Pages

Showing posts with label Internet. Show all posts
Showing posts with label Internet. Show all posts

Warisan SBY [III]

19 October 2014


★ Optimisme Baru Ketahanan Energi Pengumuman bertuliskan 'Premium Habis' dipasang di SPBU di Jakarta

 Subsidi BBM capai ratusan triliun. Kuota pun dikhawatirkan jebol. 

Ruangan itu berukuran 10x15 meter persegi. Terletak di lantai 3 sebuah gedung BUMN di sektor energi. Tak ada yang istimewa.

Layaknya sebuah ruang pertemuan, perabotan standar tertata rapi. Puluhan meja bundar tersusun dalam beberapa kelompok.

Namun, pada Selasa 14 Oktober 2014, ruangan itu penuh sesak. Sebagian besar orang yang memenuhi ruangan berbusana rapi.

Hari itu, rencana besar digulirkan. Bertajuk “Skenario Bandung”, puluhan pakar dan pelaku di sektor energi berkumpul, arahnya satu, memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimisme baru.

Poin penting dari “Skenario Bandung” itu adalah adanya prakarsa yang menumbuhkan optimisme baru, penguatan, dan pemberdayaan sektor energi nasional.

"Memahami skenario-skenario untuk mengetahui berbagai tantangan yang bisa jadi muncul kelak sangat penting, khususnya bagi perencanaan pembangunan," kata Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UK4), Kuntoro Mangkusubroto, Selasa 14 Oktober 2014.

Kuntoro mengatakan, skenario-skenario yang dirumuskan bisa digunakan untuk menghasilkan perencanaan yang tepat guna memperkuat ketahanan energi nasional. Sebab, kepastian keamanan dan ketersediaan energi bagi masa depan adalah isu krusial bagi pemerintah sekaligus pembangunan ekonomi.

Sebaliknya, kata dia, ketidakmampuan dalam beradaptasi terhadap perubahan energi yang mungkin timbul, bisa berakibat fatal bagi masa depan energi Indonesia. Ujung-ujungnya, pertumbuhan industri strategis tak berjalan. Harganya pun bisa berubah.

Ya, isu energi telah menjadi sangat penting. Selama puluhan tahun, permasalahan energi selalu menjadi tema sentral. Maklum, produk yang dihasilkan langsung menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Dari kebutuhan listrik, gas, hingga bahan bakar minyak (BBM).

Senin, 20 Oktober 2014, Indonesia mempunyai pemimpin baru. Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, resmi dilantik di hadapan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Era baru pemerintahan pun dimulai, banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Tak terkecuali di sektor energi.

Selama satu dasawarsa terakhir, di masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sektor energi mengalami pasang surut. Banyak prestasi dicapai, meski tak sedikit perlu pembenahan.

Dewan Energi Nasional bahkan mengingatkan, ketahanan energi di dalam negeri cukup mengkhawatirkan. Pasokan energi hanya cukup untuk 20 hari. Itu pun dikategorikan cadangan operasional, bukan cadangan penampungan.

Terlepas dari kondisi itu, selama dua periode kepemimpinan SBY, banyak warisan energi yang ditinggalkan.

 Pengendalian BBM Bersubsidi 

Dua bulan jelang berakhirnya masa Pemerintahan SBY, kebijakan pengendalian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi digulirkan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat itu, Jero Wacik, mengeluarkan kebijakan untuk menjaga kuota BBM bersubsidi selama 2014 tidak melebihi kuota yang sudah ditetapkan Pemerintah bersama DPR.

Kebijakan itu beralasan, mengingat hingga semester pertama 2014, realisasi penyaluran BBM bersubsidi sudah mencapai 22,91 juta kilo liter (KL). Jumlah ini lebih tinggi dari kuota yang direncanakan sebanyak 22,81 juta KL. Sementara itu, pada periode sama 2013 mencapai 22,74 juta KL.

Kenaikan volume BBM bersubsidi ini antara lain disebabkan oleh pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dalam 3 tahun terakhir, rata-rata angka penjualan mobil mencapai 1,1 juta unit per tahun, sedangkan motor 7,6 unit per tahun. Sementara itu, untuk 2014, target penjualan mobil adalah 1,25 juta unit dan motor 8 juta unit.

Meskipun telah dilakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi pada Juni 2013, tingginya disparitas harga BBM bersubsidi dengan BBM non subsidi telah mengakibatkan migrasi pengguna BBM non subsidi ke BBM subsidi. Kondisi itu diperparah dengan masih terdapat penyalahgunaan BBM bersubsidi, khususnya jenis solar.

Menyikapi kondisi itu, pemerintah kemudian bertindak cepat. Kebijakan pengendalian tertentu diterapkan, dengan mengimplementasikan Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2013 tentang Pengendalian Penggunaan BBM yang antara lain melarang penggunaan BBM bersubsidi untuk kendaraan dinas, pertambangan, kehutanan, perkebunan, dan transportasi laut non pelayanan rakyat serta non perintis.

Perkiraan penghematan dari implementasi Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2013 ini adalah 0,46 juta KL. Perinciannya, bensin 0,15 juta KL, sedangkan solar 0,31 juta KL.

BPH Migas pun melakukan pengawasan dengan target penghematan penggunaan BBM bersubsidi jenis minyak solar sebanyak 0,50 juta KL.

Selanjutnya, program konversi BBM ke bahan bakar gas juga diperkirakan memberikan penghematan terhadap penggunaan premium sebesar 0,09 juta KL. Saat ini, terdapat 27 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 2 mobile refueling unit (MRU) di Jabodetabek, Jawa Timur, dan Palembang.

Selain itu, pengurangan Nozzle BBM public service obligation (PSO) yang dilaksanakan di 59 kota/kabupaten siap BBM PSO diharapkan dapat memberikan penghematan 0,95 juta KL dengan rincian bensin 0,67 juta KL dan solar 0,28 juta KL.

 Harga BBM Bersubsidi 

Presiden SBY bukannya tidak berupaya untuk menekan subsidi BBM. Pada 2005, ketatnya ruang fiskal yang diwariskan Megawati membuat SBY harus menaikkan premium dari Rp 2.400 per liter menjadi Rp 4.500 per liter.

Kemudian, ketika mini krisis di Indonesia pada 2008, pada Mei, premium kembali dinaikkan menjadi Rp 6.000 per liter.

Namun, harga premium sebesar Rp 6.000 tersebut hanya bertahan beberapa bulan. Pada November 2008, SBY menurunkan harga premium menjadi Rp 5.500 per liter. Selanjutnya, pada Desember tahun yang sama, premium diturunkan kembali menjadi Rp 5.000 per liter.

Tidak berhenti di situ, pada awal 2009, yang diketahui menjelang masa jabatan SBY berakhir dan masuk masa kampanye pemilihan presiden baru periode 2009-2014, SBY kembali menurunkan harga BBM menjadi Rp 4.500 per liter.

Harga tersebut bertengger hingga 2013, dengan perjuangan yang keras meminta izin ke DPR, harga premium dinaikkan kembali menjadi Rp 6.500 per liter.

Subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang semakin besar, mengakibatkan kemampuan pemerintah untuk membiayai berbagai program percepatan dan perluasan program perlindungan sosial terkendala. Khususnya yang berorientasi pada perbaikan kesejahteraan masyarakat serta peningkatan infrastruktur.

