Pages

Showing posts with label Alutsista. Show all posts
Showing posts with label Alutsista. Show all posts

PT DI dan Honeywell Aerospace AS Teken MoU

08 November 2014

Modernisasi Alutsista Helikopter BO-105 buatan PT DI pada Indo Defence 2014 Expo. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Produsen pesawat PT Dirgantara Indonesia menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding dengan Honeywell Aerospace asal Amerika Serikat, Jumat (7/11). MoU ini merupakan kerjasama bidang pertahanan antara PT DI sebagai Badan Usaha Milik Negara RI dengan pihak asing.

MoU yang ditandatangani Direktur Niaga dan Restrukturasi PT DI Budiman Saleh dan Presiden Honeywell Indonesia Alex J. Pollack tersebut terkait peningkatan kandungan lokal Indonesia pada produk Honeywell.

Budiman menyatakan PT DI berkomitmen untuk terus meningkatkan kandungan lokal pada produk-produknya sesuai amanat Undang-Undang. “Dengan menggunakan produk Honeywell Indonesia di pesawat PT DI, berarti jumlah peralatan yang dibuat di dalam negeri meningkat,” ujarnya booth Honeywell, Indo Defence 2014 Expo & Forum, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (7/11).

Alex berharap penandatanganan MoU dengan PT DI dapat membuat kedua perusahaan bekerjasama lebih erat untuk mendukung pertahanan nasional RI.

Honeywell adalah penyedia avionik terpadu terkemuka di dunia. Perusahaan yang bermarkas di Phoenix, Arizona, AS, itu menyediakan solusi layanan untuk produsen pesawat, penerbangan bisnis, umum, militer, maupun luar angkasa. Ia pertama kali membuka fasilitas dirgantara di Indonesia pada Oktober 2005 di Pulau Bintan.

Sementara PT DI merupakan badan usaha milik Indonesia yang memiliki catatan cukup membanggakan. Pesawat CN 235-220 produksinya menjadi pesawat kepresidenan di beberapa negara. Pesawat ini pun telah diekspor ke delapan negara, yaitu Malaysia, Korea Selatan, Brunei Darussalam, Thailand, Pakistan, Uni Emirat Arab, Burkinafaso, dan Senegal.

CN 235-220 yang serbaguna menarik perhatian dunia karena memiliki ramp door dan pintu belakang lebar sehingga mampu mempermudah proses pengangkutan dan penurunan kargo.(agk)

  ♞ CNN  

★ Armoured vehicles fit for many missions

Indodefenfe 2014 http://www.janes.com/images/assets/392/45392/Armoured-vehicles-fit-for-many-missions-_ID14D2_.jpgP2 SSE

Local company Sentra Surya Ekajaya (SSE) has confirmed to the Indo Defence Show Daily that its P2 Commando reconnaissance/command and control vehicle and P2 armoured personnel carrier (APC) have completed their trials and are now in quantity production.

P2 Commando (4x4) is the smaller of the two, with a gross vehicle weight of 4.5 tonnes. It is powered by a four-cylinder turbocharged diesel developing 130hp, coupled to a manual five-speed transmission. This gives the vehicle a maximum road speed of 100km/h, with an operating range up to 500km on a fuel tank of 100 litres.

Ballistic protection is to STANAG 4569 level 1 standard, which is 7.62 x 51mm NATO standard ball attack; the windows provide the same level of ballistic protection. In addition to the commander and driver there are two seats to the rear.

In many respects, the P2 Commando is very similar to the French Panhard Defense VBL (4x4) scout car, but because it has more internal volume, it can undertake a wider range of battlefield missions.

The larger P2 APC is also of the 4x4 type and has an all-welded monocoque hull, providing the same level of protection as the P2 Commando. It also has a protected engine compartment at the front and the crew compartment extending to the rear. The commander is seated to the rear of the engine compartment and each is provided with a side door.

The troop compartment is slightly higher to the rear of the commander’s and driver’s position to provide greater internal volume. The eight dismounts are seated in the rear and can rapidly enter and leave via the rear door. They are seated four down either side, facing inwards on special seats that are not attached to the floor.

The gross vehicle weight of the P2 Commando APC is being quoted as 8,500kg and the vehicle is powered by a Renault four-cylinder turbocharged diesel developing 215hp, coupled to an Allison automatic transmission.

