrik yakni mengembangkan industri baterai lithium dengan membuat sebuah pilot plant baterai lithium yang dikerjakan secara bersama oleh sebuah Konsorsium Nasional Riset Baterai Lithium.

Konsorsium ini melibatkan para akademisi dari Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Lambung Mangkurat, dan Institut Teknologi Surabaya.

Selain itu melibatkan pihak swasta yakni Nipress Indonesia, dan lembaga penelitian LIPI, BPPT, Batan.

Ketua Konsorsium Nasional Riset Baterai Lithium Bambang Prihandoko mengatakan konsorsium akan menduplikasi alat untuk memproduksi baterai lithium, dan jika telah berhasil baru akan mengembangkan alat untuk memproduksi baterai dengan volt yang lebih tinggi.

Pada 2015--2016, ia mengatakan percobaan pilot plant baterai lithium akan dilaksanakan untuk mewujudkan pabrik-pabrik dari setiap "work package" dari hulu hingga hilir yang mendukung produksi baterai lithium.

Konsorsium, lanjutnya, juga menargetkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk baterai lithium yang fokus dikembangkan untuk mobil listrik ini sudah mampu mencapai 80--90 persen di 2016.

Untuk mencapai tingkat TKDN tersebut, ia berharap industri-industri dalam negeri lainnya dapat mendukung pilot plant baterai lithium yang sedang dikembangkan oleh konsorsium.

Dukungan dari PT Krakatau Steel, PT Aneka Tambang (Antam), PT Timah, PT Alumindo Maspion, dan Politeknik Batam.

Pemerintah awalnya memang menargetkan 2014 mobil listrik bisa diproduksi secara massal dengan peta jalan industri yang sedang berjalan.

Sebanyak 10.000 unit mobil listrik menjadi target produksinya, namun hal tersebut tertunda.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kementerian Perindustrian bersama sejumlah perguruan tinggi mengembangkan industri mobil listrik nasional, kata Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat.

Selain itu, ia menambahkan keberhasilan program mobil listrik nasional sangat ditentukan oleh pengembangan infrastruktur pendukung.

"Kami mengharapkan pembangunan infrastruktur pendukung dipercepat atau paling tidak beriringan dengan produksi massal."

  Antara  

Dahlan Akui Sulit Kembangkan Mobil Nasional

28 June 2014

Dahlan Akui Sulit Kembangkan Mobil NasionalFoto arsip Joko Widodo saat menguji mobil "Kiat Esemka" karya siswa SMK 2 Solo dan Kiat Motor, di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Januari tahun lalu. Sewaktu masih menjabat wali kota Surakarta, Jokowi pernah mengganti mobil dinasnya dengan mobil Kiat Esemka ini, namun mobil tersebut tidak akan dilelang. TEMPO/Ukky Primartantyo

M
enteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyatakan pemerintah kesulitan mengembangkan mobil nasional. Banyak hambatan yang ditemui untuk memproduksi mobil ini di dalam negeri.

"Selama ini birokrasi di bidang itu masih berbelit-belit," kata Dahlan kepada wartawan di Hotel JS Luwansa, Jumat, 27 Juni 2014.

Menurut Dahlan, terkait birokrasi belum ada lembaga yang berhak menguji ide untuk mengembangkan mobil nasional hingga saat ini. "Jangankan lembaga yang memberikan izin, yang berhak menguji inisiatif itu saja belum ada," katanya.

Untuk itu, ia berharap Jokowi dalam pemerintahan yang baru nanti bisa menghilangkan hambatan. "Pak Jokowi pernah mengalami sendiri bahwa birokrasi di bidang itu sulit. Saya berharap ini bisa dibuka segera," ujarnya.

Dalam Diskusi yang digelar Kamar Dagang dan Industri Indonesia, calon Presiden Prabowo Subianto menyindir Jokowi. Menurut dia, mobil Esemka merupakan salah satu kegagalan Jokowi.