Sementara itu, subsidi BBM pada kenyataannya justru dinikmati oleh sebagian besar masyarakat menengah atas. Untuk itu, pemerintah telah berusaha agar tekanan yang berasal dari kenaikan konsumsi BBM bersubsidi dapat dikelola dan diminimalkan dampaknya bagi masyarakat.

Langkah-Iangkah seperti penghematan dan pengendalian belanja pemerintah, optimalisasi penerimaan negara serta pengendalian BBM bersubsidi dan konversi BBM bersubsidi ke gas telah dan akan terus dilakukan.

Meski demikian, langkah-Iangkah tersebut belum mencukupi untuk membiayai kenaikan konsumsi BBM bersubsidi yang merupakan dampak dari pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah terpaksa melakukan opsi kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Harga BBM bersubsidi di Indonesia saat ini sebenarnya sudah termasuk salah satu yang terendah di negara tetangga, sehingga berpotensi adanya penyelundupan.

 Penghapusan Subsidi Listrik 

Pada sektor kelistrikan, guna mempertahankan kelangsungan pengusahaan penyediaan tenaga listrik, Pemerintahan SBY menghapus subsidi listrik melalui penyesuaian tarif tenaga listrik untuk golongan pelanggan tertentu.

Upaya itu dilakukan untuk peningkatan mutu pelayanan kepada konsumen, peningkatan rasio elektrifikasi, serta mendorong subsidi listrik yang lebih tepat sasaran. Sesuai Pasal 34 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009, pemerintah sesuai dengan kewenangannya menetapkan tarif tenaga listrik untuk konsumen dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Penghapusan subsidi listrik melalui penyesuaian tarif tenaga listrik itu dilakukan secara bertahap untuk golongan pelanggan tertentu, yaitu golongan pelanggan industri menengah (I-3) yang non go public, golongan pelanggan rumah tangga (R-1 1.300 VA, R-1 2.200 VA, dan R-2 3.500 VA s.d 5.500 VA), golongan pelanggan pemerintah (P-2 di atas 200 kVA), dan penerangan jalan umum (P-3) setiap dua bulan yang diberlakukan mulai 1 Juli 2014.

Saat ini, tantangan yang dihadapi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah bagaimana cara untuk mempercepat rasio elektrifikasi, dengan tiap tahun terdapat minimal 3 juta sambungan baru. Pada 2013, konsumsi listrik telah mencapai 876 kWh/kapita dan akan terus meningkat hingga 1.300 kWh/kapita pada 2020.

Kondisi itu perlu segera diantisipasi, sehingga dibutuhkan kesiapan penyediaan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan konsumsi listrik sebesar 7-8 persen, dan permintaan tenaga listrik sekitar 9 persen per tahun atau penambahan daya sekitar 5.000 MW.

Hingga Desember 2013, rasio elektrifikasi di Indonesia mencapai 80,51 persen dan meningkat 13 persen dalam tiga tahun terakhir.

Sebuah pekerjaan besar bagi BUMN di sektor kelistrikan itu. Dengan belanja modal Rp 50 triliun per tahun, PLN dan semua stakeholder harus bekerja keras untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan.

Beberapa di antaranya adalah pembangunan proyek transmisi listrik 500 kilovolt (kV) Sumatera dan transmisi interkoneksi listrik Sumatera-Jawa.

Kedua proyek yang dicanangkan pembangunannya oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung itu dinilai strategis untuk memperkuat pasokan listrik ke Sumatera dan menghubungkan listrik antara Sumatera dan Jawa.

“Proyek transmisi 500 kV trans Sumatera ini seperti interkoneksi Jawa-Bali,” ujar Chairul.

Proyek transmisi 500 kV Sumatera itu membentang sepanjang sisi timur Pulau Sumatera. Jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi ini akan berfungsi sebagai “jalan tol listrik” Sumatera yang menyalurkan tenaga listrik dari pusat-pusat pembangkit ke pusat-pusat beban di Pulau Sumatera.

Total beban puncak di Sumatera saat ini sekitar 4.483 MW dan beban listrik di Sumatera tumbuh rata-rata 10 persen per tahun. Pembangunan jaringan transmisi ini akan memperkuatan sistem kelistrikan Sumatera dan juga secara signifikan akan mengurangi pemakaian BBM sebagai bahan bakar pembangkit listrik.

Proyek transmisi 500 kV Sumatera ini merupakan proyek pembangunan transmisi pertama yang menggunakan skema pembiayaan serta pembangunan penuh dilakukan oleh developer, dan selanjutnya dalam jangka panjang akan dimiliki PLN.

Bila semua tahap pembangunan ini selesai, ditargetkan pada 2020 telah tersedia “jalan tol listrik” Sumatera yang menghubungkan Muara Enim di Sumatera Selatan hingga Medan di Sumatera Utara.

 Pemurnian Mineral di Dalam Negeri 

Kebijakan yang ikut memukul perusahaan tambang besar ini, menjadi salah satu aturan yang banyak disorot.

Pemerintahan era SBY menyatakan, guna menindaklanjuti amanat UU No. 4 Tahun 2009, khususnya terkait dengan kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral, pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Inti dari peraturan pemerintah itu adalah pemegang kontrak karya dan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi yang melakukan kegiatan penambangan mineral logam, hanya diperbolehkan melakukan penjualan ke luar negeri dalam jumlah tertentu, jika telah melakukan kegiatan permurnian.

Artinya, sejak 12 Januari 2014, pemegang IUP operasi produksi dan pemegang kontrak karya dilarang melakukan penjualan bijih (raw material/ore) ke luar negeri.

Hasil pengolahan dalam bentuk konsentrat tembaga, pasir besi, bijih besi, seng, timbal, dan mangan diperbolehkan dijual ke luar negeri hingga fasilitas pemurnian selesai paling lambat tiga tahun sejak Peraturan Menteri ESDM No. 1 Tahun 2014 diundangkan.

Otoritas terkait, khususnya Direktorat Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, pun siap mengawal aturan itu. "Pokoknya, per tanggal 12 Januari jam 00.00 WIB, semua mineral mentah tidak boleh diekspor," ungkap Wakil Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro.

Beberapa perusahaan tambang besar, seperti PT Newmont Nusa Tenggara, pun ikut cemas. Mereka terhambat dalam mengekspor mineral mentahnya.

Newmont beralasan, larangan ekspor mineral mentah memicu kerugian bagi perusahaan.

Bahkan, Newmont dan pemegang saham mayoritasnya, Nusa Tenggara Partnership B.V. (NTPBV), suatu badan usaha yang berbadan hukum Belanda, pada Selasa 1 Juli 2014, sempat mengajukan gugatan ke arbitrase internasional terhadap Pemerintah Indonesia terkait dengan larangan ekspor itu.

Mereka menyebut adanya regulasi pemerintah itu, mengakibatkan dihentikannya kegiatan produksi di tambang Batu Hijau dan menimbulkan kesulitan serta kerugian ekonomi terhadap para karyawan Newmont, kontraktor, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Meskipun, Newmont akhirnya mencabut gugatan arbitrase mereka di International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID) setelah pemerintah membuka negosiasi formal dan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Newmont.

