skip to main |
skip to sidebar
Smoga cepat teratasi
KRI Teluk Bintuni mengalami insiden kebakaran, Minggu malam, meski sudah berhasil ditangani, hingga sore ini tak satupun petinggi PT DRU selaku pembuat kapal yang bersedia menceritakan kronologisnya | Dok
PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung masih tertutup soal insiden kebakaran pada KRI Teluk Bintuni yang terjadi tadi malam. Pantauan langsung Saibumi.com di lokasi PT DRU Lampung di Jl Alamsyah Ratu Prawiranegara KM 12 Srengsem, Panjang, Bandar Lampung, Senin 27 Oktober 2014.
"Maaf, tidak boleh masuk yah. Soalnya para pimpinan lagi keluar," langsung kata salah satu security begitu Saibumi.com parkir di depan pintu pagar utama. Waktu ditanya siapa saja para pimpinan PT DRU yang keluar, pemuda bertubuh gemuk itu terdiam sambil menghubungi seseorang via HT. "Maaf tetap nggak bisa masuk. Soalnya para pimpinannya lagi meeting!," katanya kembali memberi alasan berbeda.
Masih di areal depan pagar pintu masuk PT DRU, kembali Saibumi.com menghubungi para petinggi PT DRU lewat ponsel. Tapi hasil masih nihil. "Aduh, belum bisa omong apa-apa yah. Soalnya masih dalam investigasi secara internal dan eksternal. Jadi, tidak ada yang bisa diberi tahu. Tapi tadi perwira tinggi dari Kemenhan (Kementerian Pertahanan) sudah datang kok," kata Kepala Bagian Umum PT DRU Lampung Yahya singkat saat kebetulan bertemu di areal parkir PT DRU.
Langkahnya bergegas memasuki pintu pagar yang langsung tertutup rapat begitu kakinya menginjak halaman dalam PT DRU Lampung. Terlihat dari sisi pintu pagar, halaman depan dipenuhi oleh beragam kendaraan termasuk kendaraan Pomal.
"Bang, ijin ambil foto tampak depan yah," tanya Saibumi.com. "Aduh, jangan. Tidak boleh ambil foto yah, nanti kami yang kena marah," kata security itu lagi sambil tersenyum terpaksa.
Sebelumnya terjadi insiden kebakaran di KRI Teluk Bintuni. Informasi terbaru dari salah satu petugas pemadam disebutkan bahwa kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik. "Katanya ada instalasi listrik yang bermasalah di kapal. Lagi dibenerin. Eh, korslet jadilah kebakaran. Lokasinya diruang atas yang banyak tombol dan ada kursi besarnya. Ada empat damkar yang diturunkan. Dua mobil dari BPBP pos pusat, satu mobil dari Bumi Waras dan satu mobil lagi dari Tanjung Karang Timur. Sampai sekitar jam 9-an asap masih tebal yah," papar petugas tersebut rinci.(*)
Ilustrasi KRI Klewang
TNI Angkatan Laut terus melengkapi Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista). Terbaru adalah pembuatan Kapal Cepat Rudal (KCR) berlambung tiga (Trimaran) 63 meter. Kapal tersebut diproduksi oleh PT Lundin Industry Invest yang berbasis di Banyuwangi.
Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr Marsetio meninjau proses pembuatan kapal tersebut di Pantai Cacalan, Banyuwangi. Turut mendampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi Letkol Laut (P) Edi Eka Susanto, Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Inf Mangapul Hutajulu, dan Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi I Made Parma.
"Ini merupakan salah satu kunjungan ke galangan kapal kebanggaan nasional karena di sinilah Kapal Trimaran dibuat. Ini juga menjadi kebanggaan bagi warga Banyuwangi, karena ternyata daerah di ujung timur Pulau Jawa ini menjadi salah satu produsen alat pertahanan negara,” kata Marsetio, Jumat (24/10/2014).
Marsetio mengatakan, Kapal Trimaran yang terbaru ini merupakan yang pertama di Asia. Selain bekerja sama dengan Swedia, dalam pembuatan desain Trimaran, TNI Angkatan laut juga melibatkan BUMN yang bergerak di bidang industri pertahanan nasional seperti PT PAL (Persero) dan PT Pindad (Persero).
"Untuk tahap pertama, TNI AL memesan empat kapal. Sekarang di sini sedang dibuat yang pertama," ujar Marsetio.
Desain KCR Trimaran yang terbaru ini sedikit berbeda dengan Kapal Trimaran yang sebelumnya. Kapal terbaru ini akan terbuat dari bahan tahan api dan anti-radar.
"Kapal ini tidak hanya akan dipakai di dalam negeri, tapi akan menjadi salah satu produk pertahanan unggulan yang akan dijual ke luar negeri. Seperti kapal LPD yang diproduksi PT PAL sudah dipesan oleh Angkatan Laut Filipina. Nanti kapal ini juga akan kita jual ke luar negeri," imbuh Marsetio.