  Tempo  

Perjalanan Mobnas, dari Mobil IPTN, Bakrie Hingga Esemka

24 June 2014

http://images.detik.com/content/2014/06/23/1036/esemka2.jpgCalon presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto dalam dialog capres-cawapres ingin membangkitkan kembali proyek mobil nasional (mobnas) jika dia berkuasa. Menurutnya kerangka pembuatan mobil nasional sudah ada sejak era 1990-an.

"Saya ingat masa kejayaan Indonesia di tahun 90-an yang dikenal saat itu Macan Asia. Di mejanya pak Aburizal Bakrie ada maket (rancangan) mobil yang ingin dibuat," ungkap Prabowo pekan lalu.

Menurut Prabowo masyarakat Indonesia sangat mendambakan mobil buatan bangsa sendiri. Selama ini mayoritas mobil yang digunakan berasal dari Jepang.

Jauh sebelum Prabowo mengumbar soal Mobnas, sejatinya sudah banyak deretan mobnas yang dibuat putra-putri Indonesia, meski sebatas prototipe dan belum dibuat secara massal.

Pada masa 1993 silam dimana mobil-mobil seperti Maleo lahir. Keluarga Bakrie pun diketahui sempat ikut bermain di segmen ini meski akhirnya patah di tengah jalan.

Berikut rangkupan perjalanan Mobas yang dihimpun, Senin (23/6/2014).

 Maleo 

Mulai dikembangkan pada 1993, proyek Maleo dimulai ketika pemerintah harus memiliki mobil nasional yang khas nusantara. Saat itu IPTN pun ditunjuk untuk mewujudkannya.

Bekerjasama dengan Rover, Inggris dan Millard Design Australia IPTN, mobil yang dibidani oleh menristek BJ Habibie ini sukses membuat 11 rancangan mobil sampai tahun 1997. Namun sayangnya, proyek ini terbengkalai saat refermasi tiba.

 Beta 97 MPV 

Mobil ini adalah proyek yang dibuat pada tahun 1994 oleh Grup Bakrie melalui Bakrie Brothers. Bakrie ketika itu ingin menjadikan Beta 97 MPV sebagai mobil nasional. Untuk itu, Bakrie pun meminta bantuan rumah desain Shado asal Inggris untuk menciptakan desain awal mobil ini.

Pada bulan April 1995 desain Beta 97 MPV pun telah selesai dan mulai diperlihatkan ke manajemen Bakrie. Setelah itu, desain tersebut langsung dikembangkan sampai prototipe mobil ini selesai di tahun 1997.

Bakrie juga sudah mulai menyiapkan segala aspek pendukung mobil ini mulai dari perakitannya hingga ke persiapan anggaran produksi untuk memenuhi jadwal peluncuran mobil yang sesungguhnya disiapkan pada bulan Desember 1997. Tapi sayang, krisis ekonomi menenggelamkannya sebelum terbang.

 Timor 

Timor adalah merek mobil yang dijual Indonesia pada pertengahan tahun 1990 yang merupakan rebadged mobil dari Korea Selatan, Kia Sephia. Timor adalah kepanjangan dari 'Teknologi Industri Mobil Rakyat', dan nama lengkap perusahaannya adalah Timor Putra Nasional. Perusahaan ini dimiliki oleh Tommy Soeharto, anak dari mantan presiden Soeharto.

Mobil ini dimaksudkan sebagai mobil nasional Indonesia, seperti Proton di negara Malaysia. Karenanya, mobil merek Timor dibebaskan dari pajak-pajak dan bea lainnya yang biasa dikenakan pada mobil-mobil lain yang dijual di Indonesia. Setelah krisis ekonomi Asia yang menyebabkan Kia Motors pada tahun 1997 bangkrut (pada tahun 1998 dibeli oleh Hyundai), dan keruntuhan rezim Soeharto, maka proyek Timor juga ditutup.