 Renegosiasi Harga Gas Tangguh 


Momentum “keberhasilan” di era Pemerintahan SBY juga terlihat dalam renegosiasi harga jual gas LNG Tangguh, Papua. Tim renegosiasi pemerintah Indonesia dan pembeli dari Fujian, Tiongkok, sepakat untuk besaran harga jual gas itu.

Terhitung mulai 1 Juli 2014, harga jual gas LNG Tangguh ke Fujian berubah menjadi US$ 8 per mmbtu (juta british thermal unit) dari sebelumnya US$ 2,7 per mmbtu. Batasan maksimum harga JCC (Japan Crude Cocktail /harga acuan minyak mentah Jepang) yang sebelumnya sebesar US$ 38/bbl, kini ditiadakan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, saat itu, Jero Wacik, menjelaskan, pada 2006, sempat dilakukan renegosiasi. Pihak penjual dan pembeli sepakat untuk menaikkan harga batas atas JCC menjadi US$ 38/bbl. Dengan kenaikan harga JCC, maka harga gas Tangguh meningkat menjadi US$ 3,3 per mmbtu.

Pada 2010, kembali terjadi renegosiasi, namun tidak berhasil mencapai kesepakatan harga. Selanjutnya, pada 2012, usai bertemu dengan Presiden China Hu Jintao, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, saat itu, Jero Wacik, untuk melakukan renegosiasi harga gas Tangguh yang dijual ke Fujian, karena menurut Presiden masih belum fair, di tengah harga minyak dunia yang terus berubah harganya.

“Amendment agreement kontrak baru ditandatangani pada 20 Juni 2014. Kita sepakati harga gas yang baru, ini merupakan kesepakatan yang luar biasa," ujar Jero.

Kontrak LNG Tangguh merupakan kontrak ekspor LNG ke Provinsi Fujian, Tiongkok yang disahkan pada 2002 dan masih berlangsung hingga saat ini.

Perjanjian penjualan gas Tangguh itu ditandatangani Presiden Megawati pada 2002 dengan mematok harga flat yang sangat murah, yaitu US$ 3,3 per juta british thermal unit (MMBTU) selama 20 tahun.

Nilai kontrak ini sangat jauh di bawah harga pasaran internasional LNG saat ini, yaitu sekitar US$ 20 per MMBTU. Bahkan, lebih rendah dari harga di ladang gas lain, seperti LNG Bontang yang diekspor ke Jepang.

Direktur Eksekutif Reforminer Institut, Pri Agung Rakhmanto, menilai, salah satu pencapaian yang dinilai berhasil di era Pemerintahan SBY adalah renegosiasi harga gas Tangguh. Meskipun, kesepakatan itu dinilai biasa, karena selama empat tahun boleh dikaji ulang.

“Pencapaian di sektor energi pasti ada. Tapi, jika dilihat, tantangan di sektor energi lebih cepat pertumbuhannya dibanding pencapaian itu sendiri,” ujar dia kepada VIVAnews.

Namun, dia mengingatkan masih besarnya subsidi BBM yang dikhawatirkan tembus di atas Rp300 triliun. Bahkan, kuota BBM bersubsidi juga diperkirakan jebol tahun ini.
★ Jalan Siput Internet di Era SBY
Ilustrasi penggunaan internet.

 Penapisan ikut dituding sebagai penyebab koneksi lemot. 

Sebut saja namanya Wati. Lulusan sekolah menengah atas ini ingin berbakti pada kampung halamannya di Pulau Buru dengan melamar menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Ada beberapa posisi CPNS yang dibuka. Pendaftaran CPNS dilakukan secara online.

Namun, kampungnya di pelosok pulau di Provinsi Maluku itu tak memiliki koneksi Internet yang memadai. Wati lalu meminta tolong pada sepupunya yang bermukim di Kota Ambon untuk mendaftarkannya melalui Internet di Ibu Kota Provinsi Maluku itu.

Tapi, “Di Ambon, juga susah Internet, harus cari warung Internet,” kata Donny BU, peneliti senior di Information and Communication Technology (ICT) Watch, ditemui VIVAnews pada awal Oktober 2014 ini. Sepupu Wati pun pergi ke warung Internet. Ternyata, warnet sudah penuh dengan orang yang sibuk mendaftarkan diri atau kenalan menjadi CPNS.

Wati akhirnya berhasil mendaftarkan diri. Namun, dia menemukan kenyataan pahit, kebanyakan yang mendaftarkan diri untuk posisi CPNS di Pulau Buru berasal dari luar kampungnya.

Jadi, kata Donny, alih-alih efisiensi dan menghindarkan korupsi dengan pendaftaran secara online, yang muncul justru kesenjangan dan inefisiensi baru. “Pemerintah bicara e-government, tapi infrastruktur tidak ada, yang ada ya kesenjangan,” kata pengajar di Universitas Bina Nusantara itu.

 Kesenjangan Digital 


Hingga akhir 2013, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat pengguna Internet Indonesia menembus angka 71,19 juta, meningkat 19 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah itu, menurut Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Samuel Abrijani Pangerapan, baru 28 persen dari populasi Indonesia, masih jauh dari target 50 persen populasi seperti tercantum dalam Millennium Development Goals pada 2014.

Penetrasi Internet tertinggi di Jakarta, 42,8 persen. Terendah, Papua Barat dengan hanya 15 persen. Secara umum, kata Samuel, penetrasi Internet di kawasan timur Indonesia sangat kecil, jauh di bawah rata-rata nasional.

Dan sebagian besar koneksi Internet itu mengandalkan jaringan telepon seluler atau nirkabel 2G atau 3G. Masyarakat Telematika (Mastel) menyatakan, hanya 3 persen penduduk Indonesia yang memiliki akses pita lebar atau generasi keempat. Dan jelas, akses ini terbatas di kota-kota besar di Pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Tak mengherankan, kecepatan Internet di Indonesia tergolong parah di skala global. Tahun 2014, kecepatan rata-rata adalah sekitar 2,5 megabite per detik (Mbps) alias urutan ke-101 dari seluruh negara. Posisinya jauh di bawah Singapura yang menduduki peringkat 21, Malaysia di urutan ke-69, dan Vietnam di posisi 90. Sementara itu, urutan pertamanya diduduki oleh Korea Selatan dengan kecepatan rata-rata 24,6 Mbps.

Padahal, kata Ketua Umum Mastel Setyanto P Santosa, koneksi pita lebar berkorelasi positif dengan produk domestik bruto sebuah negara. "Dalam studi yang dilakukan Bank Dunia pada 2009, sudah dinyatakan bahwa setiap kenaikan 10 persen penetrasi TIK (Broadband atau pita lebar) akan meningkatkan Produk Domestik Bruto sebesar 1,38 persen," katanya, Selasa 26 Agustus 2014.

Indonesia, kata Setyanto, sebenarnya bisa menjadi salah satu negara yang mengambil manfaat ekonomi dari keberadaan kemajuan teknologi. Indonesia bisa meraih keuntungan, seperti pada sektor pembangunan, bisnis, transportasi, perdagangan, kesehatan, dan pendidikan yang saat ini membutuhkan telekomunikasi di dalamnya.

"Pengguna internet Indonesia sudah mencapai angka 75 juta, 80 persennya berusia antara 15-55 tahun dan pada umumnya, kita masih menggunakan jaringan nirkabel (wireless) jadi sinyalnya ndut-ndutan," ucapnya.