Bupati Anas mengaku bangga karena kapal canggih itu diproduksi di Banyuwangi dengan sinergi swasta dan BUMN di bidang industri pertahanan. "Industri pertahanan adalah industri strategis bagi bangsa. Banyuwangi ikut bangga," katanya.
Perusak Kawal Rudal
PKR 10514 (ambalat)
PT PAL Indonesia terus mengejar target bisnis di sisa 2014 ini. Pebisnis industri galangan kapal ini rupanya tengah berupaya merampungkan dua pesanan kapal dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (RI).
Jenisnya adalah kapal perang. "Kami sedang fokus menyiapkan kapal selam dan menyelesaikan kapal perusak kawal rudal (PKR)," kata Firmansyah Arifin, Direktur Utama PT PAL beberapa waktu lalu kepada KONTAN.
Langkah ini sejalan dengan adanya suntikan dana segar dari pemerintah. Asal tahu saja, PT PAL belum lama ini mendapat penyertaan modal negara (PNM) senilai Rp 1,5 triliun. Limpahan dana yang sudah mendapat lampu hijau dari wakil rakyat ini sudah dialokasikan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014.
Rencananya PT PAL akan menggunakan dana tersebut untuk mengerjakan infrastruktur kapal selam mulai tahun depan. Selang satu tahun berikutnya, masuk ke tahap pembuatan.
Sedangkan untuk menyelesaikan pekerjaan kapal perusak kawal rudal (PKR), PT PAL tengah menanti sekitar 70 karyawan PT PAL yang tengah menimba ilmu pembuatan kapal ini di Belanda. Rencananya, PT PAL akan membut kapal perusak pesanan TNI AL tahun depan. Bila tidak ada halangan, pengerjaan kapal perang ini akan butuh waktu selama 48 bulan atau bisa selesai pada akhir Desember 2016 nanti.
Selain menyelesaikan pesanan kapal perang di tanah air, PT PAL rupanya sudah mulai menebarkan jangkar ke luar negeri. Salah satu produk andalan PT PAL yakni kapal perang bersenjata atau kombatan, mulai dilirik negara tetangga. "Filipina sudah mulai pesan ke kami, artinya kami sudah mulai mengekspor kapal," imbuhnya tanpa merinci jumlah kapal pesanan berikut nilai pesanan dari Filipina.
PT PAL Indonesia menargetkan bisa mengantongi pendapatan dari industri galangan kapal sebesar Rp 1,7 triliun. Sedangkan untuk laba bersih, perusahaan ini membidik target Rp 300 miliar. Manajemen PAL pun optimistis target tersebut bisa tercapai.(KONTAN/RR Putri Werdiningsih)
Kemampuan tempurnya disegani dan teratas di kelasnya
BMP3F Marinir
Tank Amfibi BMP-3F adalah kendaraan tempur lapis baja yang mampu bermanuver di air dan darat. Tank hasil rakitan pabrik senjata Kurganmashzavod Rusia tahun 2013 ini mempunyai kemampuan paling unggul di kelas peralatan tempur amfibi saat ini.
Senjata utama Tank Amfibi BMP-3F adalah meriam kaliber 100 mm, senjata antiserangan udara, rudal antitank, serta mampu mengangkut pasukan sekaligus mempertahankan diri dari serangan lawan.
Tank ini memiliki akurasi tembakan ke sasaran dengan kemampuan bertahan tinggi di berbagai medan pertempuran. Keunggulan inilah yang menjadikan Tank Amfibi BMP-3F sebagai salah satu tank amfibi disegani di dunia.
BMP-3F berbobot 18,7 ton dengan dimensi panjang 7,14 meter, lebar 3,15 meter, dan tinggi 3,57 meter mampu membawa tujuh pasukan dan tiga personel.
Hingga saat ini, ada 10 negara yang menggunakannya selain Rusia dan Indonesia, yaitu UEA, Venezuela, Kuwait, Korsel, Sri Lanka, Siprus, Ukraina, Azerbaijan, dan Yunani.(kur)
Inhan siap produksi alutsista untuk ekspor
Evolusi Ranpur Komodo Pindad
Pemerintah memandang industri pertahanan Indonesia saat ini sudah mampu memproduksi barang berkualitas ekspor. Apalagi ada program transfer teknologi yang digagas oleh Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP).
Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro menyebut, industri pertahanan Indonesia bisa mengekspor produk pertahanan canggih, seperti kapal perang tipe Landing Platform Dock (LPD-125) ke Filipina.
"Contoh kapal LPD, dibangun yang dibangun di PAL. Sekarang ekspor ke Filipina. Timor Leste juga ingin beli," kata Purnomo di Kantor Pusat Dahana, Subang, Jawa Barat, Jumat (10/10/2014).