Both vehicles feature full air conditioning – considered to be essential in the high ambient temperatures encountered in Asia – as well as coil spring suspension, front-mounted electric winch and banks of grenade launchers.

The vehicles being shown here at Indo Defence 2014 are fitted with a roof-mounted protected weapon station armed with a 7.62mm machine gun; other weapon stations can be fitted, such as remote weapon stations armed with similar or larger calibre weapons.

As well as the two P2 vehicles, SSE (Hall D, Stand 241) has also manufactured the P3 Ransus high-speed and high-mobility off-road vehicle and the P4 multipurpose vehicle, which is based on a truck chassis.

  ★ IHS Janes  

★ Rhan 122mm rockets at IndoDefence

New Rantis 6x6 MLRS Multiple Launch Rocket System with Rhan 122mm rockets https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRUJawsZA5BMDUzjEVaa0Wzmdkepp3lxn_gJZ9_FaAWHXxB54UX8ZVOFh8O-r87MxobPsIgraT_WUbyuiHAfvUcy1Wy5_Vj6H0kdZ7z3X26O1_Ssv9hYxCKtmRsuMuQ6cCUUujK0Ho2cQ/s1600/Rantis_6x6_MLRS_Rhan_122mm_rocket_IndoDefence_2014_tri-service_defence_exhibition_Jakarta_Indonesia_640_001.jpgRantis 6x6 MLRS Multiple Launch Rocket System with Rhan 122mm rockets at at IndoDefence 2014 Tri-service defence exhibition in Jakarta, Indonesia.

The Indonesian Defence Company Pindad in collaboration with the Institute of Aeronautics and Space, Ministry of Research and Technology. Ministry of Defence presents local-made 122mm MLRS Multiple Launch Rocket System Rantis 6x6 with Rhan 122mm rockets at IndoDefence 2014.

The 6X6 Rantis is a jointly developed rocket launcher vehicle produced by state-owned arms manufacturer PT Pindad in collaboration with local industry and the MoD's research and development agency. In March 2014, Pindad has performed a test-fired with the new Rantis 6x6 Rhan 122mm MLRS.

The purpose of this rocket testing was to perform dynamic test of some rocket units toward some kind of launchers. The dynamic test was performed on 2 units of RHAn-122 toward Multi Launcher Rocket System (MLRS) which belong to Ministry of Defence, 3 units of RHan-122B toward Marine’s RM 70 GRAD barrel, and dynamic test 3 units of RX-2020 toward PT Pindad (Persero)’s Peluncur Roket Modular 861 (Modular Rocket Launcher) or PRM 861.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPg3isAJGCumH_KDsC2G8LC-32dNecJlhHX7P8wXAEeb7kpRlvdA9XgUFcE7kb-nKNm312pIVl1ckP2GedJl0fY-daQ6S4IYHcnH-8EncMP0xOJR6VSJxlaCTYOvtWK-fidLpAL0d4v1g/s1600/Rantis_6x6_MLRS_Rhan_122mm_rocket_IndoDefence_2014_tri-service_defence_exhibition_Jakarta_Indonesia_640_002.jpgThis MLRS shows new development of Indonesia’s defence industry. According to some Internet sources, Pindad expects to procure 500 R-Han 122 rockets by 2014. This surface-to-surface rocket has a maximum range of 23km.

The Rantis 6x6 is an Indonesian-made light truck motorized with a Mercedes Benz Engine. The body is designed and manufactured in Indonesia.

The Rantis 6x6 is fitted with a 24-round elevatable launcher mounted at the rear of the vehicle. The rocket tube arrangement is a single rectangular bank of four blocks each with 6 tubes. Before firing, two stabilisers are lowered to the ground; these are positioned one either side at the rear of the vehicle. The launch vehicle's cabin accommodates the launch preparation and firing equipment.

  ★ armyrecognition  

Indonesia-Turki Kembangkan Tank Bersama

07 November 2014

Modernisasi Alutsista http://images.cnnindonesia.com/visual/2014/10/19/8b209f7b-eee0-4a78-b439-eb006c983a6d_169.jpg?w=650Pekerja melewati kendaraan tempur Tank AMX-13 di pabrik PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Sabtu 27 September 2014. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Kerja sama antara Indonesia dengan luar negeri di bidang pertahanan terus berkembang. Selain ditanda tanganinya MoU antara PT Dirgantara Indonesia dengan Honeywell, Indonesia kembali meneken MoU Government to Government dengan Turki.