Pengguna Internet Indonesia menembus angka 71,19 juta, meningkat 19 persen dari tahun sebelumnya (VIVAnews/Amal Nur Ngazis)

 Perpres Pita Lebar 

Di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, tahun 2010, Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar program Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK). Berbekal dana Universal Service Obligation (USO) yang berasal dari para penyelenggara jasa Internet sebesar Rp2,4 triliun, pemerintah mencoba memperluas akses Internet ke pelosok-pelosok dengan menghadirkan koneksi Internet yang mengandalkan satelit.

Sepanjang 2010-2012, diadakan 5.748 unit PLIK dan 1.907 MPLIK. Hasilnya, sebagian bekerja dengan baik, namun sebagian besar justru menyisakan masalah. Ada yang tak efektif karena tak ada sumber daya listrik, kondisi lokal yang sulit dijangkau, korupsi, penyalahgunaan, dan sebagainya.

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat sampai kemudian membentuk Panitia Kerja untuk mengusut proyek ini. “Ditemukan banyak penyimpangan dalam pelaksanaannya,” kata anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya, April 2013. DPR juga merekomendasikan Badan Pemeriksa Keuangan mengaudit proyek ini.

Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP Helmy Fauzi mengungkapkan temuan panja di sejumlah daerah mengindikasikan program itu salah sasaran. Menurut dia, banyak yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya bahkan menimbulkan kekisruhan dengan pemerintah daerah setempat.

“Misalnya, dalam satu peresmian ditandatangani oleh bupati dengan seremoni, tetapi berikutnya bupati tidak tahu ke mana barang itu. Itu salah satu contoh,” ujarnya kepada VIVAnews.

Temuan lain, program layanan internet kecamatan ini diperjualbelikan, sehingga bergeser fungsinya dari upaya menciptakan komunikasi Internet yang murah untuk masyarakat menjadi semacam warnet biasa. “Yang kadang-kadang perangkat komputernya digunakan untuk main game, dan tempatnya justru di pusat-pusat perkotaan dekat dengan warnet-warnet biasa. Itu misalnya di Bangka Tengah, Bangka Belitung,” kata dia.

Kementerian Kominfo tidak memungkiri ada persoalan di lapangan dalam pelaksanaan proyek itu. Tifatul Sembiring, Menteri Kominfo, juga telah menjelaskan soal program ini di depan DPR. Dan sampai akhir masa jabatan Tifatul yang mundur dua pekan sebelum masa jabatan habis karena terpilih sebagai anggota DPR, kasus PLIK/MPLIK ini menggantung.

Selain PLIK/MPLIK, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono menyadari perlunya koneksi pita lebar ini. Di awal pemerintahan, pada 2009, SBY telah mencanangkan “Indonesia Tersambung” dari Sabang sampai Merauke. Mei 2013, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring meresmikan groundbreaking pembangunan jaringan fiber optic broadband atau pita lebar Palapa Ring Sulawesi-Maluku-Papua di kantor PT Telkom Ternate.

Palapa Ring ini adalah pembangunan jaringan serat optik dan telah menyambungkan pulau-pulau besar lainnya di Indonesia yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. Untuk tahap Sulawesi Papua Cable System ini akan memakan biaya lebih kurang Rp 2 triliun yang sepenuhnya dikerjakan PT Telkom Indonesia Tbk.

Menjelang akhir masa kepresidenan, SBY mengeluarkan Peraturan Presiden No 96 Tahun 2014 tentang panduan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunan pitalebar (Broadband) di wilayah Indonesia periode 2014-2019. Perpres ini kemudian ditindaklanjuti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dengan meluncurkan Rencana Pitalebar Indonesia (RPI) 2014-2019.

RPI mengatur lima sektor prioritas pembangunan pita lebar yang ditetapkan, yaitu e-pemerintah, e-kesehatan, e-pendidikan, e-logistik, dan e-pengadaan. Investasi yang diperkirakan hingga 2019 mencapai Rp 278 triliun atau sebesar 0,46 persen dari pendapatan domestik bruto. Kontribusi APBN dalam investasi tersebut diperkirakan sebesar 10 persen, sedangkan sisanya diharapkan dari sektor swasta.

Targetnya, pada 2019, prasarana pita lebar dalam bentuk akses tetap diharapkan sudah menjangkau wilayah perkotaan, 71 persen rumah tangga. Sementara itu, di daerah pedesaan diharapkan dapat menjangkau 49 persen rumah tangga yang ada.

"Infrastruktur broadband ini khususnya untuk meningkatkan produktivitas dari sisi ekonomi,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, di acara peluncuran RPI, Rabu 15 Oktober 2014.

Wakil Menteri PPN/Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuwo, menyatakan, setiap 10 persen penetrasi Internet di negara berkembang akan meningkatkan 1,5 persen produktivitas pekerja di negara tersebut. Setiap 10 persen peningkatan penetrasi Internet, mendorong 1,38 persen pertumbuhan ekonomi di negara berkembang, sedangkan di negara maju sebesar 1,2 persen.

"Apabila desa-desa kita dan saudara-saudara kita di daerah terpencil mempunyai akses Internet, kreativitas yang baik, daya saing meningkat dan kesenjangan akan menurun," kata Lukita.

Namun, pakar teknologi informasi, Onno W Purbo, berpendapat lain soal konektivitas yang lemot ini. Onno W. Purbo mengatakan, secara logika internet mempunyai kecepatan yang tinggi, karena fiber optiknya ada di "depan hidung", jadi tinggal "menarik" saja.

Menurut Onno, meskipun koneksi pita lebar sudah menjangkau seluruh wilayah Indonesia, jika server masih berpusat di Amerika, maka koneksi tetap bisa lamban. Belum lagi, koneksi ke server di Amerika itu pun masih pula harus melewati Singapura sebagai hub untuk Asia Tenggara.

 Blokir dan Penapisan 

Penapisan juga dituding sebagai penyebab koneksi lemot. Undang-undang Informatika dan Transaksi Elektronik mengatur, penyedia jasa Internet bertanggung jawab atas konten yang melalui infrastrukturnya. Para penyedia jasa Internet harus menggunakan filter untuk menyaring laman atau konten yang dianggap menyebarkan pornografi, perjudian, atau yang dianggap membahayakan atau melanggar hukum.

Sebagian besar penyedia jasa Internet menggunakan filter DNS Nawala yang dikelola Yayasan Nawala Nusantara.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga membangun daftar hitam situs negatif sendiri yang diberi nama Trust Positif. ICT Watch melaporkan, per Maret 2014, untuk kategori “pornografi internasional”, terdapat 744.032 domain dan 54.795 situs yang masuk dalam daftar hitam. Jika Nawala memiliki prosedur keluhan, Trust Positif ini hanya menyediakan alamat e-mail aduan. Jika sebuah situs masuk daftar hitam, penyedia jasa Internet wajib menindaklanjutinya.

Alhasil, sejumlah situs baik-baik turut menjadi korban blokir penyedia karena masuk dalam daftar yang disusun Kominfo ini. Situs www.malesbanget.com misalnya, ikut kena blokir karena mengandung kata “male” dan “bang”, dua kata yang terasosiasi dengan pornografi dalam Bahasa Inggris.