Ekspor yang dilakukan oleh PT PAL Indonesia (Persero), tidak lepas dari program transfer teknologi yang diberikan oleh Korea Selatan. Awalnya Kemenhan memberi order kepada Korsel, namun dengan melibatkan PAL.
"Partner mau transfer seperti Korsel untuk bikin kapal LPD 7 tingkat. Itu kapal markas bisa angkut tank," sebutnya.
Selain kapal perang, industri pertahanan Indonesia juga mengeskpor peralatan tempur, seperti senjata SS1 dan Panser ANOA buatan PT Pindad. Tidak hanya itu, Indonesia juga menjual baju militer hingga helm tahan peluru.
Bahkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga telah menjual pesawat ke berbagai negara.
Saat ini, Indonesia juga sudah memasuki pengembangan pesawat tanpa awak, produksi propelan, jet tempur, kapal selam, hingga tank.
Purnomo memandang produk pertahanan Indonesia berpotensi besar merangsek pasar Asia Tenggara. Apalagi anggaran militer negara ASEAN sangat tinggi, sehingga itu menjadi peluang.
"Negara-negara ASEAN rata-rata pengeluaran militer US$ 8-9 miliar. Kalau dikali 10 bisa US$ 80 miliar. Itu besar," terang.(feb/dnl)
KRI Teluk Bintuni 520 | Tommy Boy, manajer purchasing PT.DRU Lampung untuk Saibumi.com
KRI Teluk Bintuni 520 absen dalam parade alutsista yang menjadi bagian perayaan HUT TNI ke-69 secara nasional di Surabaya kemarin, Selasa, 7 Oktober 2014. Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung A Harryadi P (40) dan Ketua Satuan Tugas (Satgas) TNI AL Kolonel Laut (P) M Setiadiono Rianto kepada Saibumi.com.
“Iya, memang KRI Teluk Bintuni tidak ikut karena masalah teknis. Maklum kapal baru dan memang belum sempurna operasional mesinnya walau sudah memakai tenaga langsung dari Korea. Itu yang menyebabkan tidak cukup waktu KRI Teluk Bintuni untuk berlayar ke Surabaya dan telah dilaporkan pada 2 Oktober lalu ke Kementerian Pertahanan,” kata Setadiono kepada Saibumi.com.
Sementara, Direktur Utama PT DRU Lampung A Harryadi P (40) menjelaskan masalah teknis tidak berangkatnya KRI Teluk Bintuni 520. "Iya, Bintuni tidak jadi ikut ke Surabaya. Saat Bintuni siap, waktu berlayarnya tidak cukup. Dari Rabu sudah persiapan buat berlayar. Sabtu sudah coba untuk berlayar, tapi belum sesuai harapan. Karena berhubung mesin utamanya ini canggih, serba elektronik, all computerized, jadi kita menunggu settingan install dari pembuat mesinnya. Karena Bintuni pakai mesin yang tidak biasanya. Kalau pakai mesin yang biasa seperti kapal perang lain mungkin waktunya tidak selama ini," kata Harry. PT DRU Lampung mendatangkan langsung dua orang teknisi mesin kapal yang asalnya dari Korea Selatan dilakukan untuk "mengawal" langsung masalah mesin tersebut.
"Tapi in the end, saat Bintuni dinyatakan sudah siap, ternyata waktu tidak cukup. Begitu Minggu kita laporkan ke Jakarta kapal siap berangkat waktunya tidak memungkinkan untuk tiba ontime di Surabaya," katanya lagi. Kapal perang biasa butuhkan waktu minimal 2×24 jam menuju Surabaya dari Lampung. "Bintuni ini kapal perang yang cepat karena kekuatan mesinnya. Untuk ke Surabaya, Bintuni hanya butuh 34 jam," ujarnya lagi.
Lebih lanjutnya, proses trial dock sudah dicoba dilakukan sejak Sabtu (4 Oktober 2014). “Coba mooring trial (kapal dicoba maju mundur) dan berhasil. Besoknya dicoba dock trial dengan tahapan test untuk mesin, yang awalnya memang kurang sempurna tapi kami mengetahui penyakitnya dan bisa memperbaikinya. Bukan hanya mesin yang harus disempurnakan, tetapi juga sistem lainnya diuji coba karena saling berkaitan. Uji coba kontrol kapal dari ruang mesin dan anjungan berhasil dilakukan. Antisipasinya banyak karena kapal mau long trip dan harus siap dengan kemungkinan yang buruk termasuk kalau tiba-tiba mogok dit engah laut,” bebernya.