Indonesia diwakili oleh Pindad sedangkan Turki oleh FNSS. MoU ini terkait pembuatan dan pengembangan medium tank di Indonesia.

MoU ini ditandatangani oleh Ses Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Santoso dengan Head of International Cooperation Departement of SSM Ministry of Defence Turkey Abdullah Erol Aidin.

"Penandatanganan MoU dengan Turki ini dalam konteks pembuatan dan pengembangan medium tank. Kemudian tadi juga sudah melaporkan dari masing-masing negara,” ujar Dirjen Pothan Kemhan Timbul Siahaan di JIExpo, Jakarta, Jumat (7/11).

Tak hanya itu, kerjasama pun telah dimulai dengan PT LEN utnuk pengembangan alat komunikasi perbatasan untuk menjaga seluruh wilayah perbatasan NKRI.

Lebih lanjut, kata Timbul, pada dasarnya MoU ini adalah pengembangan dari basic design yang telah dimiliki oleh Pindad. Oleh sebab itu, langkah selanjutnya yang mereka ambil adalah melakukan kerja sama seperti ToT yang mampu mendorong kemandirian dari Pindad untuk dapat memenuhi kebutuhan Indonesia.

Bentuk kerja sama ini pun akan dilakukan selama tiga tahun kedepan yang diawali dengan dua prototype medium tank. Medium tank ini akan disesuaikan dengan kondisi lapangan di Indonesia seperti yang mampu berada di rawa dan laut. Beratnya sendiri sekitar 20-40 ton, dan di lengkapi dengan canon berkaliber 90-105 mm.

"Spesifikasinya sendiri kami belum bisa menjelaskan lebih lanjut, yang pasti kami akan bentuk seperti aoa yang TNI inginkan," ujar Nail Kurt, CEO FNSS.(pit)

  ★ CNN  

★ Light Strike Vehicle can handle a wide range of missions

Indodefencw 2014 http://www.janes.com/images/assets/469/45469/Light-Strike-Vehicle-can-handle-a-wide-range-of-missions---Indo14-Day3.jpgBeing shown for the first time at Indo Defence 2014 is the Indonesian Light Strike Vehicle (ILSV), which has been developed over the past two years by local company PT Jala Berikat Nusantara Perkasa in association with PT Dirgantara Indonesia (Indonesian Aerospace).

The first example of the ILSV has already undertaken initial company road and cross-country trials and the company hopes it will be evaluated by the Indonesia Army in the future.

The ILSV features a combined welded tube and square steel chassis, to which is fitted a steel support structure. This in turn is fitted with aluminum panels to save weight.

The layout of the ILSV is conventional, with the powerpack at the front; to the rear of this are the commander and driver, with another two individual seats to their immediate rear.

The version being shown here at Indo Defence is in the four-door configuration. The load area at the rear is provided with an access door and the complete vehicle is fitted with a soft-cover top and air-conditioning system.

An important feature of the ILSV is its modular design, which enables it to be configured for a wide range of missions. For a higher level of crew survivability, the vehicle can be fitted with modular armoured panels in partnership with Honeywell. These are of aramid and ceramic laminate design, with situational awareness using armour glass panels.

The powerpack consists of a turbocharged and intercooled diesel developing 175hp, coupled to an automatic transmission, which gives a maximum speed of 120km/h with permanent all-wheel drive. Standard equipment includes a winch with a capacity of 4.5 tonnes, an anti-lock braking system, powered steering, double wishbone suspension with coil springs on the front and rigid axle, and leaf spring suspension at the rear.

  ★ IHS Janes  

★ Pindad unveils new assault rifle prototype SSx 7.62mm at IndoDefence 2014

At IndoDefence 2014 in Jakarta, Indonesia-based company Pindad is increasing its assault rifles range by officially showing for the first time a new SS variant, the SSx 7.62mm. This rifle is part of PT Pindad focus and long effort to develop its own weapon with a bigger caliber to fulfil new challenges as required by its users. http://www.armyrecognition.com/images/stories/asia/indonesia/defence_exhibition/indodefence_2014/news/pictures/Pindad_unveils_new_assault_rifle_prototype_SS_7_62mm_at_IndoDefence_2014_640_001.jpgPindad SSx 7.62 mm assault rifle prototype at IndoDefence 2014

PT Pindad has initally successfully produced its series of assault rifles e.g. SS1 and SS2 with 5.56 mm caliber. This new prototype is a commitment of PT Pindad management to support both of its domestic end-users within Indonesian National Armed Forces as well as global customer demand.