Namun, sejumlah konten atau situs yang banyak dikeluhkan masyarakat juga masih tetap eksis. ICW Watch misalnya, pernah melaporkan sebuah video yang berisi ceramah seorang pemuka Front Pembela Islam (FPI) yang menyatakan “halal membunuh anggota Jemaat Ahmadiyah”. Namun, video ini tetap beredar di situs YouTube.

ICT Watch sudah berusaha mencari tahu siapa penyusun daftar hitam di Trust Positif ini. Dan investigasi itu gelap, berujung di birokrasi Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Sudah dia yang kasih izin, dia yang awasi, dia yang blokir, powerful sekali,” kata Donny BU, peneliti senior ICT Watch. “Apa bedanya dengan Deppen 2.0,” kata Donny menyebut singkatan nama Departemen Penerangan yang di masa Orde Baru bisa menentukan nyawa penerbitan.

Penerapan berlebihan UU ITE ini bukan saja menimpa situs atau domain. Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENET) mencatat, sejak UU No 11 Tahun 2008 itu berlaku, sudah lebih dari 60 kasus kriminalisasi atas apa yang dilakukan orang di ranah online atau Internet. Rata-rata, mereka dijerat dengan Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 (1) yang mengatur soal pencemaran nama baik.

Seseorang bisa dijerat karena informasi atau komentar di Facebook, Twitter, status BlackBerry Messenger, pesan singkat, dan komentar di berita di media online.

Ancaman pidananya tak main-main. Penjara maksimum 6 tahun dan/atau denda maksimum Rp 1 miliar. Untuk dibandingkan, pasal 310 (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, ancaman hukumannya maksimal 1 tahun 4 bulan penjara atau denda maksimal Rp 4.500.

Dua kali sudah pasal-pasal di UU ITE ini digugat ke Mahkamah Konstitusi. Tahun 2008, Mahkamah Konstitusi menolak menghapuskan aturan itu, karena menilai nama baik, martabat atau kehormatan seseorang adalah kepentingan hukum yang dilindungi hukum pidana dan konstitusi.

Tahun 2009, MK juga menyatakan sanksi yang lebih besar di UU ITE itu wajar, karena mengingat distribusi dan penyebaran informasi lewat Internet lebih cepat, berjangkauan luas dan memiliki dampak masif. Langkah terakhir, setelah dilobi, Kominfo bersedia mengajukan revisi atas UU ITE tersebut, namun DPR menolak melakukannya.

Awal Oktober 2014 ini, sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan organisasi yang prihatin dengan UU ITE ini, kemudian bersepakat untuk kembali mengajukan revisi. ICT Watch, SAFENET, Elsam, Aliansi Jurnalis Independen, Lembaga Bantuan Hukum Pers, dan beberapa lembaga lainnya berhimpun membentuk Koalisi Internet Tanpa Ancaman (KITA).

“Pilihannya, apakah merevisi sejumlah pasal dalam Undang-undang ITE atau mengajukan draf rancangan undang-undang baru,” kata Wahyudi Djafar, juru bicara KITA. Mereka berharap banyak pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla nanti lebih serius memperhatikan isu Internet ini.(art)


  ★ Vivanews  

Mark Zuckerberg Tahu Penyebab Internet Indonesia Lambat

15 October 2014

Pendiri sekaligus CEO Facebook Mark Zuckerberg ketika mendengarkan pertanyaan wartawan dalam sesi tanya jawab lokakarya Mobile Efficiency Developer Workshop di Jakarta, Senin (13/10/2014)

Trafik data seluler di Indonesia terus mencatat pertumbuhan, tetapi tak semua pelanggan menikmati akses internet berkecepatan tinggi.

Data dari lembaga Internet.org, misalnya, menunjukkan bahwa 75 persen pengguna data seluler Tanah Air masih harus mengandalkan jaringan 2G GSM/EDGE yang kecepatannya jauh tertinggal dari jaringan 3G, apalagi 4G.

Karena itulah, ketika hadir di Jakarta, Senin (13/10/2014), pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, mengaku mengetahui permasalahan internet di Indonesia.

"Di sini (Indonesia), salah satu masalah paling besar adalah efisiensi," kata Zuckerberg saat lokakarya Internet.org yang dihadiri KompasTekno di Hotel Four Seasons, Jakarta.

Menurut miliarder berusia 30 tahun ini, Indonesia harus punya strategi khusus agar internetnya lebih baik. Salah satu strategi yang diusulkannya adalah penyedia konten online di Indonesia harus bisa menekan penggunaan data seluler untuk semaksimal mungkin memanfaatkan bandwidth yang tersedia untuk mobile.

"Makanya fokus kami adalah persoalan ekonomi dan efisiensi data. Contohnya saja, ukuran file aplikasi Facebook di Android telah menyusut 50 persen sehingga menghemat bandwidth," kata Zuck setengah berpromosi.

Facebook bersama Internet.org berusaha mendorong efisiensi penggunan data seluler di Indonesia. Caranya dengan mengoptimalkan jaringan dan membuat aplikasi yang mampu menggunakan bandwidth internet dengan lebih hemat.

"Pada akhirnya, koneksi internet ini amat penting, bukan hanya untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, melainkan juga bagi iklim budaya dan inovasi di seluruh dunia," tutup Zuckerberg.

Efisiensi penggunaan data pun menjadi tema besar lokakarya bertajuk "Mobile Efficiency Developer Workshop" yang terselenggara melalui kerja sama dengan Facebook, Ericsson, dan operator seluler XL Axiata itu. Di sini, sebanyak 40 pengembang aplikasi dari berbagai bidang belajar meningkatkan efisiensi penggunaan data seluler dari aplikasi masing-masing.

Senada dengan Zuckerberg, Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi yang turut hadir di lokasi acara menekankan pentingnya efisiensi penggunaan data oleh aplikasi pada era mobile internet seperti saat ini.

"Punya handphone, jaringan, dan aplikasi, apakah pengalaman pengguna langsung bagus? Kalau dulu, zamannya voice dan SMS, bisa langsung bagus. Sekarang belum tentu karena ada macam-macam protokol yang tidak match," ujar Hasnul.

Hasnul mengaku bahwa pihaknya masih merugi 10 persen dari hasil penjualan setiap 1 GB data karena penggunaan data internet yang tidak efisien di jaringan. "Ini karena volumenya tidak cukup. Konsumen tidak merasakan, tetapi beban jaringannya tinggi," pungkas Hasnul.

Tahun lalu, bekerja sama dengan Ericsson dan Facebook, XL Axiata meneliti metode analisis, pemantauan, dan peningkatan kinerja jaringan secara end-to-end dengan aplikasi mobile Facebook. Penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan berdasarkan temuan dari metode ini disebut telah meningkatkan kinerja jaringan XL Axiata sebesar 70 persen.

Efisiensi bandwidth bisa jadi hanya salah satu faktor penyebab lambatnya akses internet di Indonesia. Pemerataan infrastruktur, regulasi, dan dukungan pemerintah juga disebut sebagai biang keladi permasalahan ini.

Soal lambatnya kecepatan internet di Indonesia ini bakal menjadi pekerjaan rumah bagi menkominfo kabinet Jokowi-JK. Laporan terbaru Akamai menyebutkan, Indonesia hanya menempati peringkat ke-101 di dunia dengan kecepatan internet rata-rata sebesar 2,5 Mbps.