Semua proses percobaan berlayar dilakukan oleh kru PT DRU Lampung sendiri. “Minus Satgas dan ABK asli karena kapal ini statusnya masih milik PT DRU. Kami juga harus lakukan berbagai tahap penyempurnaan. Jadi, sebenarnya pada waktu kapal dinyatakan sudah siap untuk berangkat tapi waktunya sangat riskan hingga akhirnya memutuskan untuk tidak memberangkatkan Bintuni ke Surabaya,” pungkasnya.
Sebelumnya, KRI Teluk Bintuni 520 yang dibuat di Lampung dijadwalkan untuk mengikuti parade sistem persenjataan yang dimiliki Indonesia saat HUT TNI di Surabaya. Saat Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan nama KRI Teluk Bintuni 520 di Lampung pertengahan September lalu, Purnomo menyebutkan bahwa kapal jenis Landing Shift Tank ini akan menjadi maskot kapal perang produksi dalam negeri.(*)Faktor Keselamatan Membuat KRI Teluk Bintuni 520 Tidak Berlayar Faktor keselamatan (safety), yang membuat KRI Teluk Bintuni 520 tidak diberangkatkan ke Surabaya untuk menjadi peserta parade sistem persenjataan TNI sebagai rangkaian HUT TNI ke-69 di Surabaya, Selasa 7 Oktober 2014. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Daya Radar Utama (DRU) Lampung Albertus Harryadi Prananto (40) pada Saibumi.com saat ditemui langsung diruang kerjanya.
“Tanggung jawab moral untuk mengutamakan faktor keselamatan (safety) dari 135 orang yang akan mengoperasionalkan kapal ke Surabaya. Selain itu juga mengutamakan keselamatan kapalnya yang masih dalam tanggung jawab besar dari PT DRU jangan sampai terjadi sesuatu,” katanya.
Berdasarkan MoU dengan pihak pemesan yakni Kementerian Pertahanan, PT DRU Lampung mempunyai waktu hingga akhir tahun untuk menyelesaikan pembangunan KRI Teluk Bintuni 520 hingga sempurna sebelum diserahterimakan. “Permintaan dari pihak Kemenhan dan Kepresidenan kami penuhi sebaik mungkin. Sudah all out semua bagian PT DRU dalam mengambil keputusan dan tindakan mempercepat pembangunan kapal. Faktor safety baik dari segi manusia dan kapalnya, terutama dibagian mesin yang akhirnya tidak memberangkatkan KRI Teluk Bintuni 520,” jelas Harryadi.
Walaupun tidak jadi tampil di Surabaya, menurut Harryadi, kapal perang jenis Landing Shift Tank terbesar ini tetap menjadi kebanggaan Provinsi Lampung. "Tetap jadi kebanggaan karena pertama kali dibuat oleh galangan swasta untuk ukuran kapal perang Angkatan Laut. Mudah-mudahan selanjutnya kita dapat kesempatan lagi dari Angkatan Laut. Semoga AT-4 (Angkut Tank - 4) bisa dikerjakan disini lagi,” harapnya.
“Kalau masyarakat ada yang kecewa karena tidak jadi tampil (KRI Teluk Bintuni 520) kami mohon maaf. Kami sudah do the best that we can do karena dibalik itu semua, saya pribadi harus memperhatikan, mengutamakan, memikirkan keselamatan orang dan kapal selama sailing ke Surabaya,” tegasnya.
Sebelumnya, KRI Teluk Bintuni 520 telah dijadwalkan menjadi maskot dalam parade HUT TNI ke-69 di Surabaya. Kapal perang ini sedianya menjadi perwakilan kapal perang dari pemerintah Indonesia yang menerapkan program pembuatan sendiri alutsista. Dimulai dengan menggandeng pihak swasta nasional yang dikerjakan oleh PT DRU Lampung.(*)
Ujicoba touch & go di KRI TOM (pelisaurus/supermarine)
Sumber dari Angkatan Laut Indonesia mengatakan kepada IHS Jane di Surabaya, bahwa TNI AL akan melengkapi tiga korvet nya Bung Tomo Class dengan helikopter dari Airbus AS565 Panther, helikopter anti-kapal selam (ASW), pada tanggal 6 Oktober di Surabaya, Indonesia.
KRI Bung Tomo (357) melakukan ujicoba dengan AS365N Dauphin 2 pada tanggal 29 September. Ujicoba, yang termasuk operasi pendaratan touch and go, dilaut Jawa Tengah menjelang perayaan Hari Angkatan Bersenjata Indonesia pada tanggal 7 Oktober.
Menurut sumber, Dauphin 2 yang terlibat dalam ujicoba baru-baru ini, merupakan pinjaman dari Badan SAR Nasional (BASARNAS). Namun, ujicoba dilakukan dengan warna helikopter TNI AL untuk "menjaga latihan seperti realistis," kata sumber itu.