The SSx is a 7.62x51 mm caliber gun, of which barrel measures 510 mm. It can be used with three firing modes: single shot, full automatic and safe modes. The SSx uses MU 2 Tj ammunition, allowing an effective range of 950m. The future Pindad's 7.62 mm assault rifle has optical sight and flip up sight, and can be used with a tripod.

  ★ armyrecognition  

★ Wulung UAV gets stronger and lighter

IndoDefence 2014 http://www.janes.com/images/assets/405/45405/Wulung-UAV-gets-stronger-and-lighter-_ID14D2_.jpgPUNA BPPT

BPPT’s PUNA (Pesawat Udara nir Awak – unmanned aircraft) division is showing its Wulung UAV in the outside display area, complete with its mobile ground control station.

The air vehicle is one of a number of UAVs that have been developed as part of a BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi – Agency for Assessment and Application of Technology) initiative, and is being developed to answer an Indonesian armed forces (TNI) requirement for border surveillance.

The vehicle is also gathering interest from other government agencies for roles such as the monitoring and detection of illegal logging and forest fires, and to aid the monitoring of and response to natural disasters such as volcanic eruptions.

Wulung has a wingspan of 6m and operates at speeds of up to 69kts and 8,000ft altitude. The original version had an autonomous radius of about 75km and an endurance of four hours. Three have been supplied to a TNI order for evaluation, but the air vehicle in its initial form did not meet TNI requirements.

Accordingly, BPPT PUNA began tests earlier this year with three new prototypes featuring a lighter structure. While keeping maximum take-off weight to 120kg, the lighter structure allows fuel capacity to be increased from 35 to 55 litres, in turn raising endurance from four to six hours to meet Indonesian armed forces requirements. The revised Wulung has also demonstrated in recent tests an ability to fly more than 150km.

At the same time, the structure was strengthened from a 3.5g rating to 7.6g, so that the UAV can withstand the greater levels of turbulence that are often encountered in the region.

Five of these updated air vehicles have been ordered by the Indonesian armed forces. In the meantime, BPPT PUNA continues to develop advanced control systems for the Wulung.

  ★ armyrecognition  

★ Pindad produksi 150 senapan SPR 2 buat Kopassus

http://jakartagreater.com/wp-content/uploads/2014/11/SPR-21-e1415271247644.jpgSPR 2 Pindad

Pindad mampu membuat senapan sniper SPR 2 yang membuat dunia militer internasional kaget. Pasalnya, senapan ini mampu menjangkau target dengan jitu dalam jarak lebih dari 2 km.

“Kita sedang bikin 150 pucuk (senapan SPR 2) buat Kopassus, dunia sniper internasional sudah gempar. Senapan SPR 2 ini jangkauannya sampai 2 km,” kata kadep komunikasi Pindad Sena Maulana di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11).

Menurutnya jenis peluru senjata sniper SPR 2 ditakuti banyak negara. Peluru ini mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun.

“Pelurunya 12,7 mm anti material, jenis pelurunya paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja. Peluru ini dapat menembus baja lalu terbakar dan meledak di dalam,” terang dia.

Masih menurutnya, senapan sniper SPR 2 ini berawal dari sniper SPR 2 milik TNI yang tak berani diuji coba. Kemudian Pindad berusaha menguji dan akhirnya membuat sendiri.

“Tahun 2003, TNI punya 3 pucuk dari negara lain tapi nggak berani uji karena berat dan besar. Akhirnya kita uji bareng-bareng lalu kita buat sendiri tahun 2006, itu awalnya,” pungkas dia.

  ★ Merdeka  

★ Tahun depan Pindad produksi panser dilengkapi meriam 90 mm

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3UFiIiure81KzKeNIwA9nh7VQh9_KfWYjs8qubg6mF9Fd0jBPrpoA-6lIWtrk6FZD4o3zydxe88pE5gU-aFTnlWtKCEp9jiK60jow3rImJj6LIqVm_We7KVh00cvIhOCXqCx6LSi5El0/s1600/8f8588f5.jpgPanser Kanon Badak Pindad

PT Pindad memproduksi kendaraan serbu baru jenis panser yang dilengkapi turret canon 90 milimeter. Saat dipamerkan di pameran senjata internasional 2014 (Indo Defence), Wakil Presiden Jusuf Kalla menamainya panser badak.

