Pages

Showing posts with label Komputer. Show all posts
Showing posts with label Komputer. Show all posts

Onno Purbo beri kuliah IT online gratis

30 September 2014

"Untuk mempermudah transfer ilmu saya sengaja buat satu situs khusus, http://cyberlearning.web.id. Kalau ada yang mau belajar, silakan ikut kuliah di situ"Onno Purbo beri kuliah IT online gratisInternet Exlporer 11 dengan WebGL. (WithinWindows)

Pakar informasi dan telekomunikasi (IT) Onno Widodo Purbo memberi kuliah IT online secara gratis melalui laman cyberlearning.web.id.

"Untuk mempermudah transfer ilmu saya sengaja buat satu situs khusus, http://cyberlearning.web.id. Kalau ada yang mau belajar, silakan ikut kuliah di situ," kata Onno sebelum mengawali kuliah onlinenya di Jakarta, Senin.

Pegiat IT proletar ini mengatakan telah menyiapkan bahan perkuliahan untuk mengajarkan cara membuat sistem operasi Android sendiri hingga Desember. Seluruh materi perkuliahan dapat diakses melalui situs yang telah dikembangkan. "Ada kuisnya juga di setiap akhir pembahasan. Ada ujian akhir juga, tapi nanti dibebaskan apa mau buat sistem Android sendiri atau e-book," ujar dia.

Semua konten di situs tersebut, menurut dia, sudah digarap bersama rekan-rekan pengajar lain. Dengan tampilan yang sederhana, semua materi kuliah yang pernah diajarkan Onno dan kawan-kawan tersedia lengkap dan bisa dinikmati gratis.

Bagi mereka yang ingin menjadi mahasiswanya, Onno menyarakan agar dapat langsung masuk ke bagian eLearning Rakyat di situs yang telah dibuat. Dan jika tidak ingin repot membuat akun bisa langsung masuk dengan cara hadir sebagai guess dengan kata sandi "tamu".

"Dalam waktu dua minggu, yang ikut di cyberlearning ini sekarang sudah hampir 800 peserta. Kebanyakan mereka berasal dari luar Pulau Jawa," ujar Onno.

Kuliah online sehubungan dengan misi untuk mencerdaskan bangsa sekaligus melakukan sumbangsih untuk pembangunan akses internet yang merata dan terjangkau di seluruh Indonesia dilakukan mereka yang tergabung dalam "Onno Center #Internetrakyat".

Pada perkuliahan online kali ini selain dapat diikuti langsung di Gedung IDC 3D, Duren Tiga, Jakarta, dan juga dapat diikuti secara streaming dari tiga situs berbeda mengajarkan cara membuat Sistem Operasi Android Sendiri.(V002/B012)


  Antara  

Investasi ICT mendesak untuk bandara Soeta

14 July 2014

Investasi ICT mendesak untuk bandara SoetaScreen shot presentasi solusi pengelolaan bandara (Airport Solution) yang dipaparkan Fujitsu Indonesia. (ANTARA News/Suryanto)

Investasi teknologi baru pengelolaan bandara mendesak dilakukan bagi Bandara Internasional Soekarno Hatta kerena frekuensi penerbangan yang kian sibuk dan tuntunan pelayanan yang lebih baik.

Pakar industri dan pengelolaan penerbangan Gerry F Soejatman mengatakan, pengelola Bandara Soekarno Hatta di Tangerang perlu mengadopsi teknologi sistem pengelolaan bandara yang lebih modern untuk mengatasi hambatan-hambatan karena meningkatnya frekuensi penerbangan dan tuntutan peningkatan pelayanan.

Dengan pergerakan pesawat yang sudah terlalu sibuk--sekitar 1300 penerbangan per hari--perlu diterapkan sistem yang bagus di Bandara Soekarno Hatta agar tidak terjadi decline atau penurunan penumpang akibat keterlambatan-keterlambatan penerbangan dan tidak terpenuhinya tuntutan pelayanan yang baik.

"Kalau kita pasang sistem yang bagus, artinya kita bisa memastikan itu tidak decline. Sekarang yang kita takutkan adalah karena terlalu padat, karena tidak continue terus orang menghindar dan terjadi penurunan. Itu akan parah dampaknya untuk Jakarta nanti," kata Gerry dalam satu acara Fujitsu di Jakarta, Kamis.

Meskipun, menurut Gerry, ICT hanyalah sarana untuk memperlancar atau mengoptimalkan pengelolaan saat ini dan solusinya nyatanya (real solution) adalah perluasan landasan pacu atau membangun bandara baru.

Dari sisi pergerakan pesawat, kata Gerry, di Bandara Soekarno Hatta sudah sangat sibuk dengan sekitar 1300 penerbangan per hari, lebih sibuk dari bandara Tokyo meskipun tidak lebih banyak dari segi jumlah penumpangnya.

Dalam kesempatan sama, Presiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad S Sofwan memaparkan mengenai produk solusi pengelolaan bandara yang disediakan Fujitsu dan sudah digunakan di bandara-bandara besar termasuk Narita Tokyo, Jepang.