  ★ Kompas  

Onno Purbo beri kuliah IT online gratis

30 September 2014

"Untuk mempermudah transfer ilmu saya sengaja buat satu situs khusus, http://cyberlearning.web.id. Kalau ada yang mau belajar, silakan ikut kuliah di situ"Onno Purbo beri kuliah IT online gratisInternet Exlporer 11 dengan WebGL. (WithinWindows)

Pakar informasi dan telekomunikasi (IT) Onno Widodo Purbo memberi kuliah IT online secara gratis melalui laman cyberlearning.web.id.

"Untuk mempermudah transfer ilmu saya sengaja buat satu situs khusus, http://cyberlearning.web.id. Kalau ada yang mau belajar, silakan ikut kuliah di situ," kata Onno sebelum mengawali kuliah onlinenya di Jakarta, Senin.

Pegiat IT proletar ini mengatakan telah menyiapkan bahan perkuliahan untuk mengajarkan cara membuat sistem operasi Android sendiri hingga Desember. Seluruh materi perkuliahan dapat diakses melalui situs yang telah dikembangkan. "Ada kuisnya juga di setiap akhir pembahasan. Ada ujian akhir juga, tapi nanti dibebaskan apa mau buat sistem Android sendiri atau e-book," ujar dia.

Semua konten di situs tersebut, menurut dia, sudah digarap bersama rekan-rekan pengajar lain. Dengan tampilan yang sederhana, semua materi kuliah yang pernah diajarkan Onno dan kawan-kawan tersedia lengkap dan bisa dinikmati gratis.

Bagi mereka yang ingin menjadi mahasiswanya, Onno menyarakan agar dapat langsung masuk ke bagian eLearning Rakyat di situs yang telah dibuat. Dan jika tidak ingin repot membuat akun bisa langsung masuk dengan cara hadir sebagai guess dengan kata sandi "tamu".

"Dalam waktu dua minggu, yang ikut di cyberlearning ini sekarang sudah hampir 800 peserta. Kebanyakan mereka berasal dari luar Pulau Jawa," ujar Onno.

Kuliah online sehubungan dengan misi untuk mencerdaskan bangsa sekaligus melakukan sumbangsih untuk pembangunan akses internet yang merata dan terjangkau di seluruh Indonesia dilakukan mereka yang tergabung dalam "Onno Center #Internetrakyat".

Pada perkuliahan online kali ini selain dapat diikuti langsung di Gedung IDC 3D, Duren Tiga, Jakarta, dan juga dapat diikuti secara streaming dari tiga situs berbeda mengajarkan cara membuat Sistem Operasi Android Sendiri.(V002/B012)


  ★ Antara  

Israel ingin jadi 'Penguasa' Dunia Siber

16 September 2014


Benjamin Netanyahu Benjamin Netanyahu

Bagi anda yang besar di tahun 1990an, ingatkah dengan jagoan dunia siber Superhuman Samurai Cyber-Squad. Ia bertarung untuk melawan Kilokhan si jahat yang ingin menguasai dunia digital.

Akan tetapi bagaimana jika ternyata 'Kilokhan' berbentuk sebuah negara dengan teknologi yang masif seperti Israel. Israel memang dalam tiga tahun terakhir, Israel memprioritaskan keamanan siber dan pembangunan internet. Hal ini karena Israel ingin menjadi pemimpin di dunia siber.

Hal tersebut dikatakan oleh Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, dikutip dari Jerusalem Post, Senin (15/9) dalam acara Konferensi Keamanan Siber Internasional di Universitas Tel Aviv. Netanyahu mengaku negaranya selalu menjadi korban serangan siber khususnya dari Iran dan sekutunya.

Atas dasar itu Industri Keamanan pun telah melakukan investasi untuk melindungi dunia siber. Salah satunya dengan menciptakan iron dome versi dunia maya.
Israel Klaim Punya 'Iron Dome' Dunia Maya Game Iron DomeGame Iron Dome

Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menuduh Iran berada dibalik serangan siber beberapa waktu lalu. Ia berbicara terkait peran signifikan keamanan internet melawan terorisme.

"Saya ingin jelaskan bahwa mereka yang berada di belakangan serangan siber yang pertama dan paling utama adalah Iran," tutur dia di Universitas Tel Aviv, dikutip dari Jerusalem Post, Senin (15/9). Ia menyatakan Iran dan sekutunya mengambil kebebasan dan anonimitas di dunia maya.

Termasuk melindungi kelompok Hamas dan organisasi militan lainnya. Ia menjelaskan ketika menyerang Gaza beberapa waktu lalu, Israel mampu melihat serangan balasan.

Akan tetapi sangat sulit melihat asal serangan di dunia maya. Ia pun mengklaim Israel telah berinvestasi besar untuk melindungi infrastruktur internet negerinya dari serangan 'teroris'.

"Ada Iron Dome untuk keamanan siber yang terhubung dengan yang mengantisipasi roket," tutur dia, dikutip dari Jerusalem Post, Senin (15/9). Israel tutur dia sengaja mempertahankan perlindungan bagi dunia maya untuk menjaga posisi sebagai kekuatan siber global.


  ♞ Republika  

Indonesia angkat isu penyadapan di forum dunia

02 September 2014


http://img.antaranews.com/new/2013/06/big/2013062808.jpgTifatul Sembiring (ANTARA FOTO Ujang Zaelani)

Indonesia yang diwakili Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring akan mengangkat isu penyadapan ilegal dalam forum dunia "Internet Governance Forum" di Istambul, Turki 2-5 September ini.

Menkominfo dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa Indonesia sangat mendukung upaya saling menghormati privasi antar-negara.

"Penyadapan ilegal melalui Internet adalah sesuatu yang menyedihkan. Kita tidak dapat membayangkan tetangga membuat lubang kecil di kamar kita dan mengetahui rahasia rumah kita. Hal ini membuat kita saling curiga," kata Menkominfo.

Menteri justru lebih mendukung penggunaan Internet untuk keperluan produktif demi pengembangan ekonomi yang lebih baik.

Selain itu Indonesia juga mendukung upaya pencapaian target-target "WSIS World Summit on Information Society" untuk akses Internet yang lebih produktif dalam pengembangan ekonomi.

"Tapi Internet produktif itu harus tetap memerhatikan kearifan lokal, serta sesuai dengan aturan negara yang bersangkutan," katanya.

IGF tahun ini mengambil tema "Connecting Continents for Enhanced Multi-Stakeholder Internet Governance" yang menurut Tifatul sesuai untuk kondisi saat ini.

Ia sendiri menyatakan Pemerintah Indonesia mendukung pendekatan multi-stakeholder, penggunaan Internet dalam lingkup hukum nasional.

"Kami mendukung upaya untuk saling menghormati antarnegara dan stakeholder," katanya.

Menurut dia Indonesia juga sudah meluncurkan program Internet sehat dan aman yang didukung oleh multi-stakeholder.

Ia menegaskan bahwa Indonesia mendukung penuh upaya pengembangan SDM dan pengembangan teknologi lokal baik telekomunikasi, komputer, hingga aplikasi konten.

"Ini penting agar kita tidak selalu bergantung kepada negara-negara lain," katanya.


  ★ Antara  

Xnuxer, 'Hacker Partai Jambu' Situs KPU

22 July 2014

http://images.detik.com/content/2014/07/21/398/pilldalam.jpgKesibukan pemilu (detikfoto)

Pada Pemilu tahun 2004 lalu, ada seorang hacker yang sukses meretas hasil Tabulasi Nasional Pemilu (TNP) Komisi Pemilihan Umum (KPU). Peretas tersebut adalah Xnuxer.