Pindad mengklaim canon 90 milimeter yang dipasang di panser badak tahun depan akan mampu diproduksi dalam jumlah banyak. Produksi canon sebesar ini merupakan pertama kali di Indonesia.

"Tahun depan cannon 90 milimeter ini masuk produksi di Pindad sistem senjatanya. Baru pertama di Indonesia manufaktur sebesar ini," kata Kadep komunikasi Pindad Sena Maulana di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11).

Sena mengatakan produksi canon ini nantinya bekerjasama dengan perusahaan senjata Cockerill Maintenance. Pemasaran canon ini dibantu perusahaan senjata asal Belgia ini.

"Ini join produksi nanti untuk canon 90 milimeter. Kita juga join marketnya dengan Cockerill," terang dia.

Masih menurutnya, canon 90 milimeter ini dipesan oleh pasar senjata internasional. Kebanyakan yang berminat adalah negara kawasan asia.

"Di luar negeri sudah ada permintaan untuk canonnya. Kawasan Asia sudah mulai tertarik," ujarnya.[has]

  ★ Merdeka  

Komponen pesawat tempur juga harus dibuat di Indonesia

http://icdn.antaranews.com/new/2014/04/ori/20140403jas-39e-gripen.jpgIndonesia mengajukan syarat khusus terhadap setiap pembelian pesawat tempur dari luar negeri, kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso, di Jakarta.

"Kalau mau jual pesawat ke Indonesia jangan cuma menjual unitnya saja, tapi perakitan akhirnya harus di Indonesia," kata dia, Kamis.

Di Asia, adalah India, salah satu negara yang mampu menekan pabrikan sehingga komponen dan perakitannya dilakukan di negara pembeli itu. India membeli 178 unit Dassault Rafale dari Dassault Aviation (Prancis), dengan hanya 28 unit dibangun di Prancis dan sisanya di India.

Namun di balik itu, tradisi manufaktur produk teknologi tinggi dan tradisi kedirgantaraan India sudah berjalan lama secara berkesinambungan dan diakui dunia. India juga memiliki pabrikan-pabrikan pesawat terbang dan komponen pesawat terbang di negaranya.

Menurut Santoso, dengan proses perakitan di Indonesia maka peluang mempelajari teknologi pesawat dapat dilakukan secara baik, sehingga mampu mematangkan kemandirian pertahanan Indonesia. Juga untuk memudahkan perawatan dan pemeliharaan pesawat tempur itu.

"Pokoknya buat pabrik perakitannya di Indonesia, di manapun silahkan. Tidak harus di PT DI," kata Santoso, menjelaskan.

Indonesia tengah menentukan calon pengganti F-5E/F Tiger II dari Skuadron Udara 14 TNI AU, yang telah hadir sejak dasawarsa '80-an. Sejauh ini, tiga besar calon pengganti telah masuk daftar untuk di-"peras" lagi menjadi hanya satu kandidat.

Ketiga pesawat tempur itu adalah Sukhoi Su-35 Flanker (Rusia/Rosoboronexport), JAS-39 Gripen (SAAB/Swedia), dan F-16 Block 52+ Fighting Falcon (General Dynamics/Amerika Serikat). Sebelumnya, McDonnel-Douglas F-18 Hornet (Amerika Serikat) dan Dassault Rafale (Dassault Aviation/Prancis) juga masuk dalam daftar awal itu.

Belakangan, Eurofighter Typhoon dari konsorsium Eurofighter (Jerman, Italia, Inggris, dan Spanyol), mencoba peruntungan menjadi pengganti F-5E/F Tiger II itu. Tim pemasaran dan teknis didatangkan secara khusus ke Jakarta sebagai bagian Eurofighter dalam kesertaannya di Indo Defence 2014.

  ★ Antara  

Kerjasama Pindad dengan 3 Produsen Senjata

Buat Kendaraan Tempur, Pindad Gandeng 3 Produsen Senjata DuniaDemi mencapai visi-nya, yakni menjadi produsen peralatan pertahanan dan keamanan terkemuka di Asia pada 2023, PT Pindad melakukan sejumlah kerjasama dengan produsen Internasional.