"Helikopter AS365N Dauphin 2 mirip dengan Panther AS565 dalam hal aspek fisik dan operasional. Ujicoba dengan AS365N yang dilakukan secara progresif pada korvet Bung Tomo Class dengan tujuan membiasakan penggunaan helikopter Panther AS565 ketika tiba", kata sumber itu. "Sambil menunggu helikopter Panther tiba, awak kapal sedang dibiasakan untuk beroperasi dengan helikopter sejenis".
TNI-AL mengumumkan bulan Mei 2014 bahwa akan memperoleh 16 helikopter AS565 Panther yang akan dikonfigurasi untuk ASW. Beberapa platform akan digunakan pada korvet Sigma 10514 dengan dipandu dengan rudal.
Keputusan untuk membeli AS565 itu atas rekomendasi produsen pesawat milik negara PT Dirgantara Indonesia (PTDI), yang akan terlibat dalam produksi helikopter maupun pemasangan alat anti kapal selam. Tidak ada informasi perihal jadwal pengiriman helikopter tersebut.[IHS Janes]
Episode Sailing pass Kapal Perang TNI AL
Semakin banyak aksi yang dipertontonkan pada latihan Ulang Tahun TNI pada hari ke-2, Sabtu 4 Oktober 2014. Aksi Apache dan Sukhoi memberikan kesan tersendiri, nikmati dalam galeri sebanyak 68 foto.
Berikut ini episode Kapal Perang TNI AL
Bulan Alutsista TNI
SEPTEMBER CERIA itulah sebutan yang bisa dirasakan para penjaga tanah air Indonesia, seperti nama lagu pop di era 80an, lagu ceria yang menampilkan alutsista baru TNI dalam memenuhi kebutuhan dalam menjaga kedaulatan bumi pertiwi.
Mengutip berita yang didokumentasikan Blog Garuda Militer, beberapa Alutsista berdatangan dibulan September yang ceria ini. Mulai dari Main Battle Tank, Pesawat, Kapal perang maupun Roket yang berhasil diluncurkan LAPAN, serasa memenuhi dahaga alutsista TNI yang selama ini dinilai kurang.
Tentu semua alutsista ini bukan yang terbaik, tapi patut dibanggakan karena menambah taring TNI dalam menjaga NKRI maupun siap bertempur bila diperlukan.
Sudah lama TNI tidak memperbaharui alutsistanya, baru beberapa tahun terakhir alutsista ini mulai nampak menjejalkan amunisi TNI dalam gudangnya. Dimulai dari krisis ekonomi 98 sampai sekarang, tak terasa alutsista baru menampakkan diri di bumi pertiwi.
Beberapa alutsista ini merupakan jerih payah usaha Kemhan bersama TNI yang tentunya di bawah kepemimpinan dan persetujuan SBY dalam era reformasinya yang kita rasa sebelumnya seperti 'kapal tanpa komandan' atau disebut populernya berjalan apa adanya.
Kita patut apresiasi bahwa di era SBY alutsista TNI bertambah dengan pasti. Tak salah pada HUT TNI ke 69, TNI pun langsung menampilkan alustsista barunya didepan SBY sebagai rasa apresiasi penghormatan tertinggi kepadanya, sebelum pergantian Presiden di bulan Oktober 2014 ini. Tak luput diundang, rencananya Presiden terpilih Indonesia, Jokowi pun turut hadir menyaksikan kemegahan HUT TNI ke 69, dan mungkin termasuk parade militer terbesar selain era Soekarno.
Terlihat TNI memprioritaskan kuantitas daripada kualitas. Beberapa alutsista ini tampil belum maksimal atau biasa disebut sebagai "fit but not with" yang selalu mengganggu keberadaan alutsista ini dalam operasionalnya yang tentu tidak akan maksimal. Dan seperti biasa dana sebagai biang keladinya yang selalu menjadi momok TNI dalam mengejar ketertinggalan alutsistanya selama ini dari para tetangga di kawasan.
Sebagai pencita militer, berharap TNI mendapat alutsista yang terbaik tanpa harus mengurangi keprofesionalnya, karena alasan alat belum tersedia ataupun belum mahir karena belum adanya pengalaman dalam menggunakan alutsista yang canggih dan modern. Dan tentunya kebiasaan yang selalu diumumkan di media untuk menjaga keseimbangan kawasan sangat naif, Tentu semua itu tidak selalu benar, karena terbukti tetangga berlomba-lomba memesan peralatan yang modern bin canggih secara gamblang maupun tersembunyi tanpa memperdulikan kesimbangan dengan alasan menjaga keamanannya.
Dari pengalaman yang sudah ada, tentunya TNI harus lebih memikirkan kehandalan alutsistanya daripada selalu memikirkan keseimbangan kawasan. Dari pantauan militer di google pun terlihat bahwa alutsista kita masih kurang bergigi dari tetangga, tentunya dengan kualitas yang seadanya ini.