 Bimantara 

Sama seperti Timor, Bimantara adalah sebuah proyek mobil nasional yang digalang oleh keluarga Cendana. Bila Timor disokong oleh Tommy, Bimantara dibangun oleh Bambang Trihatmojo.

Tapi bila Timor menggandeng KIA sebagai partner, Bimantara memilih untuk menggandeng Hyundai. Tapi karena krisis, Bimantara pun ikut tenggelam.

 MR 90 

Mobil ini merupakan proyek nasionalisasi Mazda 323 Hatchback oleh PT Indomobil, model terakhir dari upaya ini adalah Mazda Van tren pada tahun 1994.

 Kalla Motor 

Kalla Motor pernah menciptakan mobil kecil bermesin 500 cc sebagai calon mobil produksi Indonesia. Tidak dketahui kenapa tidak jadi diproduksi.

 Texmaco Macan 

Macan adalah Kendaraan berjenis minibus atau MPV dengan kapasitas mesin 1.800 cc dari PT. Texmaco. Dalam mengeluarkan mobil ini PT. Texmaco menggandeng Mercedes Benz, tercatat satu unit prototype sudah dipamerkan di arena pekan Raya Jakarta pada pertengahan tahun 2001, tapi belum sempat diproduksi masal PT. Texmaco bangkrut karena krisis moneter pada 1997-1998.

 Gang Car 

Gang Car adalah sebuah mobil mini berkapasitas 2 orang buatan PT. DI yang ditenagai mesin 125-200 cc. Mobil ini didesain berukuran cukup kecil sehingga bisa beroperasi di gang-gang sempit di daerah perkotaan (maka dari itu dinamakan Gang Car). Proyek ini tidak pernah terdengar lagi kabarnya sejak tahun 2003 setelah PT.DI dilanda kemelut dan merumahkan 9000-an karyawannya.

 Marlip 

Mobil ini adalah mobil listrik yang dikembangkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan dipasarkan PT. Marlip Indo Mandiri. Mobil ini digunakan untuk mobil golf, pasien, mobil keamanan. Marlip juga punya varian mobil empat penumpang dengan kecepatan mencapai 50 km/jam dengan jarak tempuh maksimal 120km. Harga Marlip berkisar antara Rp 60 sampai Rp 80 juta.

 Kancil 

Kancil (singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah) merupakan merek dagang terdaftar dari sebuah kendaraan angkutan bermotor roda empat yang didisain, diproduksi dan dipasarkan oleh PT. KANCIL (singkatan dari Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari).

Mobil yang disiapkan untuk menjadi pengganti Bajaj/bemo ini menggunakan mesin 250 cc yang mampu melaju hingga 70 km/jam.

 GEA 

GEA adalah proyek mobil nasional hasil riset PT. INKA (Industri Kereta Api) dengan mesin Rusnas (Riset Unggulan Strategis Nasional), yakni mesin berkapasitas 640 cc. Tujuan GEA adalah memberikan alternatif mobil kecil menghadapi krisis energi.

Dilepas dengan harga antara Rp 45 -50 juta, mobnas yang satu ini masuk kategori city car berdimensi 3.320?1.490?1.640 mm dengan wheelbase 1.965 mm. Mesinnya 650 cc dan mampu melaju hingga kecepatan 85 km/jam dengan mesin 650 cc yang sistem pembakarannya injeksi EFI dengan penggerak roda depan.

 Tawon 

Mobil Nasional AG-Tawon diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya yang lokasi industrinya di Rangkasbitung - Banten. Mobil ini mampu melahap berbagai jenis bahan bakar mulai dari bensin dan atau bahan bakar gas CNG dan sudah memenuhi standarisasi Euro3.

Kapasitas mesin Tawon sebesar 650 cc, 4 Percepatan transmisi manual yang dapat dipacu hingga kecepatan 100 km/jam. Mobil ini mulai dikembangkan sejak tahun 2007, dan diproduksi sejak tahun 2009, serta mengandung 90% Kandungan Lokal. Direncanakan mobil ini akan dirilis pada bulan ini.