Hal ini disampaikan Plt Direktur Utama PT Pindad, Tri Hardjono, dalam media briefing 'Pindad and Partners' di The Media Hotel, Jl. Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

"Kami melakukan kerjasama dengan sejumlah produsen seperti CMI Defence (Cockerill Maintenance & Ingenierie) Belgia, lalu ada SAAB Swedia dan Rheinmetall Land System dari Jerman," ucap Tri.

Untuk CMI Defence, perusahaan BUMN yang bertempat di kota Bandung, Jawa Barat ini bekerjasama dalam pengembangan Turret System kendaraan tempur. Kerjasama PT Pindad dan CMI Defence telah disepakati melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerahasiaan pada 15 September lalu.

"Ada beberapa tahap seperti membangun bisnis produk Turret CSE 90LP serta pengembangan kerjasama selanjutnya yakni Turret CT-CV 105HP. Dalam skema ini maka manufacturing know-how akan ditransfer secara bertahap dan proses ToT (Transfer of Technology) akan diberikan technical data package dan manufacturing data package yang relevan," imbuhnya.

Sementara itu, untuk kendaraan tempur lainnya, PT Pindad menggandeng Rheinmetall Land System untuk kerjasama overhauling, upgrading, servicing, maintanance dan modifikasi. Kerjasama ini akan dilakukan ke beberapa produk kendaraan tempur seperti MBT Leopard 2 RI, Leopard 2 A4, AIFV Marder 1A3 RI, Gunnery/Driving Simulator, dan lain-lain.

"Beberapa upgrading dan modifikasi juga dapat dilakukan kepada beberapa produk kendaraan lainnya seperti IFV Marder Command, ARV Buffalo, ARV 2, AEV Badger, AVLB Beaver, dan lain-lain," terang pria berkaca mata ini.

Selain kendaraan tempur, PT Pindad melakukan kerjasama dengan SAAB Dynamics di bidang pengembangan peluru kendali atau rudal. Kerjasama ini meliputi perjanjian dalam pengembangan produk sistem rudal pertahanan udara berbasis darat RBS 70 Mk2 untuk TNI Angkatan Darat.

"Kerjasama ini meliputi proses transfer of technology dan pemberian know how kepada Pindad yakni program Life time extension RBS 70 Mk2 missiles, serta integrasi misil dengan sub sistem kendaraan tempur. Dalam kolaborasi ini PT Pindad menjadi kontraktor utama dan SAAB Dinamics menjadi subkontraktor," tuturnya. (Fahrizal Lubis/Ndw)
Belajar Bikin Rudal, Pindad Kirim Pegawai ke Swedia dan BelgiaBUMN produsen senjata, PT Pindad (Persero), berencana mengirim puluhan pegawainya ke Saab Dynamics di Swedia untuk belajar bikin rudal. Pindad juga akan mengirim pegawainya ke Cockerill Maintenance & Ingenierie (CMI) di Belgia.

Kerjasama antara para produsen alat pertahanan ini dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan pagi tadi. Plt Dirut Pindad Tri Hardjono mengatakan, kerjasama ini diharapkan bisa berbagi teknologi antar produsen alat pertahanan.

"Kita kerjasama dengan partner-partner kita dalam bidang penguatan kapabilitas dalam teknologi. Selain teknologi kita juga harus perkuat SDM. Kita saling kerjasama untuk meningkatkan SDM kita," katanya di Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Ia mengatakan, selama ini Pindad sudah mendapatkan Penanaman Modal Negara (PMN) yang akan digunakan untuk menyekolahkan pegawai-pegawainya. Gayung bersambut, dua produsen alat pertahanan asing ini memberi tawaran.

"Mereka menawarkan, ya kenapa enggak. Untuk di teknologi, amunisi dan kimia yang sangat sulit. Yang berangkat sekitar puluhan karena uang kita terbatas," katanya.

Saab Dynamics adalah bagian dari Saab Group, perusahaan penyedia aneka alat pertahanan asal Swedia. Saab Dynamics khusus bergerak di produksi misil.

Sementara CMI adalah produsen alat berat yang bermarkas di Seraing, Belgia. Selain memproduksi alat militer seperti artileri, CMI juga memproduksi baja untuk berbagai keperluan industri.

   Liputan 6 | detik  

★ Mobil Anti Banjir

06 November 2014

Hasil kreativitas TNI ADMobil anti banjir. ©2014 Merdeka.com/Efendi

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tertarik pada mobil anti banjir di pameran senjata internasional 2014 (Indo Defence). Mobil ini dinilai cocok untuk kondisi banjir yang kerap menyerang Jakarta.