Semoga kedepan dengan bertambah baiknya ekonomi Indonesia, perihal yang menjadi momok tersebut dapat di rubah kebiasaannya dengan lebih melihat ancaman yang lebih besar, karena dalam peta nampak jelas bahwa bumi pertiwi ini sangat luas dan perlu banyak alusista yang modern dan canggih untuk menjaganya.
Kembali ke bulan September Ceria ini kita berharap TNI kedepan mulai mendapatkan alutsistanya yang lebih baik. Aamiin ...
Berikut beberapa Alutsista yang diberitakan media :Leopard 2A4 dan IFV Marder 1A3
Penampakan Alutsista terbaru TNI AD di Tanjuk Priok (Aries)
52 kendaraan Militer dari Jerman tiba di Jakarta. Dimulai pada tanggal 31 Agustus Malam, alutsista kebanggaan TNI AD ini mulai keluar dari kapal satu persatu langsung di parkir di Pelabuhan Tanjung Priok.
Sebanyak 52 tank yang terdiri dari 24 tank Leopard dan 28 tank Marder itu selanjutnya akan dibawa ke Surabaya untuk memeriahkan parade militer saat HUT TNI pada 7 Oktober mendatang. Kedatangan Alutsista ini sempat ditunggu para pencita militer dengan berusaha mencari info terkini via internet untuk memastikan kedatangannya di Jakarta. Seperti diketahui bahwa MBT ini merupakan polemik di dalam maupun di Jerman sendiri, dan termasuk era pembaharuan di bumi pertiwi yang sebelumnya hanya mengandalkan light tank.LAPAN sukses uji roket
1 September, Lapan menguji beberapa roket pertahanan maupun untuk keperluan damai seperti roket pendorong satelit (RPS).
Dalam pengujian tersebut, Lapan menyatakan telah sukses menerbangkan dua roketnya yaitu RX-320 dan RSX-100. Lalu, untuk RX-450 berhasil menguji karakteristiknya.
Pengujian itu juga akan ditindaklanjuti untuk pengembangan dan penelitian serta sebagai bentuk kemandirian Lapan untuk menguasai teknologi, khususnya di peroketan.Oerlikon Skyshield
Oerlikon Skyshiel 35 Mk2 (PT Alam Indomesin Utama)
Dari laman PT AIU kembali menampilkan alusista pertahanan titik yang modern. Alutsista ini menurut laman ARC sedianya akan tiba di tahun 2015, namun kembali karena akan ditampilkan pada HUT TNI di Surabaya, Alutsista inipun dikebut pengadaannya dan telah tiba beberapa unit.
Selain itu, PT. Alam Indomesin Utama juga bertanggung jawab selain pengadaan/karoseri kendaraan pengangkut juga turut dalam pelatihan operasional Oerlikon Skyshield. Meriam perisai udara itu dipesan Kementerian Pertahanan dengan harga US$ 202 juta.
Senjata Oerlikon Skyshield 35 Mk 2 adalah senjata Penangkis Serangan Udara kaliber 35 mm yang dioperasikan secara automatis dan akan diintegrasikan dengan Chiron missile buatan Korea.
Sedangkan Chiron Missile memiliki data teknik, jarak maksimum 7 km, Jarak efektif 3-5 km, ketinggian 3,5 km, berat missile 20 kg, fuse impack dan proximity, diameter 80mm, launcher pedestal. KRI Bung Tomo 357
KRI Bung Tomo 357 bersama KRI OWA (Pelisaurus)
Kapal Multi Role Light Frigate (MRLF) yang sempat ramai di beritakan ini, akhirnya merapat ke Belawan pada tanggal 8 September 2014. Kedatangannya sempat di jemput Kapal perang TNI AL, KRI Oswald (KRI OWA).
KRI Bung Tomo merupakan salah satu dari tiga kapal perang yang dibuat di Inggris. Merupakan kapal perang terbaru tipe fregat ringan yang mempunyai berat 2.300 ton, panjang 95 meter dan lebar 12,7 meter. Kapal ini didukung empat motor pendorong pokok Codad (Combined Diesel and Diesel) yang mampu berlayar dengan kecepatan maksimal 31 knots.
Kapal ini juga dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan kendali persenjataan mutakhir yang terintegrasi dengan baik, yaitu meriam utama Oto Melara kaliber 76 mm, meriam penangkis serangan udara DS 30 B Remsig kaliber 30 mm, torpedo antikapal selam Thales Sensor Cutlass 242, rudal permukaan ke udara SAM Vertical Launch Sea Wolf dan Rudal Exocet MM 40 Block II. Kedepan SAM yang sudah tidak diproduksi tersebut akan diganti dengan jenis Mica.KCR 60 PAL
KRI Halasan 630 (Suarasurabaya)
Untuk ketiga kalinya PT PAL Indonesia meluncurkan kapal Rudal Cepat (KCR) 60 meter. PAL Indonesia menampilkan kapal tersebut yang diresmikan Menhan Purnomo di Surabaya pada Tanggal 17 September.