Solusi-solusi bandara dari Fujitsu itu meliputi sistem informasi penerbangan (Flight Information System), Boarding Pass and Baggage Tag Printer, Baggage Handling System (BHS), Baggage Reconsiliation System (BRS), Noise Monitoring System, Intruder Monitoring, Ramp Pass Management System, serta Network Equipment.

Fujitsu memahami bahwa transportasi udara kini semakin berperan dalam mendukung aktivitas dan produktivitas masyarakat di mana pun termasuk Indonesia, kata Sofwan dalam buka bersama media.

"Hal itu mendorong para pengelola bandara untuk meningkatkan sistem pengelolaan yang terintegrasi melalui sebuah solusi TIK yang komprehensif. Fujitsu telah memiliki solusi TIK yang dibutuhkan untuk mengatasi beragam tuntutan tersebut."

Ditanya mengenai apakah solusi pengelolaan bandara itu sudah ditawarkan kepada otoritas penerbangan di Indonesia, Achmad Sofwan mengatakan sudah melalui seminar beberapa waktu lalu dan beberapa pertemuan, presentasi juga.

"Tanggapan mereka cukup bagus, mereka melihat ini bisa dipakai, tapi seperti biasa di pemerintahan kan cukup lama ya prosesnya cukup lama. Harapannya ya bisa dipakai," kata Achmad Sofwan menambahkan.


  ★ Antara  

Fujitsu tawarkan solusi bandara untuk Indonesia

13 July 2014

Fujitsu punya solusi Network EquipmentFujitsu tawarkan solusi bandara untuk IndonesiaPresiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad S Sofwan. (ANTARA News/Suryanto)

Perusahaan teknologi informasi Fujitsu menawarkan solusi teknologi untuk pengelolaan bandar udara (bandara) di Indonesia di tengah pesatnya perkembangan industri penerbangan di dalam negeri seiring pertumbuhan ekonomi.

Tumbuh pesatnya industri penerbangan dan ekonomi telah menciptakan situasi-situasi baru dalam sarana transportasi modern itu seperti semakin padatnya jumlah penerbangan, kian banyaknya maskapai komersial, serta kian luasnya detinasi penerbangan.

Kondisi bandara pun semakin sibuk, lalu lintas pesawat kian padat, dan bandara dituntut untuk memberikan layanan kualitas prima dengan sistem keamanan yang terus terjaga, kata Presiden Direktur Fujitsu Indonesia Achmad S Sofwan di Jakarta, Kamis sore.

Fujitsu memahami bahwa transportasi udara kini semakin berperan dalam mendukung aktivitas dan produktivitas masyarakat di mana pun termasuk Indonesia, kata Sofwan dalam buka bersama media.

"Hal itu mendorong para pengelola bandara untuk meningkatkan sistem pengelolaan yang terintegrasi melalui sebuah solusi TIK yang komprehensif. Fujitsu telah memiliki solusi TIK yang dibutuhkan untuk mengatasi beragam tuntutan tersebut."

Arief Ismail dari Application Service Presales Fujitsu Indonesia menjelaskan bahwa beberapa solusi TIK untuk pengelolaan bandara yang ditawarkan Fujitsu antara lain Flight Information System (FIS), Boarding Pass and Baggage Tag Printer, dan Baggage Handling System (BHS).

Kemudian Baggage Reconsiliation System (BRS), Noise Monitoring System, Intruder Monitoring, Ramp Pass Management System, serta Network Equipment.

FIS merupakan sistem layanan informasi penerbangan yang disajikan secara cepat, akurat dan memadai untuk membantu pelanggan/penumpang mendapatkan informasi yang diperlukan dengan mudah bahkan via ponsel seketika.

Sedangkan Boarding Pass and Baggage Tag Printer adalah sistem koordinasi bagasi dengan boarding pass, dan Baggage Handling System berguna untuk mengoptimalkan proses penyortiran dan pengontrolan bagasi penumpang pada masing-masing pesawat.

Kalau Baggage Reconsiliation System, menurut Arief, merupakan sistem pengemasan bagasi ke kontainer. Setelah bagasi dipindahkan, sistem akan melakukan inspeksi untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam penandaan bagasi dan sistem ini akan terintegrasi dengan informasi jadwal penerbangan serta data bagasi penumpang ketika check in.

Sementara Noise Monitoring System merupakan sistem untuk memonitor tingkat kebisingan bandara, Ramp Pass Management System untuk memperketat pengontrolan dan perizinan bagi orang-orang untuk memasuki area terlarang bandara, dan untuk membangun jaringan komunikasi broadband dan wireless LAN berskala besar di bandara, Fujitsu punya solusi Network Equipment.

"Dengan solusi yang ditawarkan, Fujitsu berharap bandara-bandara yang menerapkannya akan menjadi bandara dengan layanan dan tata-kelola berkualitas tinggi, sesuai dengan standar baku internasional," tambah Achmad Sofwan.