"Itu bagus tuh (mobil anti banjir). Harusnya ini dibanyakin persiapan banjir di Jakarta," kata Ryamizard di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11).

Ditemui terpisah, petugas jaga stan mobil anti banjir Kapten Infanteri Darmaji mengatakan, kendaraan ini merupakan bagian dari program Dislitbang TNI AD 2013. TNI AD lalu bekerja sama dengan beberapa perusahaan lokal seperti PT Tesko Maritim dan PT Graha untuk membangun kendaraan anti banjir.

"Jadi sampai saat ini hanya ada satu mobil. Tahapnya masih pembangunan, belum pengadaan," terang Darmaji.

Masih menurutnya, mobil ini hasil modifikasi truk Isuzu Colt Diesel. Mobil tersebut dilengkapi dengan dua mesin (mesin mobil dan mesin kapal).

"Ini sudah diujicoba melewati sungai dan berhasil. Kendaraan ini bisa mengangkut sekitar 25-30 orang sekali angkut," ujar dia.

Selain itu, mobil anti banjir tersebut dapat menembus banjir di berbagai daerah di ibu kota. Namun, kendaraan dapat maksimal kalau ketinggian banjir mencapai 2 meter.

"Ini memang disiapkan untuk banjir di Jakarta. Kalau ketinggian sampai 2 meter dapat langsung mengapung," pungkas dia.[ian]

   Merdeka  

★ Alutsista Lokal di Indo Defence 2014

Indo Defence Expo & Forum 2014 Berikut ini beberapa alutsista lokal produksi anak bangsa untuk memenuhi kebutuhan TNI dalam mempertahankan negara. Dengan mencoba untuk mandiri dengan hasil kerjasama maupun alih teknologi dari berbagai negara sahabat.

Apa saja alutsistanya, mari kita lihat sebagian alutsista lokal yang dirakum dari berbagai sumber.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0MiV8Qq75rIUuURBErCeUWyo0RyVoQQ_WcpV1Lb3THgmm9_7sUSpEq-jDv7s_AgcebLD4mPAy__UPdniw_fSQ1JYFkffPN0rflt7Wr4OfO3OlG8iW6COC0goKZeKxoxI2UzEhrQn6FlY/s1600/20141105184652-melihat-berbagai-alutsista-canggih-di-indo-defence-expo-2014-003-nfi.jpg
Panser Badak Pindad
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjO6RBZcmdxTiEG3TH7HOO34thXL2JLK5ITK7P1eqlfYMj65PTanrQeTJYN97DB5NtkEH9RMOgThl8HjVpYjMcaQuJXepSKmcik9x15ChnPW6IEeOhgtydu80Z6oCZbxUtAF2OKbvsd9rw/s1600/20141105184708-melihat-berbagai-alutsista-canggih-di-indo-defence-expo-2014-008-nfi.jpg
Rantis Produksi PT SSE
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYdffeaRDI-6RGtXOTFYXGHjyHKhF5Jq2OiyxPjSat7dUfVJQkvDE4EdjJ51wxHhlZmhQbZd8KpuAKPWGb4kv63KxGyzhL_gmAxuNJ7OgfFd0tAzvDcvTKMN98DISkL8u60i-Rv47BvSI/s1600/20141105184714-melihat-berbagai-alutsista-canggih-di-indo-defence-expo-2014-012-nfi.jpg
Rantis produksi PT SSE
image
Sigma 10514 PKR (Rafly/JKGR)
Tank SBS MLRS Pindad [Rafly/JKGR]
MLRS Rhan Pindad (Rafly/JKGR)
Kendaraan Militer produksi Pindad (ARC)
Tank AMX13 retrofit Pindad (ARC)
Panser Pindad [ARC]
Kapal Trimaran Lundin [ARC]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCyH_GihqW50u8ioGsRd_qm_dFkWUAn5x7_DtmpNQfmpgKq-Fu0n679bzI6eC2zNQfhA_Iy3Y3fUnZaMWwbL0Vq5rWVcSJuymSk95GOxAp3xuTJQWamDENs9yRe0YY30LAAtBCzXxv6hw/s1600/10408142_10204416498830619_8587228642485589746_joedhie2k.jpg
Kapal Trimaran tanpa awak Lundin [joedhiek2k]
Rantis lokal [ARC]

  ★ Indonesia Teknologi  

 

Populer