Sebelumnya, PT PAL Indonesia telah menyerahkan KCR-60 meter pertama, yang dibaptis dengan nama KRI Sampari 628 pada 28 Mei lalu, diikuti KRI Tombak 629 pada 27 Agustus 2014.
Kapal ketiga ini diberi nama KRI Halasan. Halasan sendiri berarti pedang dari Tapanuli, Sumatera Utara. Rencananya TNI AL akan memesan sebanyak 18 unit KCR jenis ini. CN235 Patmar
CN-235 Patmar (David Halim/Defense Studies)
Dihari yang sama Tanggal 17 September, TNI diberikan kembali alutsista barunya untuk penerbal. Pesawat produksi PT DI ini merupakan pesawat ketiga yang akan di gunakan TNI AL khususnya penerbal dalam menjaga perairan Indonesia. Pesawat udara ini akan mendukung kebutuhan penerbagan TNI AL sebagai patroli udara dan maritim dengan kemampuan pengintaian dan pengawasan.
Pesawat ini akan jadi kepanjangan tangan, mata dan telinga bagi kapal perang yang melaksanakan operasi tempur maupun operasi keamanan laut.
Pesawat buatan dalam negeri ini memiliki karakteristik umum panjang 21,40 meter, bentang sayap 25,81 meter, tinggi 8,18 meter, dan memiliki tenaga penggerak dua mesin General Electric CT79 C Turboprop 1395KW (1850bhp). Kecepataan maksimum 509 km per jam dan jarak jangkau 796 km (496 mil).
Pengadaan pesawat terbang ini adalah bagian dari rencana pemenuhan kebutuhan Minimal Essensial Force Alutsista TNI AL hingga 2024. Rencananya Pusat Penerbangan TNI AL akan menerima Pesawat sejenis hingga 12 buah.Caesar
Caesar masih tertutup kain pembungkus (ARC)
22 September ini laman ARC memberitakan kedatangan alutsista baru di Surabaya. Dan ternyata adalah Caesar sebanyak 4 unit meriam kaliber 155mm, Caesar ini merupakan produksi Nexter, Prancis.
Seusai rencana, meriam ini akan ikut berpartisipasi dalam HUT TNI, Oktober nanti.
Indonesia sendiri memesan 37 unit meriam SPH Caesar 155mm. Meriam ini nantinya akan dipecah menjadi 2 Batalyon. 37 Unit meriam itu harus ditebus dengan harga 141 Juta. Harga ini sudah termasuk dengan 2.000 amunisinya.
Caesar 155 merupakan meriam berdaya tembak 42 km yang diangkut truk, sehingga bisa lebih cepat bergerak. Sistem komputerisasinya membuat meriam ini termasuk yang tercanggih dan paling akurat.KRI Usman Harun 359 dan KRI John Lie 358
KRI JOL & KRI USH (Satriabegeng)
22 September, kembali Indonesia kedatangan Kapal perang yang sempat memanaskan tetangga. Sayang kedatangannya di Belawan dilarang diliput wartawan, namun media di medan meliputnya secara tertulis tanpa gambar.
Kapal Multi Role Light Frigate (MRLF) ini merupakan 2 dari tiga unit yang di beli dari Inggris atas pesanan Brunei. Pembelian kapal jenis inipun sempat ramai di beritakan di media pada tahun-tahun yang lalu. Indonesia termasuk beruntung dapat mengakuisisi kapal jenis light frigate dengan harga persahabatan dari tetangga Brunei.
Namun di akhir kata karena penamaan kapal ini menggunakan nama Pahlawan, sempat memanaskan negara seberang dengan menolak kapal perang ini untuk dapat berkunjung atau melalui selat negerinya yang kecil tersebut. Semoga Kapal bernama pahlawan Usman Harun ini dapat menuntaskan tugas dengan baik sesuai namanya dalam menjaga perairan Indonesia.KRI Tarakan 905
26 September, Menhan Purnomo meresmikan kapal angkut Bahan Bakar Minyak (BBM) ataupun cair. Kapal produksi Lokal PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari ini menambah alutsista TNI AL.
KRI Tarakan-905 memiliki panjang keseluruhan 122,40 m, panjang garis tegak 113,90 m, lebar 16,50 m, tinggi 9,00 m, kecepatan maksimal 18 knots, jarak jelajah 7.680 nm, kapasitas muatan cair 5.500 matrik, tenaga penggerak utama berjumlah dua buah daya 6.114 PS, berat baja 2.400 ton, dengan sistem propulsi twin screw dan fixed pitch propeller.