 FIN Komodo 

Mobil ini adalah mobil offroad yang mampu melahap segala medan. Bobotnya sangat ringan sehingga power yang diperlukan untuk melaju relatif kecil, akibatnya konsumsi bahan bakar relatif irit.

Untuk medan hutan, biasanya jarak tempuh sepanjang 100 km dapat dilalui dalam 6 - 7 jam dengan konsumsi bahan bakar kurang lebih hanya 5 liter, sedangkan kapasitas tangki 20 liter, sehingga dapat survive di dalam hutan selama 7 x 4 jam atau 4 hari perjalanan siang hari.

Di samping untuk misi penjelajah atau survey atau pengawasan, maka FIN Komodo yang dirancang oleh salah satu desainer pesawat CN-250 Gatotkaca Ibnu Susilo juga dapat digunakan untuk mengangkut beban (barang bawaan) seberat 250 Kg, sehingga dapat juga berfungsi sebagai kendaraan utility.

 Wakaba 

Wakaba berasal dari singkatan Wahana Karya Anak Bangsa adalah mobil buatan Jawa Barat yang didukung oleh mesin berkapasitas 500 cc, 4 tak, 2 silinder, yang diklaim tetap bertenaga untuk digunakan pada medan seperti pedesaan yang penuh dengan bukit dan pegunungan.

Dengan dimensi panjang 3.300 mm, serta lebar 1.500 mm, dan tinggi 1.820 mm, Wakaba siap memenuhi kebutuhan transportasi pedesaan yang selama ini masih jarang tersentuh secara khusus sektor transportasinya.

 Arina 

Arina merupakan mobil mungil buatan Semarang. Mobil ini berawal Universitas Negeri Semarang yang didanai oleh Departemen Perindustrian. Mobil Arina ini menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150 cc, 200 cc, dan 250 cc.

Perancang mobil adalah seorang dosen jurusan Teknik Mesin Unnes bernama Widya Aryadi.

 Nuri 

Nuri merupakan saudara Tawon yang juga diproduksi oleh PT Super Gasindo Jaya. Mobil ini menggunakan mesin 800 cc. Mobil ini memiliki model hatchback yang mampu membuatnya lincah bermanuver.

 Boneo 

Mobil ini merupakan mobil buatan PT Boneo Daya Utama dan masih dalam tahap purwarupa. Modelnya ada dua yakni city car dan pikap dengan mesin V-Twin berkapasitas 653 cc yang mampu mengeluarkan tenaga 15,3 kW dan torsi 44,3 Nm.

 Esemka 

Mobil nasional berikutnya adalah Esemka. Esemka mengambil nama dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Mobil ini sebenarnya merupakan mobil rakitan karya siswa-siswi SMK.

Nama-nama merek Esemka berbeda-beda tergantung SMK mana yang membuatnya. Ada Didgaya, Rajawali, dan lainnya dengan model berbeda-beda mulai dari SUV, MPV dan pikap kabin ganda.

Esemka pertama kali muncul ke publik pada 2009 lalu saat sebuah event di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mesinnya menggunakan mesin 1.500 cc yang berawal dari mesin Timor, namun dimodifikasi sendiri oleh Esemka. Karena berbagai keterbatasan, beberapa parts kendaraan diambil dari mobil yang sudah beredar di Indonesia. Seperti lampu depan, dashboard, dan lampu belakang.

Mobil ini langsung menarik minat publik, karena desainnya sudah sangat bagus. Terakhir mobil ini juga menjadi sorotan di awal tahun 2012 menyusul keputusan Walikota Surakarta Joko Widodo yang menggunakan mobil ini sebagai mobil dinas pada waktu itu, yang kini menjadi capres Pemilu 2014.

  ★ detik  
 

Populer