Ya, KPU sejatinya punya pengalaman panjang dengan hacker. Sebelum ramai-ramai Pemilu di tahun 2014 sekarang ini, di dua hajatan pesta demokrasi sebelumnya (2004 dan 2009), KPU pun kerap jadi sasaran tembak.

Pada tahun 2004 misalnya, ada seorang pria asal Kebumen bernama Dani Firmansyah alias Xnuxer yang berhasil masuk ke situs KPU.

Saat itu, Dani mengubah nama-nama partai peserta Pemilu menjadi Partai Jambu, Partai Nanas, Partai Kolor Ijo dan nama nyeleneh lainnya.

Tindakan Dani ini pun membuat dirinya harus berhadapan dengan kepolisian. Dani tertangkap di Yogyakarta dan disidang selama 6 bulan. Selama itu pula ia mendekam di Salemba menanti proses pengadilan selesai.

Kini, Dani a.k.a Xnuxer telah menjadi praktisi sekuriti profesional. Kejadian di tahun 2004 itu pun disebutnya bukan sesuatu yang luar biasa.

“Karena saya yakin sebenarnya KPU sudah banyak mendapatkan informasi mengenai celah-celah tersebut meski dari celah yang diinformasikan masih banyak celah lain yang tidak diketahui pada saat itu,” kata Dani kepada detikINET.

“Mungkin karena di tahun 2004, KPU terlalu sesumbar dan banyak mengekspose sistem IT KPU-nya secara sadar atau tidak sadar ke media sehingga menjadi menarik perhatian banyak pihak,” imbuhnya.

Dani bercerita, di tahun 2004, website perhitungan suara KPU terlalu rentan dan mudah diintrusi. Tidak perlu alat canggih atau tool khusus untuk mengetahui lubang di website KPU pada saat itu karena hanya dengan browser biasa saja sudah cukup.

“Sebelum diproses secara hukum, saya juga sudah memberikan informasi mengenai adanya lubang di KPU saat itu di milis sekuriti terbesar Indonesia yang kebetulan saya juga moderator di sana,” ungkap Dani.

Tentunya informasi bug yang ia sharing di milis juga low impact dan Dani sangat paham bagaimana membagi informasi yang perlu dan tidak perlu ke publik karena pada saat itu ia juga konsultan sekuriti di Danareksa.

“Mungkin dorongan kondisi politik pada saat itu yang mengharuskan saya berhadapan dengan KPU di pengadilan, meski menurut saya itu penyelamatan yang terbaik di saat banyak pihak yang mungkin juga dari luar yang ingin memanfaatkan kondisi kelemahan sistem IT KPU di 2004 pada waktu itu,” tutupnya.

  ★ detik  

Facebook Jadi Sarang Penipuan Online

29 June 2014

Facebook 3Phishing, atau penipuan online adalah usaha untuk mendapatkan suatu informasi penting dan rahasia milik pengguna internet secara tidak sah, seperti nama akun, informasi kartu kredit, informasi rekening bank dan berbagai informasi pribadi lainnya.

Phishing umumnya dilakukan melalui berbagai sarana. Namun sebagian besar dilakukan dengan mengirimkan tautan situs palsu yang disebarluaskan via SMS, email, atau layanan perpesanan instan.

Menurut hasil riset terbaru yang dirilis Kapersky Lab, 22% aksi phishing dilakukan dengan cara mengimitasi situs Facebook. Mereka menyimpulkan dari 5 serangan phishing yang terjadi, satu di antaranya menjadikan Facebook sebagai sasaran utama.

Perusahaan keamanan komputasi asal Rusia itu juga mencatat ada sekitar 20 ribu upaya yang dilakukan oleh para pengguna produk keamanan mereka untuk mengakses situs Facebook palsu tersebut.

Lebih lanjut melalui blog resminya pihak Kapersky Lab memaparkan, para scammer (pelaku penipuan online) umumnya menyasar Facebook untuk mencuri data-data pribadi para pengguna situs jejaring sosial milik Mark Zuckerberg tersebut.

Selain itu, para scammer juga ingin memanfaatkan akun Facebook korban untuk menyebarkan spam (pesan sampah) yang mengandung malware ke akun-akun lain yang terafiliasi dengan korban. Terdapat pula tren baru pembajakan akun, dan scammer akan meminta uang tebusan dalam jumlah tertentu untuk mengembalikan akun tersebut.

Untuk menyangkal ini, sebelumnya Kapersky Lab telah merilis sebuah aplikasi bernama FriendOrFoe. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh para pengguna Facebook untuk mengamankan data-data pribadi mereka dari aksi cybercrime.

Aplikasi FriendOrFoe berguna untuk mengetahui mana teman Facebook Anda yang benar-benar pengguna normal, dan mana di antara mereka yang seorang penjahat cyber penyebar malware dan pelaku phishing.

Cara kerjanya cukup unik. Aplikasi ini akan menunjukkan sejumlah informasi terkait jumlah video dan foto yang di-posting oleh teman Facebook Anda, seberapa sering mereka berinteraksi, dimana mereka melakukan check-in, dan berbagai hal lainnya.

Dengan kata lain, aplikasi ini akan memungkinkan pengguna untuk menganalisa aktivitas teman Facebook dan disajikan dalam bentuk kumpulan data statistik.
5 Jenis Penipuan yang Perlu Diwaspadai di FacebookPara penipu seakan tidak pernah kehabisan akal untuk menjebak korban-korbannya. Penggunaan internet yang kian meluas dengan hadirnya jejaring sosial, juga dilihat sebagai peluang manis guna menjerat korban.

Facebook pun menjadi salah satu jejaring sosial yang kerap menjadi incaran para penjahat cyber. Alasannya karena mereka bisa menggunakan Facebook sebagai tempat untuk 'menjajal' tipuannya di depan banyak orang.

Maka tak jarang kita mendapatkan banyak postingan spam, scareware, aplikasi nakal yang mencuri data pribadi, dan berbagai bentuk penipuan lain. Dari sekian banyak bentuk jebakan penjahat cyber, berikut lima di antaranya yang paling populer di Facebook, seperti dilansir netsecurity.about.com.
1. Tombol 'dislike' palsuSebagai sebuah jejaring sosial yang digunakan oleh banyak orang, tentu Facebook tidak ingin ada hal negatif di website-nya. Namun sayangnya, fitur seperti tombol 'deslike' yang sampai saat ini tidak ada di Facebook, sering menjadi bahan penipuan yang digunakan untuk menjebak netter.

Penipu selalu mencoba menggunakan sesuatu yang diinginkan, seperti tombol 'dislike', untuk memancing orang-orang meng-klik sebuah link dan memasang malware di komputer korban. Karena itu jangan percaya bujukan apa pun yang mengklaim jika kita memasang sebuah aplikasi khusus, maka tombol 'dislike' akan muncul.

Pasalnya, jika Facebook pada akhirnya meluncurkan tombol 'dislike', maka semua media asli di dunia diyakini akan memuat beritanya.
2. Hadiah palsuSiapa yang tidak tergiur jika mendapatkan hadiah bagus secara cuma-cuma? Nah para penipu dengan lihai memanfaatkan peluang ini.