KRI ini mempunyai fungsi sebagai penyalur bahan bakar minyak ditengah laut atau dukungan logistik cair kepada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) lainnya. Dengan adanya kapal BCM ini menjadikan unsur kapal perang yang sedang melakukan operasi tidak perlu kembali ke pangkalan untuk pemenuhan logistik dan bahan bakar dalam melanjutkan menjaga kedaulatan NKRI dan menegakkan hukum di laut nusantara.Super Tucano Batch II
Super Tucano saat ferry flight to Indonesia
26 September, Pesawat pesanan TNI AU kembali memasuki udara Indonesia. 4 unit pesanan batch 2 dari Brasil ini terlambat dalam pengirimannya beberapa bulan. Rencananya TNI AU memesan 16 unit atau satu skuadron penuh dan baru 8 unit yang telah datang.
Pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano adalah hasil pengembangan pesawat latih EMB-312 Tucano, dimana pesawat ini memiliki beberapa keunggulan seperti mampu terbang rendah dalam waktu yang lama, sehingga cocok untuk anti-gerilya. Biaya operasional dan perawatan pesawat ini tidak tinggi, serta mampu mendarat di landasan pacu yang sederhana. Dilengkapi mesin tunggal turboprop, Super Tucano memiliki kemampuan mengenai target dengan sempurna. Dua senapan mesin dipasangkan pabrikan Embraer Brasil, pada sayap serta 5 hardpoint di sayap dan fuselage untuk mengangkut rudal, roket atau bom seberat 1,5 ton. Pesawat ini pun didesain untuk melakukan serangan anti-gerilya, pengintaian, dan patroli.
Empat pesawat ini merupakan pengiriman kedua, dari total 16 unit pesawat yang dipesan oleh TNI AU untuk menggantikan pesawat OV 10 Bronco di Skuadron Udara 21 Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.KRI Teluk Bintuni 520
KRI Teluk Bintuni 520 (saibumi)
27 September Menhan kembali meresmikan kapal produksi dalam negeri swasta, PT DRU Lampung. Kapal yang dikhususkan untuk mengangkut MBT Leopard ini sempat terjadi insiden pada waktu peluncurannya ke air, untungnya tidak ada korban jiwa dan kapal pun diberitakan dalam kondisi baik sampai waktu diresmikan.
KRI Teluk Bintuni 520 memiliki panjang 120 meter, dapat mencapai kecepatan 16 knot, didukung dua unit mesin yang masing-masing berkapasitas 3.285 KW.
Kapal yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 160 miliar dan dikerjakan selama 16 bulan ini mampu mengangkut hingga 10 unit tank Leopard buatan Jerman seberat 62,5 ton ditambah 120 orang awak kapal dan 300 orang pasukan. PT DRU merupakan perusahaan swasta pertama yang memproduksi kapal militer terbesar.KCR 40 bersama PC43
KRI Terapang 648 produksi PT Citra Shipyard (Pelisaurus)
27 September ini kembali TNI AL mendapatkan kapal perang barunya yang di produksi di Batam. Tak Tanggung-tangung 4 unit KCR 40 berserta 1 unit PC 43 diresmikan. Kapal produksi 2 perusahaan swasta ini mendapat kepercayaan TNI AL dalam memenuhi Kapal perangnya.
KRI jenis kapal cepat rudal yang resmi diluncurkan untuk meningkatkan pertahanan wilayah periaran di Indonesia itu diantaranya KRI Surik 645, KRI Siwar 646, KRI Parang 647 dan KRI Terapang 648.
Lima unit kapal perang itu semuanya asli buatan Batam. KRI Surik 645, KRI Siwar 646 dan KRI Parang 647 buatan PT Palindo Marine di Tanjun guncang sementara KRI Sidat dan KRI Terapang 648 merupakan buatan PT Citra Shipyard. Untuk tiga KRI Buatan PT Palindo Marine, penyaluran dana proyek didukung oleh Bank Mandiri, yang mana sebelumnya juga pernah menyalurkan dana untuk pembuatan pembuatan empat unit kapal cepat rudal produksi PT Palindo Marine yakni KRI Clurit 641, KRI Kujang 642, KRI Beladau 643 dan KRI Alamang 644.
Kapal-kapal tersebut dilengkapi dengan sistem persenjataan modern (sewaco/ sensor weapon control) diantaranya meriam kaliber 30 MM, enam laras panjang (Ak 630-China) sebagai sistem pertempuran jarak dekat dan peluru kendali 2 set rudal C-705 buatan Tiongkok. Bagian lambung KCR ini terbuat dari baja khusus High Tensile Steel. Kapal dengan sistem pendorong fixed propeller lima daun itu juga dilengkapi dua unit senjata kaliber 20 MM di anjungan kapal.(GM)
★ Garuda Militer