Solusi bandara Fujitsu sejauh ini sudah diterapkan di bandara-bandara besar dan tersibuk di dunia seperti Heathrow, Gatwick, Manchester, Dublin, Schiphol, Narita Tokyo.


  Antara  

Aplikasi bencana mahasiswa UGM raih Global Winner

03 July 2014

Aplikasi bencana mahasiswa UGM raih Global WinnerPendiri Google Sergey Brin berpose menggunakan kacamata Google Glass sebelum peragaan busana Diane von Furstenberg untuk koleksi Musim Semi/Panas 2013 dalam New York Fashion Week, Minggu (9/9). Peragaan tersebut juga menjadi ajang peluncuran produk Google terbaru "Glass by Google".(REUTERS/Carlo Allegri)
Aplikasi bencana karya mahasiswa Universitas Gadjah Mada meraih penghargaan Global Winner dalam kompetisi aplikasi yang diadakan Bank Dunia di London, Inggris.

"Aplikasi Quick Disaster itu dikembangkan lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM)," kata Project Manager "Quick Disaster" Daniel Oscar Baskoro di Yogyakarta, Rabu.

Selain Daniel Oscar Baskoro, mahasiswa pengembang aplikasi "Quick Disaster" itu adalah Zamahsyari, Bahrunnur, Sabrina Woro Anggraini, dan Maulana Rizki Aditama.

Menurut Oscar, aplikasi "Quick Disaster" merupakan aplikasi untuk mengantisipasi bencana alam yang dikembangkan pada "wearable devices" Google Glass dan kini sudah pada tahap pengembangan versi 2.0.

"Dengan menggunakan aplikasi Quick Disaster, pengguna akan mendapatkan tiga bagian informasi penting tentang bencana," katanya.

Ia mengatakan bagian pertama adalah sebelum bencana yang menampilkan informasi riwayat bencana suatu daerah. Bagian kedua adalah saat bencana yang menampilkan informasi solusi ketika terjadi bencana.

Bagian ketiga adalah pascabencana yang menampilkan informasi rehabilitasi dengan fitur integrasi foto pengguna pada daerah bencana dengan media sosial.

Menurut dia, peserta kompetisi aplikasi berasal dari seluruh negara di dunia. Tim "Quick Disaster" berhasil melewati proses kompetisi setelah diseleksi awal terpilih sepuluh besar, dan kemudian terpilih menjadi Global Winner.

"Dewan juri pada kompetisi itu terdiri atas sembilan orang yang merupakan kalangan profesional dari berbagai bidang ilmu pengetahuan," katanya.

Ia mengatakan terpilihnya "Quick Disaster" meraih Global Winner merupakan hal yang luar biasa dan membanggakan.

"Proses riset yang kami lakukan di kampus ternyata dapat membuahkan hasil dan menunjukkan bahwa karya anak bangsa mampu bersaing di tingkat dunia," katanya.(*)

  Antara  

UGM terima hibah komputer dari Austria

12 June 2014

UGM terima hibah komputer dari AustriaYogyakarta Universitas Gadjah Mada menerima hibah komputer kinerja tinggi untuk keperluan riset komputasi kimia, farmasi, radiografi, dan superkonduktor dari Universitas Innsbruck, Austria.

Bantuan komputer itu diserahkan oleh Duta Besar (Dubes) Austria untuk Indonesia Andreas Karabaczek kepada Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Pratikno di Yogyakarta, Kamis.

Pratikno mengatakan UGM berterima kasih atas bantuan hibah komputer tersebut. Bantuan itu menandai kerja sama antara UGM dengan Austria yang berlangsung selama 20 tahun.

"Kami berharap komputer itu bisa digunakan oleh civitas akademika untuk kepentingan pendidikan dan penelitian. Komputer itu diharapkan bisa mengoptimalkan kerja riset mahasiswa dan staf pengajar," katanya.

Menurut dia, komputer yang memiliki keunggulan dalam komputasi kimia, fisika, dan farmasi itu bisa membantu kerja riset para dosen UGM yang saat ini membutuhkan teknologi komputasi yang super cepat.

Selain itu, fasilitas tersebut juga diharapkan semakin memperkuat hubungan kerja sama yang lebih erat antara akademisi Innsbruck Austria dan UGM dalam mengembangkan riset bersama dalam bidang ilmu kimia, kesehatan, dan obat.

"Kami berharap ke depan semakin banyak mahasiswa yang saling belajar antarkedua negara dan membuka peluang riset bersama," katanya.

Andreas Karabaczek mengatakan hibah tersebut merupakan bantuan langsung dari Universitas Innsbruck untuk mendukung kegiatan riset komputasi di UGM.

"Kerja sama dengan UGM tidak hanya dalam riset tetapi juga dalam kegiatan lain dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Saya sangat senang, kerja sama dengan UGM sudah berlangsung sampai 20 tahun," katanya.(*)


  Antara  

 

Populer