Sejumlah pengguna Facebook pasti pernah melihat sebuah postingan yang dilengkapi kalimat seperti 'posting ini maka Anda akan mendapatkan iPad gratis' di wall teman-teman mereka. Tapi jangan dengan mudah mempercayainya.

Teman Anda yang memposting hal tersebut kemungkinan secara tidak sengaja telah memasang aplikasi palsu, yang mengambil keuntungan dari fitur 'allow friends to post to my wall' di Facebook. Aplikasi itu bisa memasang postingan pesan penipuan di wall teman Anda dan wall semua temannya, bahkan kemungkinan tanpa sepengetahuannya.
3. Video dan survei palsuRasa penasaran juga dimanfaatkan. Penjahat cyber bisanya memancing rasa penasaran dengan sesuatu yang terdengar aneh dan mengerikan, seperti video bertema 'Shocking'.

Tak jarang, para korban memposting kembali link penipuan itu, tanpa memverifikasi konten terlebih dahulu. Alhasil, link itu tersebar luas dengan cepat dalam hitungan jam. Semakin heboh judul konten, maka kecenderungan penyebaran link juga semakin cepat.

Selain itu, biasanya penipuan jenis ini menyertakan keterangan bahwa korban harus mengisi sebuah survei terlebih dahulu untuk bisa menonton video tersebut. Namun setelah itu, mereka justru tidak bisa mengakses video tersebut.

Di sisi lain, justru saat itu penipu sedang mendulang keuntungan dari hasil survei tersebut. Uang itu diberikan oleh afiliasi program pemasaran malware yang membayar para penipu agar meng-install aplikasi berbahaya.
4. Berpura-pura menjadi temanKetika hacker berhasil meretas sebuah akun Facebook, mereka biasanya akan berusaha dan meniru pemilik asli akun tersebut. Dengan berkedok sebagai pengguna asli, penjahact cyber mencoba menipu teman-teman korban, salah satunya dengan meminjam uang.

Teman-teman dekat yang tidak mengetahui keadaan sebenarnya bisa saja tertipu, sebelum pengguna asli memberitahu mereka.
5. 'Facebook' berbayarBentuk penipuan ini memiliki berbagai variasi, tapi cara kerjanya cukup sederhana.

Salah satunya, para penipu memberitahu korban bahwa Facebook kini menerapkan sistem berbayar untuk akun mereka. Jika korban tidak segera mentransfer uang, maka akun tersebut akan dihapus.

Beberapa penipu akan mengarahkan pengguna ke sebuah laman khusus, di mana korban bisa melakukan pembayaran. Dengan begitu, para penipu berhasil mendapatkan informasi kartu kredit korban.

Credits: Dewi Widya Ningrum


  ★ Liputan 6  

Sadap Seluruh Dunia, NSA Gunakan 33 Negara

21 June 2014

Sadap Seluruh Dunia, NSA Gunakan 33 NegaraDaftar puluhan negara yang digunakan NSA untuk penyadapan global. Foto: Russia Today/NSA File

Washington
★ Amerika Serikat telah membuat kesepakatan rahasia dengan 33 negara sebagai pihak ketiga untuk membantu misi NSA dalam menyadap lalu lintas internet di seluruh dunia. Dari 33 negara itu, ada dua tetangga Indonesia yang terlibat, yakni Singapura dan Thailand.

Ulah Badan Nasional Keamanan (NSA) itu terungkap berkat bocoran dokumen dari mantan kontraktor NSA, Edward Joseph Snowden,31. Bocoran itu pertama kali dilansir media-media Denmark.

“Operasi NSA menyapu sejumlah besar komunikasi dengan kecepatan kilat,” tulis The Intercept. NSA mengandalkan 33 negara itu, karena kesulitan menyadap internet dari negara asal atau target.

”Telah banyak dilaporkan bahwa NSA bekerja sama dengan instansi di Inggris, Kanada, Selandia Baru, dan Australia sebagai bagian dari apa yang disebut aliansi Spionase Lima Mata,” lanjut media Denmark itu yang dikutip Russia Today, semalam (19/6/2014).

“Tapi dokumen terbaru Snowden menunjukkan bahwa sejumlah negara lain, dijelaskan oleh NSA sebagai ‘mitra pihak ketiga’, memainkan peran yang semakin penting. Dengan diam-diam membiarkan NSA untuk memasang peralatan pengawasan pada kabel serat optik mereka,” imbuh Dagbladet, media Denmark lainnya.

Bocoran dokumen yang disediakan oleh Snowden sebelumnya telah menunjukkan bagaimana AS menyentuh kabel optik di negara-negara sekutunya, baik atau tanpa kerjasama dengan tuan rumah.

Menurut bocoran terbaru, NSA di tempat-tempat tertentu mampu mengumpulkan data intelijen yang berkaitan dengan orang-orang asing yang tidak akan mudah didapat dengan perjanjian yang ada.

NSA menolak untuk mengomentari laporan soal dugaan berkomplot dengan intelijen asing dalam aksi penyadapan global. Snowden,yang saat ini bersembunyi di Rusia dari buruan aparat intelijen AS pernah menyatakan bahwa dia tidak bermaksud mempermalukan negaranya, namun hal itu dilakukan atas nurani manusia yang mempunyai hak dan privasi yang tidak boleh diusik oleh siapa pun termasuk NSA.(mas)




  ★ sindo  

[World News] Badan intelijen Amerika rambah Facebook dan Twitter

07 June 2014

Badan intelijen Amerika rambah Facebook dan TwitterHalaman muka akun Twitter resmi Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA.(Twitter/CIA)
Washington ★ Lembaga mata-mata Amerika Serikat, Central Intelligence Agency (CIA), melangkah dari belakang ke bagian depan media sosial dengan membuat akun Facebook dan Twitter sebagai bagian dari upaya untuk menunjukkan keterlibatannya dengan publik.

"Kami tak bisa mengkonfirmasi atau membantah bahwa ini adalah tweet pertama kami," kata CIA dalam debutnya di Twitter pada Jumat (6/6).

Badan intelijen itu kemudian dengan cepat mengonfirmasi lewat siaran pers bahwa tweet itu menandai kehadiran mereka di Twitter dan Facebook.

Dalam waktu dua jam setelahnya, dinas rahasia tersebut telah menerima sekitar dari 90.000 retweet dan CIA mendapat 115.000 pengikut. Saat ini pengikut CIA sudah bertambah menjadi 308.000.

CIA bergabung dengan Twitter dan Facebook untuk membantu lembaga agar bisa lebih langsung terlibat dengan masyarakat dan menyediakan informasi mengenai misi, sejarah dan perkembangan lain CIA, kata Direktur CIA John Brennan dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Xinhua.

Dinas rahasia Amerika Serikat sebelumnya sudah memiliki akun di beberapa jejaring sosial seperti YouTube dan Flickr. CIA juga telah lama mengikuti perkembangan media sosial.

Open Source Center milik lembaga itu memantau jutaan tweet dan update Facebook setiap hari serta melacak informasi yang disiarkan masyarakat tentang mereka di media sosial tersebut.

Semua informasi itu kemudian akan diterjemahkan dari bahasa aslinya ke Bahasa Inggris dan diperiksa-silang dengan sumber lain informasi sebagai bahan rujukan CIA.


  ★ Antara  
 

Populer